-->

15 Agustus 2012

PERBEDAAN AQIDAH S U N I (ahlus sunnah waljama'ah) dengan S Y I ' A H



oleh Abu Jundullah Alfaqir-ilallah


Bagi yang membaca tulisan ini Klik suka JIKA !....(sebagai ganti tanda tangan): 1. Syi’ah adalah KAFIR, 2. Imam Khomeini adalah KAFIR, 3. Yang baca (anda sendiri) bukan penganut Agama Syi’ah (*)
KETERANGAN (*) atau tulisan tebal diatas: Cara ini pernah dilakukan oleh Ust. Abdullah Sungkar ketika menjumpai seseorang yang diyakini Syi’ah…untuk menandatangani 3 pernyataan diatas, walaupun akhirnya yang orang tersebut menolak untuk menandatanganinya… apa kesimpulan antum terhadap orang yang menolak 3 pernyataan diatas ???

__* * *__


Banyak orang yang menyangka bahwa perbedaan antara Ahlussunnah Waljamaah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) dianggap sekedar dalam masalah khilafiyah Furu’iyah, seperti perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah, antara Madzhab Safi’i dengan Madzhab Maliki.


Selanjutnya mereka berharap, apabila antara NU dengan Muhammadiyah sekarang bisa diadakan pendekatan-pendekatan demi Ukhuwah Islamiyah, lalu mengapa antara Syiah dan Sunni tak dilakukan?.


Apa yang mereka harapkan tersebut, tidak lain dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah). Sehingga apa yang mereka sampaikan hanya terbatas pada apa yang mereka ketahui.


Rukun Iman mereka (syi'ah) berbeda dengan rukun Iman kita (suni), rukun Islamnya juga berbeda, begitu pula kitab-kitab hadistnya juga berbeda, bahkan sesuai pengakuan sebagian besar ulama-ulama Syiah, bahwa Al-Qur’an mereka juga berbeda dengan Al-Qur’an kita (Ahlussunnah).


Apabila ada dari ulama mereka yang pura-pura (taqiyah) mengatakan bahwa Al-Qur’annya sama, maka dalam menafsirkan ayat-ayatnya sangat berbeda dan berlainan.


Sehingga tepatlah apabila ulama-ulama Ahlussunnah Waljamaah mengatakan : Bahwa Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) adalah satu agama tersendiri.


Melihat pentingnya persoalan tersebut, maka di bawah ini kami nukilkan sebagian dari perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dengan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).


--------------------------
--------------------------
Ahlussunnah : Rukun Islam kita ada 5 (lima):
1) Syahadatain
2) As-Sholah
3) As-Shoum
4) Az-Zakah
5) Al-Haj

Syiah : Rukun Islam Syiah juga ada 5 (lima) tapi berbeda:


1) As-Sholah

2) As-Shoum
3) Az-Zakah
4) Al-Haj
5) Al wilayah

--------------------------
---------------------------

Ahlussunnah: Rukun Iman ada 6:

1)Iman kpd Allah,
2)Iman kpd Malaikat2-Nya,
3)Iman kpd Kitab2-Nya,
4)Iman pd Rasul-Nya,
5)Iman kpd hari kiamat,
6)Iman kpd Qadar, baik-buruknya dari Allah.

Syi'ah: Rukun Iman ada 5:

1)At-Tauhid,
2)An Nubuwwah,
3)Al Imamah,
4)Al Adlu,
5)Al Ma'ad
--------------------------
---------------------------

Ahlussunnah : Dua kalimat syahadat "Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah"


Syiah : Tiga kalimat syahadat, disamping "Asyhadu an Laailaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah", masih ditambah dengan menyebut dua belas imam-imam mereka.

--------------------------
---------------------------

Ahlussunnah : Percaya kepada imam-imam tidak termasuk rukun iman. Adapun jumlah imam-imam Ahlussunnah tidak terbatas. Selalu timbul imam-imam, sampai hari kiamat.


Karenanya membatasi imam-imam hanya dua belas (12) atau jumlah tertentu, tidak dibenarkan.


Syiah : Percaya kepada dua belas imam-imam mereka, termasuk rukun iman. Karenanya orang-orang yang tidak beriman kepada dua belas imam-imam mereka (seperti orang-orang Sunni), maka menurut ajaran Syiah dianggap kafir dan akan masuk neraka.

