-->

17 Agustus 2012

GARIS PEMISAH DAKWAH SALAFIYYAH DENGAN DAKWAH IKHWANUL MUSLIMIN



Oleh. Syaikh Abu Abdussalam Hasan bin Qasim al-Hasani ar-Riimi

**HAKIKAT DAKWAH**
- Dakwah Salafiyah :
Berdasarkan kepada al-Kitab (al-Qur’an) dan as-sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah, yaitu dakwah kepada manhaj yang ma’shum (terbebas dari kesalah) manhajnya salafus shalih dari kalangan generasi sahabat, tabi’in dan generasi yang utama.

- Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Berdasarkan kepada perorangan/tokoh tertentu atau dakwah yang dinisbatkan kepada Hasan al-Banna as-Shufi, dan ini merupakan dakwah yang baru, yang umurnya tidak lebih dari tujuh puluh tahun.[2]

**PEMIKIRAN**

- Dakwah Salafiyah :
Mereka adalah Ahlussunnah karena mereka mengambil sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka tidak mendahulukan pendapat siapapun di atas sunnah beliau. Kitab-kitab mereka sebagai saksinya. Sebagai contoh lihat kitab as-Sunnah oleh al-Khallal, as-Sunnah oleh Ibnu Abi ‘Ashim dll. Mereka adalah Jama’ah karena mereka bersatu di atas Sunnah.

- Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Pemikiran dakwah mereka adalah kolaborasi antara dakwah salafiyyah (ala mereka), metode sunniyyah (menurut prasangka mereka) dan hakekat shufiyyah (dan inilah intinya).

**TOKOH-TOKOHNYA**

- Dakwah Salafiyah :
Abu Bakar as-Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Thalhah bin Ubaidillah, Abdurrahman bin Auf, Said bin Zaid, Aisyah, Hafshah, Anas bin Malik, Abu Huraitah, Abu Musa al-Asyari, Abdullah bin Mas’ud, Ibnu Abbas dan selain mereka (dari kalangan para sahabat yang belum disebutkan),

kemudian al-Hasan al-Basri, Muhammad bin sirrin, Said bin Jubair, Said bin al-Musayyib, dan selain mereka (dari kalangan para tabi’in),


kemudian Abu Hanifah, Malik bin Anas, Ahmad bin Hanbal, al-Auza’i, as-Syafi’i, Yahya al-Qathan, Bakhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa’i, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim, Muhammad bin Abdul Wahab dan sein mereka,


dan pada zaman kita sekarang ini seperti syaikh Abdul Aziz bin Baaz, syaikh al-Albani, syaikh Shalih al-Fauzan, syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, syaikh Muqbil al-Wadi’i, syaikh Rabi al-Madkhali dan selain mereka dari orang-orang yang menempuh jalan mereka.


- Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Hasan al-Banna as-Shufi, Umar at-Tilmisani yang menganggap remeh masalah berdi’a ke pada kubur, Hasan al-Hudhaibi yang berusaha mendekatkan antara sunnah dengan syi’ah, Hamid Abu Nashr, Muhammad al-Ghazali al-Mu’tazili, Fathi Yakan yang mencela salafiyyin, Musthafa as-Siba’i yang telah menyenandungkan qasidah di depan kuburan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta kesembuhan dan ia juga berusaha untuk mendekatkan antara sunnah dengan syi’ah, dan di zaman ini adalah az-Zandani yang telah menghadiri pertemuan persatuan antar agama, dan ia juga pembela system demokrasi.
Yusuf Al Qaradhawi yang mengajak untuk mencintai Ahli Kitab yahudi dan nashara dan kaum kafir lainnya dengan seruannya untuk melakukan pendekatan dengan mereka. Bahkan dia banyak menghiasi otaknya dengan pemikiran orang-orang kafir yang membinasakan yang sengaja dibuat untuk menghancurkan Islam dan pemeluknya, diantara pemikiran tersebut adalah demokrasi.

**AL-WALA’ WAL BARA’ (LOYALITAS DAN KEBENCIAN)**

- Dakwah Salafiyah :
Siapa saja yang memiliki aqidah seperti para ulama salaf, dan mengamalkan apa yang mereka tulis di kitab-kitab mereka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia adalah saudara mereka (salafiyyin) dan kekasih bagi mereka dimanapun mereka berada di muka bumi ini. Akan tinggi derajat seseorang di sisi mereka karena ketakwaannya dan sebaliknya akan rendah pula karena penyelisihannya terhadap al-Kitab dan as-Sunnah.

- Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Mereka menetapkan al_wala’ wal Bara’ di dalam diri tokoh-tokoh mereka dan pemimpin-pemimpin mereka, walaupun tokoh dan pemimpin mereka tersebut sangat besar penyelisihannya terhadap al-Kitab dan as-Sunnah. Maka barangsiapa yang bergabung bersama mereka maka ia memiliki gelar yang berkilau walaupun ahli khurafat. Dan barangsiapa yang tidak bergabung bersama mereka maka ia diolok-olok, meskipun dari kalangan ulama rabbaniyyin. Dan jika mereka melihat ada diantara mereka yang belajar kepada ahlussunnah maka mereka akan mmeboikot dan mentahdzirnya-memperingatk
an agar manusia waspada terhadapnya- setelah ia tidak mau menerima tipudaya (seruan) mereka.

**DI ANTARA DAKWAH-DAKWAH INI MANAKAH YANG TERMASUK KATAGORI FIRQAH AN-NAJIYAH (GOLONGAN YANG SELAMAT)**

- Dakwah Salafiyah :
Dakwah inilah yang masuk katagori firqah an-Najiyah -insya Allah-, yang demikian karena dakwah ini selamat dari terjerumus kedalam bid’ah dan hal-hal yang baru dalam masalh agama di dunia ini dan selamat pula dari adzab Allah di akhirat kelak insya Allah. Karena dakwah ini benar-benar jujur dalam ittiba’ (mengikuti Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

- Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Dakwah ini termasuk kelompok-kelompok sesat yang menyelisihi dakwah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , demikian itu karena mereka melakukan bid’ah di dunia ini maka ditakutkan akan terkena adzab Allah di akhirat kelak.

**AN-NAJIYAH (GOLONGAN YANG SELAMAT)**

- Dakwah Salafiyah :
Dakwah inilah yang masuk katagori firqah an-Najiyah –insyaAllah-, yang demikian karena dakwah ini selamat dari terjerumus kedalam bid’ah dan hal-hal yang baru dalam masalah agama di dunia ini, dan selamat pula dari adzab Allah di akhirat kelak insyaAllah. Karena dakwah ini benar-benar jujur dalam ittiba’ (mengikuti) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

- Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Dakwah ini termasuk kelompok-kelompok sesat yang menyelisihi dakwahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, demikian itu karena mereka melakukan bid’ah di dunia ini maka dutakutkan akan terkena adzab Allah di akhirat kelak.

**DIANTARA DAKWAH-DAKWAH INI MANAKAH YANG BERHAK DINISBATKAN SEBAGAI AHLI HADITS**

- Dakwah Salafiyah :
Pengemban dakwah salafiyyahlah yang berhak dinisbatkan sebagai ahli hadits daripada pengemban dakwah lainnya. Hal ini karena ahli hadits jika disebutkan secara mutlak pada zaman Imam Ahmad maka yang dumaksud adalah mereka yang tersibukkan dalam mempelajari hadits baik segi riwayah 3 maupun dirayah 4. Karena pada umumnya yang demikian itu pada zaman Imam Ahmad adalah Ahlus-sunnah. Tetapi jika disebutkan secara mutlak (tanpa perincian zaman) maka yang dimaksud ahli hadits adalah mereka yang berhadapab dengan ahli bid’ah. Adapun pada zaman ini maka yang dimaksud ahli hadits adalah siapa saja yang beraqidah dengan aqidahnya ahli hadits, akan tetapi jika ia berkecimpung dalam mempelajari ilmu hadits baik riwayat maupun dirayah maka itu kebaikan di atas kebaikan.

Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Mereka tidak berhak disebut sebagai ahli hadits. Karena banyaknya penyelisihan mereka terhadap ahli hadits dalam berbagai perkara dari pokok-pokok aqidah. Yang saya maksud adalah manhaj yang mereka tempuh menyelisihi manhajnya ahli hadits. Adapun perindividunya maka itu sesuai dengan keadaan masing-masing.


**PADA SIAPAKAH TERGAMBAR DAKWAH-DAKWAH INI**

- Dakwah Salafiyah :
Dakwah ini tergambar pada at-Thaifah al-Mansyurah (golongan yang ditolong oleh Allah) yang dikatakan oleh Imam Ahmad bahwa mereka adalah ahli hadits. Dan mereka di zaman sekarang ini adalah siapa saja yang beraqidah dengan aqidahnya ahli hadits yang sesuai dengan aqidahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, akan tetapi jika ia berkecimbung dalam kesibukan mempelajari ilmu hadits baik riwayah maupun dirayah maka itu kebaikan di atas kebaikan.

- Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Dakwah ini tergambar pada setiap kelompok (sesat) dari Asy’ariyah (pengikut kelompok Asy’ariyah), Shufiyah (pengikut aliran Tashawwuf). Rafidhiyyah (pengikut Syi’ah), Mufawwidiyyah (pengikut aliran yang tidak mau memahami ayat-ayat atau hadits-hadits tentang sifat), dan Quburiyyah (pengkultus kuburan).

