-->

26 Agustus 2012

APAKAH BENAR ASTRONAUT AMERIKA PERNAH MENDARAT DI BULAN?




Bismillah,

TANYA :

Sebenarnya benar gak klo astronot Amerika sdh sampai ke BULAN..?

JAWAB :

Alhamdulillah, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat telah membuat tulisan mengenai hal ini di bawah judul "Menguak Bualan Bahwa Amerika Pernah Ke Bulan". Tulisan tersebut terdapat di Al Masaa il Jilid 5, Pustaka Darus Sunnah.

Pada tulisan tersebut Ust. Abdul Hakim membagi menjadi 2 bab. Yaitu bab pertama tentang kaidah kaidah agama. Dan bab kedua tentang : bantahan bahwa Amerika pernah ke bulan. Diantara dalil naqliyyah nya adalah :


"Dan bagi kamu di bumi ini ada 'mustaqar' (tempat menetap yang telah ditetapkan) dan kesenangan hidup sampai waktu yang telah ditentukan". (QS. Al Baqarah : 36 & Al A'raaf : 24).


Kemudian berkata Ust. Abdul Hakim, "Kata 'mustaqar' yang ada di dalam ayat di atas sebagaimana juga telah disebutkan di dalam ayat yang lainnya, Allah 'Azza wa Jalla berfirman, "(Yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)." (QS. Al Mu'minun : 13 & Al Mursalaat : 21).


Kemudian berkata Ust. Abdul Hakim, "Dua ayat yang mulia ini menegaskan dan menunjukkan bahwa manusia tidak bisa hidup di tempat selain dari bumi." (Hal. 27).


Berikutnya Ust. Abdul Hakim membawakan dalil-dalil 'aqliyyah yang merupakan keanehan dalam bualan Amerika :


- Mengapa Amerika tidak mengulang kembali perjalanan mereka ke bulan? Kenapa hanya satu kali saja? Kenapa tidak ada pengulangan pengulangan kembali?


- Kenapa Rusia yang telah menjadi saingan terberat mereka tidak melakukannya? Hal ini saya (Ust. Abdul Hakim) yakin karena Rusia lebih pintar dan jujur dengan pengakuan mereka bahwa mereka tidak mampu dan tidak sanggup untuk berbuat demikian, karena resiko yang mereka tanggung sangat besar sekali, sebagaimana yang telah mereka katakan di sebagian buku mereka yang pernah saya (Ust. Abdul Hakim) baca. Bahwa ketika salah seorang kosmonot Rusia ditanya tentang hal itu, dia menjawab :


"Tidak akan mungkin kita dapat sampai ke bulan",


Padahal dalam permasalahan kemajuan teknologi mereka masih setaraf, hanya saja Rusia lebih banyak menutup diri mereka dan tidak banyak komentar, karena mereka berfaham komunis. Dari sini, dapatlah kita mengetahui tentang sebuah skenario besar yang telah dibuat oleh Amerika dengan cara membuat sebuah film yang termasuk film termahal yang pernah dibuat oleh Amerika, yakni film tentang berangkatnya manusia ke bulan.


- Sebagian ilmuwan yang berada di Amerika sendiri telah mengingkarinya bahwa manusia pernah sampai ke bulan, mereka mengatakan bahwa ini hanyalah merupakan kebohongan belaka dan manusia tidak pernah sampai ke sana, adapun apa yang terjadi dan tergambar di film itu hanyalah dilakukan di studio saja. ....


- Dan apabila kita mencoba untuk mengulang-ulang kembali adegan film 'Amerika Pernah ke Bulan' itu dengan seksama, maka kita akan menemukan bahwa memang benar hal itu dilakukan di studio!! Maka saya (Ust. Abdul Hakim) persilahkan kepada siapa saja yang hendak mencoba untuk memperhatikan film tersebut, perhatikanlah dengan baik-baik, niscaya akan terambil kesimpulan bahwa mereka itu tidak sedang berada di luar angkasa. Oleh sebab itu, maka mereka tidak mengulangnya kembali pada zaman yang telah canggih sekai ini khususnya dalam bidang perfotoan, karena kalau mereka buat lagi, akan mudah dilacak kebohongan mereka itu oleh para ahli fotografer.


Yup, itu sebagian dalil 'aqliyyah yang dikemukakan oleh Ust. Abdul Hakim di bukunya Al Masaa il Jild 5.

Anda bisa membacanya untuk mengetahui penjelasan beliau secara lebih luas.