--------------------------
---------------------------

Ahlussunnah : Khulafaurrosyidin yang diakui (sah) adalah :

a) Abu Bakar
b) Umar
c) Utsman
d) Ali

~Radhiallahu anhum~


Syiah : Ketiga Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman) tidak diakui oleh Syiah. Karena dianggap telah merampas kekhalifahan Ali bin Abi Thalib (padahal Imam Ali sendiri membai’at dan mengakui kekhalifahan mereka).

--------------------------
---------------------------

Ahlussunnah : Khalifah (Imam) adalah manusia biasa, yang tidak mempunyai sifat Ma’shum.


Berarti mereka dapat berbuat salah/ dosa/ lupa. Karena sifat Ma’shum, hanya dimiliki oleh para Nabi.


Syiah : Para imam yang jumlahnya dua belas tersebut mempunyai sifat Ma’s’hum, seperti para Nabi.

--------------------------
---------------------------

Ahlussunnah : Dilarang mencaci-maki para sahabat.

Syiah : Mencaci-maki para sahabat tidak apa-apa bahkan Syiah berkeyakinan, bahwa para sahabat setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam wafat, mereka menjadi murtad dan tinggal beberapa orang saja. Alasannya karena para sahabat membai’at Sayyidina Abu Bakar sebagai Khalifah.
--------------------------
---------------------------

Ahlussunnah : Siti Aisyah istri Rasulullah sangat dihormati dan dicintai. Beliau adalah Ummul Mu’minin.

Syiah : Siti Aisyah dicaci-maki, difitnah, bahkan dikafirkan.
--------------------------
----------------------------
Ahlussunnah : Kitab-kitab hadits yang dipakai sandaran dan rujukan Ahlussunnah adalah Kutubussittah:

a) Bukhari

b) Muslim
c) Abu Daud
d) Turmudzi
e) Ibnu Majah
f) An Nasa’i
(kitab-kitab tersebut beredar dimana-mana dan dibaca oleh kaum Muslimin sedunia).

Syiah : Kitab-kitab Syiah ada empat:


a) Al Kaafi

b) Al Istibshor
c) Man Laa Yah Dhuruhu Al Faqih
d) Att Tahdziib
(Kitab-kitab tersebut tidak beredar, sebab kebohongannya takut diketahui oleh pengikut-pengikut Syiah).
--------------------------
--------------------------

Ahlussunnah : Al-Qur’an tetap orisinil

Syiah : Al-Qur’an yang ada sekarang ini menurut pengakuan ulama Syiah tidak orisinil. Sudah dirubah oleh para sahabat (dikurangi dan ditambah). ada yg bilang mereka menyebut kitab sucinya dengan nama "Al-Qur'an Fatimiyah" utk membedakan diri dengan Al-Qur'annya Ahlussunnah.
--------------------------
--------------------------
Ahlussunnah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul Nya.
Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak taat kepada Allah dan Rasul Nya.

Syiah : Surga diperuntukkan bagi orang-orang yang cinta kepada Ima...m Ali, walaupun orang tersebut tidak taat kepada Rasulullah.

Neraka diperuntukkan bagi orang-orang yang memusuhi Imam Ali, walaupun orang tersebut taat kepada Rasulullah.
--------------------------
--------------------------

Ahlussunnah : Aqidah Raj’Ah tidak ada dalam ajaran Ahlussunnah. Raj’ah adalah besok diakhir zaman sebelum kiamat, manusia akan hidup kembali. Dimana saat itu Ahlul Bait akan balas dendam kepada musuh-musuhnya.


Syiah : Raj’ah adalah salah satu aqidah Syiah. Dimana diceritakan : bahwa nanti diakhir zaman, Imam Mahdi akan keluar dari persembunyiannya. Kemudian dia pergi ke Madinah untuk membangunkan Rasulullah, Imam Ali, Siti Fatimah serta Ahlul Bait yang lain.Setelah mereka semuanya bai’at kepadanya, diapun selanjutnya membangunkan Abu Bakar, Umar, Aisyah. Kemudian ketiga orang tersebut disiksa dan disalib, sampai mati seterusnya diulang-ulang sampai ribuan kali. Sebagai balasan atas perbuatan jahat mereka kepada Ahlul Bait.


Keterangan :Orang Syiah mempunyai Imam Mahdi sendiri. Berlainan dengan Imam Mahdinya Ahlussunnah, yang akan membawa keadilan dan kedamaian.

