-->

17 Agustus 2012

Beberapa Contoh Perbuatan Bid’ah yang Dihidupkan Oleh Tokoh-Tokoh IM


27 Des
Oleh : Ustadz Abdullah Taslim
1. Perayaan maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Berkata Mahmud ‘Abdul Haliim dalam kitabnya “Al Ikhwanul Muslimun Ahdaatsun Shana’atit Taarikh” (1/109):
“Kami dulu pergi bersama setiap malam ke masjid Sayyidah Zainab, lalu kami melaksanakan shalai ‘Isya’, kemudian kami keluar dari masjid dan berbaris dalam beberapa shaff (di luar masjid), di depan kami berdiri ustadz mursyid (Hasan Al Banna) melantunkan salah satu dari nasyid-nasyid maulid Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan kami mengikuti lantunannya secara bersama-sama dengan suara yang keras (sehingga) mengundang perhatian (orang).”
Lihat juga keterangan ‘Abbas As Siisy dalam kitabnya “Fii Qaafilatil Ikhwaanil Muslimin” (1/48) dan (2/46). Juga dalam “Majallatud Da’wah” (hal. 16, edisi ke-21, bulan Rabi’ul Awwal Tahun 1398 H) pimpinan ‘Umar At Tilmisaany ketika menjadi mursyid IM.
2. Perayaan malam Isra’ dan Mi’raj.
Lihat ucapan At Tilmisaany dalam “Majallatud Da’wah” (hal. 4-5, edisi ke-13, bulan Rajab tahun 1397 H). Dan ucapan As Siisy dalam kitabnya “Fii Qaafilatil Ikhwaanil Muslimin” (1/141-142).
3. Perayaan memperingati peristiwa perang Badar
Berkata Mahmud ‘Abdul haliim dalam kitabnya “Al Ikhwanul Muslimun Ahdaatsun Shana’atit Taarikh” (3/127):
“IM mengadakan pesta perayaan dalam rangka memperingati peristiwa perang Badar di cabang IM wilayah ‘Abbaasiyyah di Kairo, dalam perayaan tersebut disampaikan ceramah mursyid umum IM yang kemudian dimuat dalam surat kabar pada hari berikutnya.”
4. Perayaan memperingati peristiwa Hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
‘Abbas As Siisy dalam kitabnya “Fii Qaafilatil Ikhwaanil Muslimin” (1/192) menceritakan perayaan IM dalam rangka memperingati peristiwa Hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada sub judul: Ceramah Ustadz Mursyid Umum (Hasan Al Banna) dalam perayaan (memperingati) Hijrah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di masjid Sayyidah Zainab.
5. Perayaan dalam rangka mengenang Nawwaab Shafawy (tokoh Syi’ah).
Yang dilakukan oleh para mahasiswa IM di Iran, sebagaimana yang diceritakan oleh At Tilmisaany dalam kitabnya “Dzikrayaat laa Mudzakkiraat” (hal. 131).
6. Perayaan ulang tahun (berdirinya) kelompok IM.
Berkata ‘Abbas As Siisy dalam kitabnya “Fii Qaafilatil Ikhwaanil Muslimin” (1/260):
“IM merayakan ulang tahun ke-20 berdirinya kelompok tersebut.”
7. Menghidupkan peringatan mengenang kematian Hasan Al Banna.
Berkata Mahmud ‘Abdul haliim dalam kitabnya “Al Ikhwanul Muslimun Ahdaatsun Shana’atit Taarikh” (3/179):
“Pada tanggal 12/2/1953 M para anggota Majelis Tsaurah menyatakan keinginan mereka untuk menziarahi tempat pemakaman Hasan Al Banna (dalam rangka) mengenang kematiannya, maka keinginan tersebut disambut baik oleh pihak IM, sehingga di tempat pemakaman mereka disambut oleh sejumlah besar anggota IM, yang dipimpin oleh mursyid umum IM (Hasan Al Hudhaiby).”

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلىِ آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة, وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
Dipublikasikan oleh : ibnuramadan.wordpress.com
Disebarkan di Maktabah Abu Salma al-Atsari atas izin muslim.or.id
Hak cipta berada di tangan penulis dan webmaster muslim.or.id

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.