-->

14 Agustus 2012

BAHAYA KHAWARIJ


bermula-pengkafiran-berujung-pengeboman-ideologi-khawarij
Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiri -hafizhahullah-
KHUTBAH PERTAMA
إن الحمد لله، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبد الله ورسوله. {يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ}، {يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا}، {يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا}. أم بعد، فإن خير اللام كلام الله وخير الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم وشرالأمور محدثاته وكل محدثه بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.
Amma ba’du …
Wahai kaum muslimin, pada empat Jum’at yang lalu, saya telah menyampaikan kepada kalian tentang masalah saat ini dan saya telah berbicara panjang lebar di dalamnya. Saya cukupkan -wahai kaum muslimin- untuk kalian, berupa penjelasan dari pembicaraanku bersama kalian pada Jum’at ini, tentang perbuatan-perbuatan tersebut. Yaitu perbuatan orang-orang yang bodoh dan tindakan-tindakan serampangan yang bodoh, yang dia adalah termasuk jalannya orang-orang Khawarij. Pada hari ini saya akan sampaikan kepada kalian, hukum bagi pembicaraanku bersama kalian di dalam perkara ini, yang hal tersebut adalah perkara kontenporer (perkara saat ini). Saya akan sampaikan kepada kalian wahai kaum muslimin tentang dua perkara:
Perkara pertama: Wajib atasmu wahai seorang muslim untuk mempelajari ilmu yakin (pasti) dan mengetahui dengan sebenar-benarnya akan bahayanya Khawarij kepada umat Islam pada setiap zaman dan tempat. Bahwasanya zaman tidak pernah kosong dari mereka. Yang demikian itu berdasarkan nash dari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Sebab telah shahih dari beliau, bahwasanya setiap kali dihancurkan kelompok atau generasi mereka, maka akan keluar generasi yang lain, hingga keluar dari arah mereka dajjal. Sebagaimana wajib atasmu -wahai kaum muslimin- untuk mengetahui sunnah Nabimu -Shallallahu ‘alaihi wasallam- yang shahih, yang telah banyak mensifatkan mereka dengan sejelek-jelek sifat dan menjelaskan keadaan mereka. Perintah untuk membunuh dan memerangi mereka dari hadits-hadits yang shahih -wahai hamba Allah- dalam masalah ini, seperti apa yang diriwayatkan dari Zaid bin Wahhab Al-Juhani dan beliau adalah termasuk pasukannya Ali -radhiyallahu ‘anhu- untuk memerangi orang-orang Khawarij yang memberontak kepada amiril mukminin Ali -radhiyallahu ‘anhu- di daerah Nahrawan. Ali -radhiyallahu ‘anhu- berkata,
يا أيها الناس، سمعت رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم يقول: يخرج أقوام يقرؤون القرآن ليست قراءتكم إلى قراءتهم بشيء، وليست صلاتكم إلى صلاتهم بشيء وليس صيامكم إلى صيامهم بشيء، يقرؤون القرآن، يحسبون أنه لهم وهو عليهم، لا تجاوز صلاتهم تراقيهم (أوقال حناجرهم) يمرقون من الإسلام كما يمرق السهم من الرمية.

“Wahai manusia, saya telah mendengar Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur’an, bacaan kalian tidaklah sebanding dengan bacaan mereka sedikitpun, tidak pula shalat kalian sebanding dengan shalat mereka sedikitpun dan tidak pula puasa kalian sebanding dengan puasa mereka sedikitpun. Mereka membaca Al-Qur’an tapi tidak sampai melewati tenggorokannya (tidak masuk ke hatinya) mereka terlepas dari Islam sebagaimana terlepasnya anak panah dari busurnya”.
Di antara apa yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dan selain keduanya dari Said bin Aflah -radhiyallahu ‘anhu- berkata,

يخرخ اقوام من أمتي حدثاء الأسنان، سفهاء الأ حلام يقرؤون القر آن لا يجاوز تراقيهم، يمرقون من الإسلام. (أو قال يمرقون من الدين) كما يمرق السهم من الرمية
.
“Akan keluar suatu kaum dari umatku yang umurnya masih muda, sedikit ilmunya, mereka membaca Al-Qur’an tidak melebihi kerongkongannya. Mereka terlepas dari Islam (atau berkata mereka terlepas dari Ad-Din) sebagaimana terlepasnya anak panah dari busurnya”.
Wahai hamba Allah, ini dan apa yang semakna dengannya, bagi orang yang ingin mengetahui sunnah Rasul-Nya, membaca dan memperhatikan, maka menjadi jelas baginya sifat-sifat Khawarij.