--------------------------
--------------------------

Ahlussunnah : Mut’ah (kawin kontrak), sama dengan perbuatan zina dan hukumnya haram.


Syiah : Mut’ah sangat dianjurkan dan hukumnya halal. Halalnya Mut’ah ini dipakai oleh golongan Syiah untuk mempengaruhi para pemuda agar masuk Syiah. Padahal haramnya Mut’ah juga berlaku di zaman Khalifah Ali bin Abi Thalib.

--------------------------
--------------------------

Ahlussunnah : Khamer/ arak tidak suci.


Syiah : Khamer/ arak suci.

--------------------------
--------------------------

Ahlussunnah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap tidak suci.

Syiah : Air yang telah dipakai istinja’ (cebok) dianggap suci dan mensucikan.
--------------------------
--------------------------

Ahlussunnah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri hukumnya sunnah.

Syiah : Diwaktu shalat meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri membatalkan shalat.

(jadi shalatnya muslim Indonesia yang diajarkan Wali Songo oleh orang-orang Syiah dihukum tidak sah/ batal, sebab meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri).

--------------------------
--------------------------

Ahlussunnah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat adalah sunnah.

Syiah : Mengucapkan Amin diakhir surat Al-Fatihah dalam shalat dianggap tidak sah/ batal shalatnya.

(Jadi shalatnya Muslimin di seluruh dunia dianggap tidak sah, karena mengucapkan Amin dalam shalatnya).

--------------------------
--------------------------

Ahlussunnah : Shalat jama’ diperbolehkan bagi orang yang bepergian dan bagi orang yang mempunyai udzur syar’i.

Syiah : Shalat jama’ diperbolehkan walaupun tanpa alasan apapun.
--------------------------
--------------------------

Ahlussunnah : Sholat Dhuha disunnahkan.

Syiah : Sholat Dhuha tidak dibenarkan.

(padahal semua Auliya’ dan salihin melakukan shalat Dhuha).

--------------------------
--------------------------

Demikian sudah ane nukilkan perbedaan-perbedaan antara aqidah Ahlussunnah Waljamaah dan aqidah Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah).


Sengaja ane nukil sedikit saja, sebab kalau ane nukil seluruhnya, maka bisa-bisa akan memenuhi ruang note ini :-)


Harapan tulisan dari note ini semoga pembaca dapat memahami benar-benar perbedaan-perbedaan tersebut. Selanjutnya silahkan mengambil keputusan (sikap) tehadap fenomena tsb.


Sebenarnya yang terpenting dari keterangan-keterangan diatas adalah agar masyarakat memahami benar-benar, bahwa perbedaan yang ada antara Ahlussunnah dengan Syiah Imamiyah Itsna Asyariyah (Ja’fariyah) itu, disamping dalam Furuu’ (cabang-cabang agama) juga dalam Ushuul (pokok/ dasar agama).


Apabila tokoh-tokoh Syiah sering mengaburkan perbedaan-perbedaan tersebut, serta memberikan keterangan yang tidak sebenarnya, maka hal tersebut dapat kita maklumi, sebab mereka itu sudah memahami benar-benar, bahwa Muslimin Indonesia tidak akan terpengaruh atau tertarik pada Syiah, terkecuali apabila disesatkan (ditipu).


Oleh karena itu, sebagian besar orang-orang yang masuk Syiah adalah orang-orang yang tersesat, yang tertipu oleh bujuk rayu tokoh-tokoh Syiah.


Akhirnya, setelah disampaikannya perbedaan-perbedaan antara Ahlussunnah dengan Syiah, maka ane menghimbau kepada Alim Ulama serta para tokoh masyarakat, untuk selalu memberikan penerangan kepada umat Islam mengenai kesesatan ajaran Syiah.


Begitu pula untuk selalu menggalang persatuan sesama Ahlussunnah dalam menghadapi rongrongan yang datangnya dari golongan Syiah. Serta lebih waspada dalam memantau gerakan Syiah didaerahnya. Sehingga bahaya yang selalu mengancam persatuan dan kesatuan bangsa kita dapat teratasi.


Semoga Allah selalu melindungi kita dari penyesatan orang-orang Syiah dan aqidahnya. Aaamiiien yaa Robb...!!!


—————————————————————


Di nukil dari :
http://www.elitha-eri.net/
Rujukan: http://www.albayyinat.net/

===

Cp. https://www.facebook.com/note.php?note_id=160781980616023&id=100001583001884


0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.