-->

28 Agustus 2012

Shahihkah hadits " Tidaklah Islam kecuali dengan berjama'ah .... " ????



Imam Ad-Darimi berkata :

أخبرنا يزيد بن هارون انا بقية حدثني صفوان بن رستم عن عبد الرحمن بن ميسرة عن تميم الداري قال تطاول الناس في البناء في زمن عمر فقال عمر يا معشر العريب الأرض الأرض انه لا إسلام الا بجماعة ولا جماعة الا بإمارة ولا إمارة إلا بطاعة فمن سوده قومه على الفقه كان حياة له ولهم ومن سوده قومه على غير فقه كان هلاكا له ولهم

Mengabarkan kepada kami Yazid ibn Harun, mengabarkan kepada kami Baqiyah, menceritakan kepada kami Sofwan ibn Rustum dari Abdurahman ibn Maisaroh dari Tamim Ad-Dari yang berkata, “Sebagian manusia bersikap berlebihan dalam membangun di zaman Umar, berkata Umar, "Hai orang-orang Arab, tanah !, tanah !. Sesungguhnya tidak ada Islam kecuali dengan berjama'ah, dan tidak ada jama'ah kecuali dengan adanya keamiran dan tidak ada keamiran kecuali dengan taat. Barangsiapa yang dijadikan pemimpin oleh kaumnya karena ilmunya/pemahamannya maka akan menjadi kehidupan bagi dirinya sendiri dan juga bagi mereka, dan barangsiapa yang dijadikan pemimpin oleh kaumnya tanpa memiliki ilmu/pemahaman, maka akan menjadi kebinasaan bagi dirinya dan juga bagi mereka".

Derajat Atsar :

Atsar ini dha’if, tidak shahih dari Umar. Diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi di dalam Sunannya (I/79) no. 251 dan Ibn Abdil Barr dalam Jamiul Bayan al-Ilmu no. 244. Kelemahannya karena adanya perowi bernama Shafwan ibn Rustum.
Keterangan rawi :

1. Yazid ibn Harun, beliau ini tsiqah, muttaqin, ‘abid, Abu Hatim berkata, “Tsiqat imam yang shaduq tidak pernah terlihat yang sepertinya”. Ibnu Mu’in berkata, “Tsiqat”, Al-Ajali berkata, “Tsiqat tsabit”. Biografinya disebutkan oleh Al-Hafizh Ibn Hajar dalam Tahdzib At-Tahdzib jilid 11, biografi no. 612 dan At-Taqrib At-Tahdzib biografi no. 7789.
Dalam riwayat ini beliau disertai oleh Mu’adz ibn Khalid, seperti diriwayatkan oleh Ibn Abdil Bar.

2. Baqiyah ibn Walid, beliau ini shaduq tapi sering melakukan tadlis. Tapi, dia telah menceritakan hadits ini secara terang-terangan.

Adz-Dzahabi berkata :

وقال النسائي وغيره: إذا قال حدثنا وأخبرنا فهو ثقة.

“Berkata Nasai dan selainnya, “Dia tsiqat ketika berkata hadatsana, akhbarona”.
Biografinya disebutkan oleh Adz-Dzahabi dalam Mizan Al-I’tidal biografi no. 1250 secara panjang lebar, Ibn Hajar dalam Tahdzib At-Tahdzib jilid 1 biografi no. 878 dan At-Taqrib At-Tahdzib biografi no. 734.

3. Shofwan ibn Rustum, Imam Dzahabi menuturkan dalam Mizan al-I’tidal (2/316) biografi no. 3897:

صفوان بن رستم. عن روح بن القاسم. مجهول.قال الازدي: منكر الحديث

"Shofwan ibn Rustum (meriwayatkan) dari Ruh ibn Al-Qasim, dia tidak dikenal (majhul). Berkata Al-Azdi, “Munkarul hadits”.

Al-Hafizh Ibnu Hajar persis menyebutkan seperti apa yang disebutkan oleh Adz-Dzahabi, didalam Lisan al-Mizan jilid 3 biografi no. 763.

Hadits diatas DHA’IF (lemah) sebab Shofwan ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.