Yang pertama: Bahwasanya mereka giat melaksanakan ibadah, melaksanakan shalat, berpuasa dan membaca Al-Qur’an, akan tetapi mereka tidak termasuk dari umat Islam sedikitpun. Mereka terlepas dari Islam sebagaimana terlepasnya anak panah dari busurnya. Mereka terlepas dari Ad-Din (agamanya) sebagaimana terlepasnya anak panah dari busurnya. Ini adalah ancaman bagi mereka terhadap apa yang telah mereka lakukan dari memerangi umat Islam dan membiarkan para penyembah berhala dan menghalalkan apa yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- telah haramkan dari harta, darah, jiwa yang terlindungi dan merusak kehormatan.
Yang kedua: Bahwasanya mereka tidak memiliki akal sebagaimana ahlus sunnah, yang mana mereka ini (ahlus sunnah) berhenti terhadap apa yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- halalkan, maka merekapun menghalalkannya. Mereka berhenti terhadap apa yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- haramkan, maka merekapun mengharamkannya. Adapun orang-orang Khawarij, mereka mengucapkan dan berkata sesuai dengan hawa nafsu dan pendapat mereka sendiri. Sehingga mereka menghalalkan apa yang Allah -Azza wa Jalla- haramkan. Usia mereka muda-muda, sedikit ilmunya. Mereka tidak memiliki akal yang mereka gunakan sebagai pembeda, sebagaimana ahlus sunnah menggunakannya untuk membedakan antara mana yang halal dan haram, yang baik dan buruk. Mereka (Khawarij) menghukumi sesuatu sesuai dengan pendapat dan hawa nafsu mereka. Serta syubhat telah menguasai hatinya, -semoga Allah menyelamatkan hati kami dan hati kalian dari syahwat dan syubhat- karena sesungguhnya ini adalah penyakit hati yang akan membunuh hati (mematikannya) dan menjauhkan hati tersebut dari Al-Haq dan petunjuk.
Sungguh telah shahih dari Nabimu -wahai kaum muslimin- dari hadits Ali dan selainnya, bahwasanya beliau bersabda,
أينما لقيتمو هم فاقتلو هم، فإن من قتلهم له أجرا

“Dimanapun kalian bertemu dengan mereka (orang Khawarij) maka bunuhlah mereka, karena sesungguhnya barangsiapa yang membunuh mereka maka baginya pahala”.
Dan Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

لإن لقيتهم لأقتلنهم قتل عاد وإرم.

“Apabila kalian bertemu dengan mereka (Khawarij) maka bunuhlah mereka”.
Wahai hamba Allah!! tegakkanlah sunnah! tegakkalnlah sunnah! Ketahuilah wahai kaum muslimin, bahwasanya Islam adalah sunnah dan sunnah adalah Islam. Bahwasanya tidak akan dipahami Al-Qur’an dan Sunnah sesuai apa yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- inginkan dan apa yang diturunkannya kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, kecuali dengan bimbingan ulama sunnah, menghormati dan menjaga kehormatan mereka. Maka bertakwalah kepada Allah wahai kaum muslimin. Waspadalah kalian terhadap perkara yang diada-adakan walaupun sangat kecil, karena sesungguhnya sekecil-kecilnya perbuatan bid’ah, maka akan mempengaruhi kepada hati dan menguasai hati tersebut, hingga melakukan perbuatan-perbuatan yang besar berupa kesalahan dan dosa-dosa. Semoga Allah menyelamatkan kita dari segala kejelekan, di dunia dan akhirat.

