-->

16 Mei 2013

Ketika Kelak Engkau Ku Panggil Sayang


Dan ketika Aku datang dengan sebuah bunga kering di selip
jemariku.
Ini adalah bunga mawar yang pernah kupetik di berandaku
karena lamanya waktu hingga massa melayukannya
dengan setia
Karena ketiadaanku juga membuat tunas tak tersiram di
hujan tangsimu
Inilah sejarahku tanda aku tak meninggalkan aksara
namamu dalam sajakku
Tapi engkau melupakanku dengan bunga layuku yang
setangkai
Dan pot kaca telah menyilaukanmu dengan dunia
Yaaaah... aku tak menyalahkanmu bunga!
Karna rumus dunia memang begitu adanya..
Yang berkilau lebih menyilaukan daripada seonggok
tangkai bunga ketiadaan
tetapi seperti biasa, hal kecil yang mengingatkanku
padamu merasuk dalam hidupku.
Setangkai bunga ketiadaan ku tempatkan pada pot
kesetiaan
Lalu ada yang bertanya '' Buat apa setangkai bunga itu
taklah berharga?.''
Aku diam dengan aksara yang mencoba mencari jawab dari
tafsir rindumu yang terlupa
Aku masih tidak mengerti apa yang terjadi...
Dunia yang meninggalkanku atau aku meninggalkan
duniamu..
Aaaargh.. tapi aku masih tetap biasa dalam duniaku
Dan engkau tetap dalam duniamu
ataukahkata-kataku tidak sampai kepadamu?
ataukah Aku yang masih saja mencoba mencarimu
diantara debu dan kenangan….
eeeeeeummhhh... ku hela nafasku menemui satu arti
Dari tafsir kata yang aku cari.. adalah do'a yang
mengikatku pada jalan Ilahi
yaitu ketika kelak Ia ijabah,
Bukan karena kemilaunya duniaku
tapi masih pada kesederhanaan tangkai bungaku
ketika kelak engkau ku panggil sayang..
[puisi ini ditulis diPekanbaru oleh Abu Abdillaah Bin
Abdurrahmaan/Asrizal Ar-Riauniy Nasution tahun 2012]

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.