-->

20 Agustus 2012

KENAPA KITA HARUS BERTAQWA?


(1)-=- Dengan Taqwa, bagaimanapun sulitnya urusan kita akan datang jalan keluarnya. -=-
Allah Ta'aala berfirman," Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar." (QS. At-Thalaq: 2)

(2) -=- Dengan sebab Taqwa pula, urusan kita menjadi mudah, -=-

sebagaimana janji Allah Ta'aala,
"Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. at-Thalaq: 4)

(3)-=- Dengan sebab taqwa, kita akan bisa memilah antara yang halal dan yang haram, -=-

sebagaimana firman-Nya,"Jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (alat pemilah)." (QS. al-Anfal: 29)

(4)-=- Dengan sebab taqwa pula, akibat yang baik akan didapatkan oleh mereka yang bertaqwa, -=-

sebagaimana berita dari Allah Ta'ala,
"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa." (QS. al-Qashash: 83)

Lalu, apakah itu taqwa dan siapakah orang-orang yang bertaqwa?


Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu 'anhu- berkata,"Taqwa adalah takut kepada Dzat Yang Maha Mulia, beramal dengan wahyu, merasa cukup (qana'ah) dengan yang sedikit, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir."

Jadi, taqwa tidak cukup diartikan dengan takut saja, akan tetapi memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Allah Ta'ala berfirman,

"[1] Alif Laam miim,
[2] Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,
[3] (yaitu) mereka kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang kami anugerahkan kepada mereka,
[4] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

(QS. Al Baqarah: 1-4)


Dan juga Allah Ta'ala berfirman,

"[133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
[134] (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
[135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

(QS. Ali Imran: 133-135)


الله تعال اعلم

---------------------------------------------------
(1)-=- Dengan Taqwa, bagaimanapun sulitnya urusan kita akan datang jalan keluarnya. -=-
Allah Ta'aala berfirman," Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar." (QS. At-Thalaq: 2)

(2) -=- Dengan sebab Taqwa pula, urusan kita menjadi mudah, -=-

sebagaimana janji Allah Ta'aala,
"Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. at-Thalaq: 4)

(3)-=- Dengan sebab taqwa, kita akan bisa memilah antara yang halal dan yang haram, -=-

sebagaimana firman-Nya,"Jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (alat pemilah)." (QS. al-Anfal: 29)

(4)-=- Dengan sebab taqwa pula, akibat yang baik akan didapatkan oleh mereka yang bertaqwa, -=-

sebagaimana berita dari Allah Ta'ala,
"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa." (QS. al-Qashash: 83)

Lalu, apakah itu taqwa dan siapakah orang-orang yang bertaqwa?


Ali bin Abi Thalib -radhiyallahu 'anhu- berkata,"Taqwa adalah takut kepada Dzat Yang Maha Mulia, beramal dengan wahyu, merasa cukup (qana'ah) dengan yang sedikit, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi hari akhir."

Jadi, taqwa tidak cukup diartikan dengan takut saja, akan tetapi memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Allah Ta'ala berfirman,

"[1] Alif Laam miim,
[2] Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,
[3] (yaitu) mereka kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang kami anugerahkan kepada mereka,
[4] dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

(QS. Al Baqarah: 1-4)


Dan juga Allah Ta'ala berfirman,

"[133] Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
[134] (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
[135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

(QS. Ali Imran: 133-135)


الله تعال اعلم

-------------------------------------------
--------

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.