KHUTBAH KEDUA
الحمد الله الذي أرسل رسوله بلهد بلهدى ودينالحق ليظهره على الدين كله وكفى با لله شهيد، واشهد أن لا إله إلا الله وحده ولاشريك له إقرارابه وتوحيدا،وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وسلم تسليما مزيدا أم بعد.
Amma ba’du …
Wahai kaum muslimin!
Perkara yang kedua: Pada apa yang mendorong orang-orang Khawarij untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang diharamkan, merusak kehormatan, memecah belah jama’ah kaum muslimin dan berjalan selain di atas jalannya kaum muslimin, dari jalannya syaitan-syaitan dari kalangan jin dan manusia, apakah dia?
Sungguh para ulama telah menyebutkan beberapa sebab yang menjadikan kaum ini (Khawarij) melakukan perbuatan, yang mana perbuatan tersebut termasuk kesalahan dan mengamalkan suatu amalan, yang mana amalan tersebut termasuk dosa-dosa. Mereka tidak perduli dengan Al-Qur’an dan tidak pula As-Sunnah. Mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu dan bid’ah yang menyeret mereka ke jurang kebinasaan dan itu adalah sejelek-jelek tempat yang didatangi. Nabi kalian -Shallallahu ‘alaihi wasallam- menamai mereka dengan “anjing-anjing neraka”, dan cukuplah ini sebagai celaan dan peringatan atas bahayanya mereka, serta sebagai peringatan dari jeleknya mereka, walaupun mereka terdidik di rumah-rumah kita, mereka shalat seperti shalat kita, mereka shalat Jum’at bersama kita,  mereka shalat ied bersama kita dan mereka berhaji bersama kita ke Baitul Haram. Akan tetapi mereka adalah golongan syaitan. Ketahuilah sesungguhnya golongan syaitan, mereka adalah golongan yang merugi.
Saya katakan, di antara sebab-sebab dan pendorong-pendorong (terjadinya hal tersebut),
(Pertama:) persangkaan mereka akan dzolimnya penguasa dan tersebarnya kemungkaran dan maksiat-maksiat, maka mereka menyangka mengadakan perbaikan, akan tetapi justru membuat kerusakan. Merka bermaksud pada pembangunan terhadap apa yang mereka seru, akan tetapi merekalah yang menghancurkan dan merobohkannya. Mereka memperkenalkan penguasa kepada masyarakat dan menyebutkan kejelekan-kejelekan mereka dalam kesempatan-kesempatan yang memungkinkan bagi mereka, dari memperoleh metode-metode yang menyelisihi atau yang keliru dan selainnya, dengan dalih mengadakan perbaikan. Ini adalah alasan-alasan klasik dan slogan-slogan yang telah diwariskan pada waktu di Nahrawan dulu. Bahkan dari sebelumnya (yaitu hari-hari Sab’iyah) yang mana mereka telah membuat kerusuhan kepada amiril mukminin dan yang ketiga dari Khulafaur Rasyidin, yaitu Utsman bin Affan -radhiyallahu ‘anhu-. Mereka merusak fasilitas-fasilitas umum yang dimiliki masyarakat, bahkan memeranginya. Kemudian setelah itu mereka merampas harta-harta kaum muslimin. Maka perhatikanlah bagaimana persangkaan ini berakhir pada mereka. Seandainya kaum itu mau mengikuti sunnah dan mengikuti sirah salafus shalih dalam perkara amar ma’ruf nahi mungkar. Mereka (salafus shalih) tidak berjalan sebagaimana yang mereka tempuh berupa hal-hal yang diharamkan. Akan tetapi yang mereka (Khawarij) lakukan merupakan kejahilan, kebodohan dan kebutaan hati. Mereka kebanyakan terjatuh dari apa yang mereka sangkakan, yang dia adalah terlarang darinya berupa penghalalan sesuatu yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- haramkan. Oleh sebab itu mereka mengkafirkan penguasa dan orang yang berloyal kepada mereka (penguasa) di antara manusia dan orang yang serupa dengan mereka, sebagaimana apa yang mereka katakan pada hari ini. Maka penguasa bermaksiat adalah kafir menurut kaum tersebut (Khawarij) dan orang yang berloyal kepada penguasa, mengangkat perang dihadapan mereka (Khawarij) serta memerangi mereka (Khawarij), maka ia adalah kafir seperti para penguasa, yang halal darah dan hartanya, anak cucu mereka ditawan dan harta mereka adalah gonimah. Inilah persangkaan mereka.
Kedua: Fanatik kesukuan yang dia termasuk perkara jahiliyah, kemudian di awal Islam suku Rabi’ah membenci dan membunuh suku Mudhar. Suku Rabi’ah membenci (maksud saya orang-orang kafirnya mereka) dan mengingkari suku Mudhar pada waktu diutusnya Nabi kalian Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam-  dari kalangan Quraisy dan Quraisy termasuk suku Mudhar. Dan fanatik kesukuan ini ada pada orang-orang yang menempuh jalan-jalannya orang Khawarij. Diketahuinya hal tersebut dari maksud ucapan-ucapan mereka, bahkan ungkapan penjelasan mereka bahwasanya selain mereka di antara manusia tidaklah lebih utama dibanding mereka di dalam hukum.
Wahai hamba Allah, ini adalah sebagian sebab-sebab pendorong terjadinya hal tersebut dan di sana ada sebab yang lain yang dia adalah pondasi/asas kaum tersebut dan asal pemberontakan mereka, sebab perekonomian, sebab masalah keuangan yang mendorong pemberontakan kepada pemerintah yang mengangkat suaranya atas orang yang mengangkat suara tersebut kepada mereka (Khawarij) dari penyeru-penyeru kepada perbaikan apa yang mereka sangkakan. Apakah kalian mengetahui hal tersebut. Yang mana khabar tersebut shahih dari Sunnah Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-  yaitu Dzul Khuwaisaroh At-Tamimiy dan berkata, “Ya Rasulullah, berbuat adillah, (di dalam riwayat yang lain, “Sesunguhnya pembagian ini tidak dinginkan dengannya wajah Allah”). Kapan dia ucapkan hal itu? Ketika Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- membagikan sesuatu dari harta yang dikirimkan oleh Ali -radhiyallahu ‘anhu- dan beliau membagikan/memberikan kepada orang-orang yang baru masuk ke dalam Islam, untuk melembutkan hati-hati mereka. Maka menjadi marahlah orang Quraisy dan Anshar. Mereka berkata, “Dia memberikan kepada orang-orang Najed dan meninggalkan kita”. Maka Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
إنما أتألفهم

