-->

15 Agustus 2012

APA ITU AQIDAH TAQIYAH dari GOLONGAN SYI'AH RAFIDHAH





Apa Itu Aqidah Taqiyah Menurut Orang Rafidhah (golongan Syi’ah: rafidlah itsna ‘asyariyah) ?
Taqiyah didefinisikan oleh salah seorang ulama mereka zaman sekarang dengan ucapannya :

“Taqiyah yaitu kamu mengatakan atau melakukan (sesuatu), berlainan dengan apa yang kamu yakini (Inilah hakikat kemunafikan, yaitu menampakkan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang dibatin, atau menampakkan keimanan dan menyembunyikan kekafiran.


Dengan kata lain, takiyah / nifak itu adalah lain di mulut lain di hati. Itulah akidah orang syiah, maka hati-hatilah dari tipu muslihat mereka -pent.); untuk menolak bahaya dari dirimu atau hartamu atau untuk menjaga kehormatanmu” [As Syi’ah fil Mizaan, oleh Muhammad Jawaad Mughniyah, hal : 48].


Bahkan mereka mendakwakan bahwa sesungguhnya Rasulullah telah melakukannya (Taqiyah) tatkala Abdullah bin Ubai bin Salul kepala orang-orang munafik meninggal, dimana beliau datang untuk menyolatkannya, lalu Umar berkata kepadanya : Tidakkah Allah telah melarangmu dari hal itu? –yakni berdiri di atas kuburan munafik ini-, lalu Rasulullah menjawabnya : “Celaka kamu, kamu tidak tahu apa yang saya ucapkan : sesungguhnya saya mengucapkan : Ya Allah isilah perutnya dengan api, dan penuhilah kuburannya dengan api dan selalulah api membakar dirinya ”. [Furuu’ul Kafii, kitab AL Janaaiz, hal : 188].


Lihatlah wahai saudaraku muslim, bagaimana mereka telah menyandarkan kepada diri Rasulullah kedustaan. Apakah masuk akal, bahwa para sahabat Rasulullah mendoakan rahmat untuknya (Abdullah bin Ubai), sedangkan Nabi rahmat melaknatnya?


Al Kulaini menukilkan di usul Kafi : “ Berkata Abu Abdillah: “wahai Abu Umar sesungguhnya sembilan per sepuluh (sembilan puluh persen) agama ini terletak pada (akidah) taqiyah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak melakukan taqiyah, taqiyah ada pada setiap sesuatu kecuali di nabidz (korma yang direndam dalam air untuk membuat arak) dan di dalam menyapu atas khuuf (kaus atau kulit kulit).”


Dan dinukilnya juga dari Abi Abdillah ia berkata : “Jagalah agama kalian dan tutuplah agama itu dengan taqiyah, karena tidak ada iman bagi orang yang tidak mempunyai taqiyah.” [Usuulul Kafii, hal : 482-483].


Maka orang Rafidhah memandang taqiyah itu adalah fardu (wajib), tidak akan berdiri mazhab ini kecuali dengan taqiyah, dan mereka menerima pokok-pokok mazhab secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Mereka selalu melaksanakannya taqiyah itu terlebih-lebih, bila konsisi yang sulit telah mengepung mereka, maka hati-hatilah dari orang Rafidhah wahai kaum muslimin.


~~

https://www.facebook.com/groups/178870065487878/

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.