******


DALAM SUATU ACARA TV FOX-5


Yang mengulas tentang pendaratan pertama manusia di Bulan oleh Neil Armstrong ditunjukkan fakta-fakta bagaimana NASA membuat "tipuan" supercanggih yang banyak sekali kelemahan dan kengawurannya.


Misalnya : Dari gerakan para astronauts dan kendaraan yang dipakai di Bulan, sama sekali tidak terlihat mereka berada di ruang hampa anti gravitasi [Gb. 1](terlihat jelas setelah gerakannya dipercepat 2X dan 4X) . Bendera Amerika yang berada di Bulan dalam foto terlihat berkibar-kibar [Gb.2}(padahal di Bulan tidak ada atmosfer, kok bisa ada angin ?).


Ada pakar Fisika yang mengatakan, sampai sekarang (dengan teknologi yang ada sekarang-pun!) dia tidak yakin manusia akan bisa bebas dari pengaruh radiasi di angkasa luar yang hampa udara itu. Material yang ada sekarang 'belum' menjamin bisa melindungi tubuh dari hal itu.(Ini didukung kesaksian mantan awak SKYLAB Russia yg memberi alasan kenapa Russia tidak pernah mengirim awak ke angkasa luar di luar atmosfer). Foto-foto NASA diuji oleh pakar fotografi ternyata merupakan foto palsu (banyak bukti-bukti yang dibuat-buat).


Bayangan foto astronaut/Apollo XI terlihat di banyak titik (spot) [Gb.3] yang berarti memakai "pencahayaan" dari banyak sumber/angle, sementara sumber cahaya di Bulan seharusnya hanya dari arah Matahari. Yang lebih mengejutkan, ternyata banyak astronot yang dikorbankan (dibunuh) karena tahu terlalu banyak dan banyak omong (vokal). Detektif yang menyelidiki ini juga mati secara misterius dalam kecelakaan mobil, sementara bukti-bukti yang dikumpulkannya dalam koper hilang misterius sampai saat ini.


Simplenya begini:


Apa anda yakin dengan teknologi komputer -- pakai program apa ya?-- dan telekomunikasi saat itu (tahun 1969), sudah bisa begitu hebat mengontrol pendaratan langsung (live!) dari Bumi. Sementara ketika Apollo I yang gagal meluncur dan membunuh seluruh astronot-nya, pernah gagal tes karena komunikasi ruang kontrol dan para astronot tidak "tersambung".


Sang astronot vokal yang akhirnya 'dibunuh' itu bilang begini:


Bagaimana mau komunikasi ke Bulan, komunikasi inter-building (antar-ruang saja) kalian tidak bisa membuatnya dengan baik. Tragis bukan! Aneh, jubir NASA masih juga tega-teganya ngotot kalau alasan-alasan yg dikemukakan orang-orang di atas tak masuk akal. Argumen mereka, kalau memang itu penipuan -- masa sih seluruh orang/karyawan NASA dan mereka yang terlibat proyek ini (yang jumlahnya ratusan ribu) kok bisa-bisanya dibodohin semua? Apa itu masuk akal? Para pengritik NASA (beberapa orang yg dulu mengritik sempat juga 'di-Kopassus'-kan) menantang: kalau memang betul pernah ke Bulan, coba dibuat teleskop super-teliti untuk melihat bahwa bekas- bekas pendaratan (mobil astronauts dan bendera Amerika yang ditinggal diBulan)?


Sampai saat ini memang tidak akan dibuat proyek teleskop itu. Maklumlah, kata sang pengritik, sangat mudah membuat film super-canggih (baca: penipuan besar-besaran) kalau dananya US$ 40 Billions! Sementara, jawabannya barangkali masih harus kita tunggu dengan sabar sampai 2 (tahun) ke depan. Kabarnya para scientists Jepang sudah meluncurkan wahana angkasa luar untuk memotret permukaan bulan secara detail. Apakah memang akan ditemukan "rongsokan" bekas pendaratan Neil Armstrong, dkk serta bendera Amerika, The Stars Spangled Banner, yang berkibar-kibar dengan gagah itu? Kita tunggu aja hasil pelacakan para scientists Jepang itu. Ternyata, hanya the Japan/Japanese that can say "NO"!, terhadap penipuan terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia. Coba cermati gambar diatas sekali lagi, foto yang diambil dari sudut manapun tidak terlihat adanya bintang dilangit [Gb. 5], aneh bukan? Untuk gambar paling bawah, disitu tampak bahwa tinggi kedua astronot tersebut hampir sama, tapi kenapa bayangan astronot [Gb. 4] yang sebelah kanan hampir 2X bayangan astronot yang sebelah kiri, janggal bukan?


