-->

28 Agustus 2012

Fatwa Syaikh Al Albani tentang Sururiyah

Syaikh Al Albani rahimahullâh di bulan Dzulhijjah tahun 1418 H dalam kaset yang berjudul As Surûriyah Khârijiyyah ‘Ashriyyah (Sururiyah adalah Khawarij Modern) ditanya tentang kitab Al Irjâ’ fil Fikr karya Safar Al Hawali—yang merupakan salah satu idola berat Wahdah Islamiyah. Dalam kitab Al Irjâ’ ini terdapat pemikiran yang berbahaya, maka Syaikh Al Albani rahimahullâh memberikan tanggapan sebagai berikut:
كان عندي – أنا – رأي صدر مني منذ نحو أكثر من ثلاثين سنة حينما كنت في الجامعة الإسلامية وسئلت في مجلس حافل عن رأيي في جماعة التبليغ ؟
فقلت يومئذ : صوفية عصرية أما الآن خطر في بالي أن أقول بالنسبة لهؤلاء – هنا – تجاوبا مع كلمة الذين خرجوا في العصر الحاضر وخالفوا السلف في كثير من مناهجهم فبدا لي أن اسميهم : خارجية عصرية فهذا يشبه الخروج الآن حين نقرأ من كلامهم – في الواقع – ينحو منحى الخوارج في تكفير مرتكب الكبيرة ولعل هذا – ما أدري أن أقول ! – غفلة منهم أو مكر منهم.
وهذا أقوله أيضا من باب قوله تعالى : ( وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى )
ما أدري لا يصرحون بأن كل كبيرة مكفرة لكنهم يدندنون حول بعض الكبائر ويسكتون أو يمرون على الكبائر الأخرى، ولذلك لا نطلق القول ونقول فيهم أنهم خوارج إلا من بعض الجوانب وهذا من العدل الذي أمرنا به
وقال أيضا عن كتاب ظاهرة الإرجاء : ..وما كنت أظن أن الأمر يصل بصاحبه إلى هذا الحد
“Dulu saya berpendapat yang muncul dari saya suatu hari sekitar lebih dari 30 tahun yang lalu ketika saya masih [mengajar] di Universitas Islam [Madinah]. Dan saya ditanya di dalam majelis yang ramai bagaimana pendapatku tentang Jama’ah Tabligh. Maka saya katakan waktu itu bahwa mereka itu “Sufi Modern”. Dan sekarang terlintas di benakku saya menamakan mereka yang keluar di zaman ini [maksudnya Jama'ah Sururiyah] dan mereka menyelisihi para ulama Salaf dan di sini saya berucap dengan kalimat [Al Hafizh Adz Dzahabi], “Mereka menyelisihi manhaj Salaf pada banyak manhaj mereka,” maka sekarang nampak bagi saya, saya namakan mereka sebagai “Khawarij Modern”. Ini sekarang mirip dengan khuruj [kudeta] sebagaimana yang kami baca dari ucapan mereka, karena mereka—dalam kenyataannya—ucapan mereka mengarah seperti arah Khawarij dalam mengkafirkan pelaku dosa besar. Akan tetapi mereka seperti itu—mungkin ini yang tidak aku ketahui—saya katakan, bahwa ini karena kelalaian mereka atau tipudaya mereka!! Dan ini saya ucapkan dalam rangka penerapan ayat:
وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa.” (QS Al Mâ-idah: 8)
Saya tidak tahu mengapa mereka tidak mengatakan dengan terang-terangan bahwa semua dosa besar itu bisa mengkafirkan kalau dilakukan [sebagaimana orang-orang Khawarij yang menganggap sekali berbuat dosa besar maka ia kafir, namun mereka ini tidak hanya mengkafirkan sebagian pelaku dosa besar]. Akan tetapi mereka mendengang-dengungkan sebagian dosa besar dan mereka diam atau membiarkan dosa besar yang lainnya.  Karena itulah saya tidak melihat memutlakkan perkataan kemudian mengatakan bahwa mereka itu adalah Khawarij akan tetapi mereka adalah Khawarij dari beberapa sisi dan ini adalah keadilan yang kita diperintahkan dengannya.”
Perkataan Syaikh Al Albani ini dita’liq oleh Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali hafizhahullâh dan ta’liq beliau ini disebar di internet, kata beliau: “Hendaknya orang yang membaca dan mendengar perkataan Syaikh Al Albani tentang kelompok ini bahwa mereka menyelisihi para ulama Salaf di banyak permasalahan manhaj, sesungguhnya manhaj-manhaj yang sangat banyak yang mereka menyelisihi para ulama Salaf dalam manhaj-manhaj tersebut menimbulkan penyimpangan yang sangat besar dan kadang-kadang penyimpangan mereka lebih berbahaya daripada penyimpangan Khawarij yang disifatkan oleh Nabi bahwa mereka itu adalah makhluq yang paling jelek di dunia ini, bahwa mereka itu anjing-anjing penduduk neraka, bahwa mereka itu keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya dan bahwa mereka itu memerangi umat Islam dan membiarkan para penyembah patung.
Dan apa yang dikatakan oleh Syaikh Al Albani itu adalah benar, mereka telah menyelisihi para ulama Salaf dalam banyak manhaj pokok dan dalam pekara-perkara yang sangat berbahaya, di antaranya (semua yang akan saya sebutkan di sini ada pada Wahdah Islamiyah):
- Mereka memerangi Ahlus Sunnah dan membuat manusia lari dari Ahlussunnah, dari buku-buku mereka dan kaset-kaset mereka dan kebencian mereka terhadap Ahlus Sunnah dan permusuhan mereka dan kedengkian mereka yang sangat besar terhadap Ahlus Sunnah.
- Dan juga dari penyimpangan mereka, loyalitas mereka kepada ahlul bid’ah yang sangat banyak dan bid’ah yang sangat besar dan mereka membenarkan manhajnya yang fasiq dan kitab-kitab mereka yang penuh dengan kesesatan dan mereka menyebarkannya dan mereka membelanya.
- Dan di antara penyimpangan mereka bahwa hawa nafsu mereka telah menyeret mereka untuk melemparkan diri-diri mereka dan pengikut-pengikut mereka ke dalam Al Irja’ Al Ghali (Murji’ah ekstrem) karena mereka ini bermudah-mudahan dalam masalah bid’ah yang sangat besar (perkataan orang-orang Murji’ah bahwa kalau sudah beriman maka tidak berbahaya lagi kalau ada dosa, ini perkataan Murji’ah yang sesat) sedangkan ini Murji’ah yang ekstrim.
- Dan di antara penyimpangan mereka, mereka hawa nafsu mereka telah menyeret mereka untuk meletakkan manhaj-manhaj yang rusak untuk membela bid’ah-bid’ah mereka dan ahlul bid’ah seperti mereka membuat manhaj muwâzanah untuk membela bid’ah dan ahlul bid’ah (dan ini sudah dipraktekkan oleh Wahdah Islamiyah sebagaimana yang kita telah terangkan. Kalau membantah kita, tidak ada muwâzanah tapi kalau mereka dibantah, minta diterapkan muwâzanah. Kalau Sayyid Quthb dibantah mereka katakan harus adil, Hasan Al Banna dibantah harus adil dengan menyebutkan juga kebaikannya. Tetapi kalau Ahlus Sunnah dibantah, tidak ada penyebutan kebaikannya).
Sepantasnyalah mereka ini (orang-orang Sururiyah) disifatkan sebagai Murji’ah ekstrem di zaman ini sebelum mereka itu disifatkan sebagai Khawarij modern di zaman ini.”

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.