“Saya hanyalah melembutkan hati mereka”

Dan di antara orang-orang yang dilembutkan hatinya oleh Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-  adalah Al-Aqra’ Al-Habis At-Tamimi. Ketika orang-orang Quraisy dan Anshar mendengar perkataan Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-, mereka tenang dan terdiam dalam keadaan mengetahui bahwasanya Raulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-  tidaklah melakukan hal tersebut kecuali sesuai yang Allah -Subhanahu wa Ta’ala- perintahkan dengannya dan sesuatu yang dia memiliki maslahat yang baik kepada Islam dan pemeluknya. Adapun Dzul Khuwaisarah, maka sungguh dia telah berani mengangkat suaranya dengan apa yang kalian dengar di hadapan Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Dia menuduh Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam-  berbuat curang dan menuduhnya tidak berbuat adil dan menuduhny telah berbuat dzhalim. Maka Khalid bin Walid atau selainnya meminta izin kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- untuk membunuhnya. Maka Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Jangan”. Tatkala orang itu pergi, maka Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
إنه يخرج من يضع هذا أقوام يقرؤون القرآن لا يجاوز تراقيهم

“Sesungguhnya akan keluar dari keturunan orang ini suatu kaum yang mereka membaca Al-Qur’an, namun tidak melewati tenggorokan mereka”.
Maka jelaslah bagi kalian -kaum muslimin- dari faktor-faktor pendorong atas pemberontakan Khawarij  yang dia adalah terhadap batasan-batasan Allah. maka mereka berjalan selain jalannya ahlus sunnah di dalam amar ma’ruf dan nahi mungkar dan mereka menjadikan sebab-sebab perekonomian, politik atau sosial dan menakut-nakuti orang yang beramal dan mereka menghalalkan sesuatu yang Allah haramkan.

فاللهم هيء لن من أمرنا رشدا، اللهم احفظ دولة التوحيد والسنة، اللهم اجمع كلمتنا على البر ولهدى والتقوى، اللهم من أرادن في بلادنا وديننا وولاة أمورنا بسوء فامكر به عاجلا وأجعله عبرة لمن اعتبر وخذه أخذ عزيز مقتدر، يا حي ياقيوم ياذا الجلال والإكرام اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، وبارك على محمد و على آل محمد كما باركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد.
سبحان ربك رب العزة عما يسفون، وسلام على المرسلين ولحمد لله رب العالمين.
*   *   *Al-Atsariyyah.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.