-->

29 Agustus 2012

AS SUNNAH PEMERSATU DAN BID'AH PEMECAH BELAH


Bismillah. Alhamdulilah kita semua mendambakan ukhuwah Islamiyah, namun karena sebagian diantara kita terjerumus dalam kebid'ahan sehingga kita terpecah belah, seperti didalam Al Qur'an :

وأن هذا صراطي مستقيماً فاتبعوه ولا تتبعوا السبل فتفرق بكم عن سبيله ذلكم وصاكم به لعلكم تتقون

"Dan bahwa ini adalah jalanku yang lurus ikutilah dia, dan jangan ikuti subul (jalan-jalan yang lain) karena memecah-belah kalian dari jalan Allah, yang demikian diwasiatkan agar kalian bertaqwa." {QS. Al An'am [6] : 153}

Ditafsirkan oleh Al Imam Mujahid Rahimahullah : ولا تتبعوا السبل ، قال : البدع والشهوات : "dan jangan ikuti subul" kata beliau : Bid'ah-bid'ah dan kerancuan-kerancuan pemahaman." Silahkan tengok Terjemahan Al Qur'an Depag.


Sehingga wasiat Allah diatas mirip dengan wasiat Rasul-Nya Shallallahu 'alayhi wa sallam :

وإنه من يعش منكم فسيرى اختلافا كثيرا، فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين، عضوا عيها بالنواجذ، وإياكم ومحدثات الأمور، فإن كل بدعة ضلالة
"Dan sesungguhnya barangsiapa hidup panjang diantara kalian niscaya akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian kembali kepada Sunnahku dan Sunnah para Khalifah Rasyidiin (Shahabat) yang berpetunjuk, gigitlah Sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, dan hati-hatilah dari pengada-adaan (didalam agama) karena sesungguhnya setiap bid'ah sesat. {HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dll dari Al Irbadh Radhiyallahu 'anhu dg sanad shahih sbgmn dimaklumi}

Bahkan Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu menegaskan :

من أراد أن ينظر إلى وصية محمد صلى الله عليه وسلم التى عليها خاتمه فليقرأ : "قل تعالوا أتل ما حرم ربكم عليكم "- إلى قوله - " وأن هذا صراطي مستقيما فاتبعوه " الآية .
"Barangsiapa ingin melihat wasiat Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam yang ada diatas cincinnya hendaklah membaca ayat : "Katakanlah (Wahai Nabi Muhammad Shallallahu 'alayhi wa sallam) : Kemarilah kemari kubacakan kepada kalian apa yang Allah haramkan atas kalian" - sampai firman-Nya : "Dan bahwa ini adalah jalanku yang lurus ikutilah dia, ... ." {QS. Al An'am [6] : 151 - 153}

Sehingga kalau kita betul-betul ingin persatuan, maka mari sama-sama kembali kepada As Sunnah dan tinggalkan segala macam bid'ah, apakah bid'ah Khawarij, bid'ah Syi'ah, bid'ah Qadariyyah dan pemahaman bid'ah-bid'ah lainnya yang menyimpang dari Shiratul Mustaqim yang satu. Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'anhu pernah menceritakan :

: خط رسول الله صلى الله عليه وسلم خطاً بيده ، ثم قال هذا سبيل الله مستقيماً ، ثم خط خطوطاً عن يمين ذلك الخط وعن شماله ثم قال : وهذه سبل ليس منها سبيل إلا وعليه شيطان يدعو إليه ، ثم قرأ "وأن هذا صراطي مستقيماً فاتبعوه ولا تتبعوا السبل " الآية " . وعن مجاهد : ولا تتبعوا السبل ، قال : البدع والشهوات
"Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam membuat satu garis lurus dengan tangannya kemudian bersabda : "Ini jalan Allah yang lurus". Kemudian membuat banyak garis disamping kanan dan kirinya dan bersabda : "Dan ini adalah subul (jalan-jalan yang lain) yang tidak ada suatu jalanpun kecuali padanya ada syaithan yang menyeru kepadanya". Kemudian beliau membaca ayat : "Dan bahwa ini adalah jalanku yang lurus ikutilah dia, ... ." {QS. Al An'am [6] : 153}. {Riwayat An Nasa'i, Ahmad, Al Hakim dll dengan sanad shahih sbgmn dimaklumi}

Riwayat diatas yang menunjukkan bahwa jalan kebenaran hanya satu dan jalan bid'ah kesesatan sangatlah banyak mirip dengang hadits Nabi Shallallahu 'alayhi wa sallam :

وستفترقُ هذه الأمة على ثلاثٍ وسبعين فرقة، كلها في النار إلا واحدة، قالوا : مَن هي يا رسول الله ؟، قال : الجماعة،
"Akan terpecah umat ini menjadi 73 firqah, semuanya masuk neraka kecuali satu", Beliau ditanya : "Siapa itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab "Al Jama'ah".
Didalam riwayat yang lain beliau menjelaskan makna Al Jama'ah :
مَن كان مثل ما أنا عليه اليومَ وأصحابي
"Barangsiapa yang beragama seperti agamaku hari ini dan agama Shahabatku." {HR. Abu Dawud, At Tirmidzi dll dg berbagai lafadz dihasankan Al Albani}
Sebagaimana kita ketahui bahwa awalnya umat ini hanya satu, yakni Nabi dan para Shahabatnya, yang kemudian kepemimpinan Nabi dilanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin, sehingga kalau kita ingin bersatu mari sama-sama kembali kepada ajaran awal (As Sunnah) dan menjauhi sebab-sebab perpecahan yakni bid'ah-bid'ah, berkata Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu :
يا أيها الناس ، إنكم سـَتــُحـْدِثـُون ويـُحـْدَث لكم ، فإذا رأيتم مـُحـْدثاً فعليكم بالأمر الأول
Wahai manusia, sesungguhnya kalian akan memunculkan perkara baru dan akan dimunculkan perkara baru untuk kalian, maka apabila kalian menjumpai perkara baru itu hendaklah kalian berpegang dengan perkara (ajaran) yang pertama. {Al Musnad, Ad Darimi}
Dari Al Imam Abu ‘Aliyah Rahimahullah, beliau berkata :
عليكم بالأمر الأول الذي كانوا عليه قبل أن يفترقوا
Wajib atas kalian kembali kepada perkara (ajaran) yang pertama yang padanya belum terjadi perpecahan. {Talbis Iblis, Ibnul Jauzi}
Wallahu a'lam.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.