-->

25 Agustus 2012

Do'a Penawar Hati Dan Kesedihan



                                                                                                                                                                          
DO'A MENGHADAPI KESULITAN

Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhalimiin

“Tidak ada Ilah (yang berhak untuk diibadahi) dengan benar melainkan hanya Engkau semata, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang zhalim”

[HR. At-Tirmidzi no. 3505 dan al-Hakim, dishahihkan dan disepakati oleh adz-Dzahabi (1/505)]

>

Da’ watu Dziinnuuni idzda ‘aa wa huwa fii bathnil huuti : “ Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhalimiin “. Faainnahu lamyad ’u bihaa rajuluun muslimuun fii syai in qaththu, illaa istajaaballaahu lahu.

“Do’a Dzun Nun (Nabi Yunus ‘alaihissalam), ketika dia berdoa di dalam perut ikan paus adalah : “Tidak ada Ilah (yang berhak untuk diibadahi) dengan benar melainkan hanya Engkau semata, Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang zhalim “. Sesungguhnya tidak ada seorang muslimpun yang memanjatkan do’a dengan kalimat tersebut dalam suatu hal apa pun, melaikan Allah akan mengabulkan untuknya”

[Shahih At-Tirmidzi (3/168)]

>

Allaahumma rahmataka arjuu, falaa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘aaiin, wa ashlih lii sya’ nii kullahu, laa ilaaha illaa anta

“Ya Allah, rahmat-Mu yang selalu aku harapkan, karena itu, janganlah Engkau serahkan urusanku kepada diriku meski hanya sekejap mata, dan perbaikilah urusanku semuanya, tidak ada ilah (yang berhak untuk diibadahi dengan benar) selain Engkau”

[HR. Abu Dawud (4/324) no. 5090 dan Ahmad (5/42), serta dihasankan oleh al-Albani dan yang lainnya. Lihat shahih al-Adabul Mufrad no. 539 dan Shahih al-Adzkaar 351/251]

----------

DO’A ORANG YANG MENGALAMI KESULITAN

Allaahumma laa sahla illa maa ja ‘altahu sahlaan wa anta taj’alul hazna idzaa syi’ta sahlaan

“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah. Sedang yang susah bisa Engkau jadikan mudah, apabila Engkau menghendakinya”

[HR. Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya no. 2427 (Mawaarid, Shahih Mawariduzh Zhaam’an 2/450 no. 2058), Ibnu Sunni no. 351. Al-Hafidz berkata : “Hadits diatas shahih”, dan dinyatakan shahih pula oleh ‘Abdul Qadir al-Arnauth dalam Takhrij al-Adzkaar Nawawi hal. 106. Lihat juga Silsilah Ahaadits ash-Shahiihah no. 2886].

----------

DO’A KETIKA MENGALAMI KESUSAHAN, KESEDIHAN DAN PENAWAR HATI YANG DUKA

Laa ilaaha illaallaahul ‘azhiimul haliimu, laa ilaaha illaallaahu rabbul ‘arsyil ‘azhiimi, laa ilaaha illaallaahu rabbus samaawaati, warabbul ardhi, warabbul ‘arsyil kariimi

“Tidak ada Ilah (yang berhak untuk diibadahi dengan benar) selain Allah, Yang Mahaagung lagi Mahapenyantun. Tidak ada Ilah selain Allah, Rabb (pemilik) ‘Arsy yang agung, Tidak ada Ilah selain Allah, Rabb langit dan juga Rabb bumi, serta Rabb Pemilik ‘Arsy yang mulia.”

[HR. Al-Bukhari (7/154) dan Muslim (4/2092)].

>

Allaahumma Innii ‘abduka, wabnu ‘abdika, wabnu amatika, naashiyatii biyadika, maadhiin fiyya hukmuka, ‘adluun fiyya qadhoo uka, as alaka bikulliismin huwalaka, sammaita bihi nafsaka, aw anzaltahu fii kitaabika, aw ‘allamtahu ahadaan min khalqika, awista’ tsartabihi fii ‘ilmil ghoibi ‘indaka, antaj ‘alal qur aana rabii ‘aqalbii, wanuura shadrii, wajalaa ahuznii, wadzahaaba hammii

“Ya allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu (Adam), dan anak perempuan-Mu (Hawa), ubun-ubunku berada di tangan-Mu, berlaku hukum-Mu terhadap diriku dan adil ketetapan-Mu, pada diriku, Aku memohon kepada-Mu dengan segala nama yang menjadi milik-Mu, yang Engkau namai diri-Mu dengannya, atau yang Engkau turunkan di dalam kitab-Mu, atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu, atau yang Engkau rahasiakan dalam ilmu ghaib yang ada disisi-Mu, hendaklah kiranya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penyejuk hatiku, cahaya bagi dadaku dan penghilang rasa sedihku, serta penghilang bagi kesusahanku.”

Melaikan Allah Subhaanahu wa Ta’ala akan menghilangkan kesedihan dan kesusahannya, serta menggantikannya dengan kegembiraan

[HR. Ahmad (1/391, 452), al-Hakim (1/509) dan dihasankan oleh al-Hafidz di dalam Takhrij al-Adzkaar, dan di shahihkan oleh al-Albani. Dan Lihat Takhrijul Kalimith Thayyib hal. 119-120 no. 124, Silsilah Ahaadits ash-Shahiihah no. 199].

>

Allaahu, Allaahu rabbii, laa usy riku bihi syai aan

“Allah, Allah Rabbku, aku tidak menyekutukan sesuatupun dengan-Nya”

[HR. Abu Dawud no. 1525, Ibnu Majah no. 3882,  lihat juga Shahih Ibnu Majah (2/335)].


>

[Disalin dari buku Do’a dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut al-Qur’an dan as-Sunnah, oleh ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Syafi’i]

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.