-->

09 Agustus 2012

Lebih Utama Puasa Atau Tidak, Bagi Musafir Yang Tidak Berat Dalam Perjalanannya ?



pernik
Apabila seorang musafir tidak merasa berat ketika puasa maka ia boleh berbuka atau tetap puasa. Namun, manakah yang lebih afdhal, berbuka atau berpuasa?
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Bila antara puasa dan berbukanya sama-sama mudah, maka yang lebih utama adalah berpuasa, hal itu ditinjau dari empat segi:
Pertama. Mencontoh perbuatan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang tetap berpuasa, berdasarkan hadits Abu Darda’ radliyallahu’anhu dia berkata,
“Kami pernah bepergian bersama Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pada bulan Ramadhan ketika hari sangat panas, sampai ada seorang diantara kami meletakkan tangannya di atas kepala karena saking panasnya hari itu, di antara kami tidak ada yang puasa kecuali Rasulullah dan Abdullah bin Rawahah.” (HR. Bukhari No. 1945, Muslim No. 1122)
Kedua. Hal itu lebih cepat melepaskan diri dari tanggungan
Ketiga. Lebih ringan bagi seorang hamba, karena berpuasa bersama manusia lebih ringan, dan apa yang lebih ringan maka lebih utama
Keempat. Puasanya bertepatan dengan bulan Ramadhan, dan bulan Ramadhan lebih utama daripada bulan lainnya.
Karena alasan inilah, kami katakan bahwa puasa lebih utama. (Asy-Syarh al-Mumthi’ 6/330)
Sumber: Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut al-Quran dan as-Sunnah, oleh Ust. Syahrul Fatwa dan Ust Yusuf bin Mukhtar, pustaka al-Fuqon.

Diberdayakan oleh Blogger.