Padahal satu-satunya sumber cahaya di Bulan adalah Matahari. Apakah di galaksi kita terdapat 9 Matahari seperti pada cerita "Kera Sakti" ?


Sumber :

semuabisnis.com/articles/
134/1/Apakah-NASA-Telah-Membuat-Tipuan/Page1.html

******


Manusia Belum Pernah Mendarat di Bulan?


KOMPAS.com — Empat puluh tahun telah berlalu sejak dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Benarkah astronot Neil Armstrong telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi tersebut?


Pertanyaan menggelitik itu memang terus menyertai kisah misi Apollo 11 dan pendaratannya di permukaan Bulan pada 21 Juli 1969. Kemudian, astronot Neil Armstrong dan Edwin ”Buzz” Aldrin berjalan di permukaan Bulan. Cuplikan video menggambarkan Armstrong mengibarkan bendera Amerika Serikat dan melompat-lompat. Aksi ini menegaskan keberhasilan pendaratan manusia di Bulan.


Sejumlah pihak menyangsikan pendaratan itu. Cuplikan video tersebut penuh dengan keganjilan. Ada yang menganggap video itu tidak dibuat di Bulan, tetapi di sebuah tempat khusus di sekitar Negara Bagian Arizona, AS. Astronom Phil Plait termasuk yang sangsi. Dia memberikan penjelasan pada sebuah program radio ”Are We Alone” yang dikelola SETI Institute. Ini adalah lembaga nirlaba di California, AS, yang fokus pada penjelasan keberadaan makhluk pintar lain di jagat raya.


Plait mengatakan, ada pihak yang skeptis dengan mempertanyakan foto-foto Armstrong dan Aldrin yang memperlihatkan langit tanpa bintang [Gb.5]. ”Tidak ada atmosfer di Bulan sehingga bintang-bintang seharusnya terlihat lebih terang.”


Pihak yang skeptis juga mempersoalkan bendera AS dalam cuplikan video yang tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada udara. Mereka juga mengajukan teori bahwa para astronot mungkin sudah terpanggang radiasi ketika menembus sabuk Van Allen dalam perjalanan ke Bulan.


Kepercayaan melemah


Sebenarnya kepercayaan soal pendaratan di Bulan itu sudah semakin lemah dalam beberapa tahun terakhir. Isu ini mencuat kembali ketika TV Fox pada 2001 menyiarkan sebuah program yang diberi judul ”Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?” Acara TV Fox itu, kata Dr Tony Philips, pada situs Science@NASA, menggambarkan betapa Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) tidak lebih dari sekadar ”produser film yang tolol”.


Semua kesangsian itu telah sering dijawab langsung Armstrong, komandan misi Apollo 11. Tokoh kelahiran Wapakoneta, Ohio, 5 Agustus 1930, itu bersama astronot Buzz Aldrin mengaku telah menikmati permukaan Bulan selama 2,5 jam. Di Bulan, mereka berdua menancapkan bendera AS dan sebuah spanduk bertuliskan ”Di sini manusia dari planet Bumi menginjakkan kakinya pertama kali. Kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia”.


Mengapa awalnya banyak yang percaya? Bagi AS, pendaratan di Bulan adalah sebuah pencapaian besar yang membuat AS seolah-olah unggul dari pesaing utama ketika itu, Uni Soviet, dalam program luar angkasa. Bagi salah satu pesaing AS saat ini, Rusia, teori konspirasi mengenai kebohongan pendaratan di Bulan tahun 1969 itu menjadi semakin populer. Rusia membuat sejumlah situs bahkan film-film dokumenter di televisi untuk menyampaikan kebohongan besar pendaratan di Bulan itu.


***

added link : http://m.facebook.com/note.php?note_id=10150288943511830&refid=21

Semoga bermanfaat


آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ


=====

https://www.facebook.com/home.php?sk=group_178870065487878&view=doc&id=214822401892644

__________________________
________

LINK TERKAIT :


1> BENARKAH MANUSIA BISA MENDARAT DI BULAN ?

Oleh: Abdul Hakim Amir Abdat
Pembohongan USA pergi ke bulan – dibukti oleh dalil Al Quran dan Hadis Sahih mengikut pemahaman salafussoleh
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1939909579917&set=a.1653325175486.2085068.1307751853&type=1&ref=notif&notif_t=photo_comment&theater


2> NEIL ARMSTRONG KE BULAN DAN MASUK ISLAM ADALAH BOHONG (HOAX)

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1941456258583&set=a.1653325175486.2085068.1307751853&type=1&theater

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.