-->

14 Agustus 2012

Puisi Ini Untukmu



Kenangan itu selalu berjalan tertatih dalam benak fikir

meniti setapak ingin, yang akan ku kalungkan pada sejati,



tentang sebuah rasa yang tertinggal terbiar

pada relung hati dimana telaga mengalir bersama ingatan,



“Kadangkala,” katamu ,” pada lirih sajak yang kuterbangkan bersama gigil angin


senantiasa ada harap disana untuk menghampirimu,


di suatu ketika sembari bercerita tentang puisi yang namamu ada di situ,


dialah setia sembari menulis antara tepi dan ombak


Kalimat yang ada, bersama segala keindahan yang mengiringi


pucat rindu saat angin lembut yang membawa sajakku


perlahan........tersentak,
engkau di mana??

aaaaaaaccch.....ku usap dadaku perlahan, aku telah kehilangan!


masih untukmu puisi ini, yang ku tebar pada setiap kata


pada setapak jalan yang menuju ke hatimu yang hilang


geming ini masih ku hiraukan seperti dulu


karena setia padaku membawa cerita..


ya...cerita tentangmu yang hilang, titah tentangmu yang lepas tergenggam


aku masih berteman dengan endap malam seperti dahulu


karena ramah padaku berkisah asa


ya....kisah tentangmu yang terbias, pesonamu yang luntur terrbilas



Jika kau tak pernah kembali...puisi ini tetap untukmu


pada nisan tak bernama..


dan pusara yang tak berbangun ku pendam dalam perih


tiap kata yang ku ejaa di puisi ini


Dan jika engkau tetap tak akan kembali lagi...percayalah puisi ini masih untukmu


aku tak akan menangis...hingga puisi ini ku tulis


tinta masih utuh tak tersentuh...tinta biru yang kau suka seperti cerah langit


yaa...aku masih ingat itu dan tak akan ku pakai untuk menulis


karena ku tak mau sukamu berkurang pada biru laut


Dan akhirnya....engkau kemana tak kembali?


tapi tetap saja puisi ini ku tulis untukmu


walau kau tak pernah membacanya..


tapi ketahuilah.....


puisi ini ku tulis dengan tinta setia yang ku jaga di detik ini serta seterusnya !!





--[Pekanbaru 09/08/12 kamarsunyi Abu Abdillah Ibnu Abbas]

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.