**MANAKAH DIANTARA DAKWAH-DAKWAH INI YANG LEBIH UTAMA BERADA DALAM KEBENARAN**

- Dakwah Salafiyah :
Tidak diragukan lagi bahwa dakwah inilah yang lebih utama berada dalam kebenaran, tidaklah dikatakan demikian melainkan karena dakwah ini menjadikan al-Qur’an dan as-Sunnah sebagai manhajnya, dan menjadikan jalan salafus shalih sebagai pelita yang menerangi mereka. Karena inilah, dakwah ini lebih utama berada dalam kebenaran daripada dakwah-dakwah yang lain. Lihat Majmu’ Fatawa syaikhul Islam Ibnu Taimiyah jilid I/4.

- Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Tidaklah kebenaran bersekutu dengan mereka, tidaklah dikatakan demikian melainkan karena manhaj dakwah ini dibangun di atas bid’ah dan penyelisihan terhadap manhaj salafus shalih dari kalangan sahabat dan tabi’in.

**APAKAH DAKWAH-DAKWAH INI BERMAKNA HIZBIYYAH (GOLONGAN)**

- Dakwah Salafiyah :
Dakwah salafiyyah bukanlah sebuah golongan jika ditinjau dari pengertian pada zaman ini, yaitu yang berdiri memiliki keanggotaan, dewan-dewan anggota, pendiri-pendiri, dan menetapkan al-wala’ wal bara’ berdasarkan bendera-bendera hisbiyyah atau yang serupa dengannya. Tapi dakwah salafiyyah merupakan sebuah golongan jika ditinjau sebatas pada makna bahasa. Yaitu mereka adalah sebuah kelompok yang berkumpul di atas al-Qur’an dan as-Sunnah sesuai dengan pemahaman salaful ummah, mereka adalah yang dimisalkan sebagai hakikat dari golongan Allah. Allah berfirman : “Maka ketahuilahm bahwa sesungguhnya golongan Allahlah yang beruntung.” (QS. Al-Mujadilah: 22).

- Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Mereka merupakan sebuah golongan yang tercela yang sesuai dengan makna istilah, yang telah ada nash-nash yang memperingatkan akan kemunculannya, mereka memiliki pendiri-pendiri selain Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, memiliki keanggotaa, dewan-dewan pengurus, susunan-susunan rahasia, dan yang serupa dengannya dari penetapan al wala’ wal bara’ berdasarkan bendera-bendera hizbiyyah di dalam diri tokoh-tokoh mereka.

**APA TUJUAN YANG DIUSAHAKAN OLEH DAKWAH-DAKWAH INI**

- Dakwah Salafiyah :
Dakwah salafiyyah berusaha untuk menegakan agama Allah di muka bumi ini baik aqidah, ibadah, prilaku/akhlak, penegakan syariat, dan ittiba’ (mengikuti) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Dan dengan cara inilah akan tegak Daulah Islamiyyah (pemerintahan Islam).
Allah berfirman: “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang soleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada menyekutukan sesuatu apapun dengan Aku” (QS. An-Nur: 55).

- Dakwah Ikhwanul Muslimin :

Tidaklah dakwah ini berdiri kecuali berusaha untuk mendapatkan kekuasaan. Maka ini adalah dakwah politik, karena inilah berkumpul di dalamnya siapa saja yang ingin menempuh jalan bersama mereka yang akan mengantarkan kepada tujuan yang mereka angan-angankan, maka sebagaimana sebuah perkataan: “Yang tidak memiliki maka ia tidak bias memberi”.

Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyah Vo.6 No.5 Edisi 37 – 1429H. Dipublikasikan oleh : ibnuramadan.wordpress.com

__________________________
______________________________
[1] Diterjemahkan oleh Fachri bin Komari dengan koreksi Ust. Abdurrahman Thayyib Lc. Dari risalah yang berjudul Ithaaful Maharah bil Maqaaranah al-Mukhtasarah Bainal Faraq al-Mu’asirah hal. 15-20.
[2] Ini pada saat ditulisnya makalah ini. Adapun se karang kurang lebih sudah berusia 80 tahun, karena Ikhwanul Muslimin didirikan pada tahun 1346 H.(Ed)
[3] Ilmu Riwayah : satu macam ilmu tentang meriwayatkan sabda-sabda Nabi Muhammad , perbuatan-perbutannya, taqrir-taqrirnya dan sifat-sifatnya. (Pengantar Ilmu Musthalahul Hadits hal. 174 oleh Ust.Abdul Hakim Abdat) – (pent).
[4] Ilmu Dirayah: satu macam ilmu yang berbicara tentang qawaa’id (kaidah-kaidah atau dasar-dasar) yang dengannya dapat diketahui sah atau tidaknya sesuatu hadits tersebut yang orang sandarkan kepada kepada Nabi kita Shallallahu ’alaihi wa sallam (Pengantar ilmu Musthalahul hadits hal. 180 oleh Ust. Abdul Hakim Abdat)

http://ibnuramadan.wordpress.com/2009/01/31/garis-pemisah-dakwah-salafiyyah-dengan-dakwah-ikhwanul-muslimin-2/

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.