-->

26 Agustus 2012

Takut Kepada Syirik


Pada bab berikutnya dalam pembahasan Kitab Tauhid, penulis memulai menguatkan motivasi para pembaca dengan menggambarkan bahayanya syirik kepada Allah. Dengan menyadari akan besarnya bahaya ini, maka hendaknya kita semua sebagai muslim tidak menganggap enteng masalah ini. Mari kita murnikan tauhid dan menjauhi syirik. Temukan alasannya kenapa kita harus takut terhadap syirik.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya." (An-Nisa’: 48, 116)

"… dan jauhkanlah aku serta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala." (Ibrahim: 35)

Diriwayatkan dalam suatu hadits, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, "Sesuatu yang paling aku khawatirkan kepada kamu sekalian adalah perbuatan syirik kecil." Ketika ditanya tentang maksudnya, beliau menjawab, "Yaitu riya’." [1]

Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa mati dalam keadaan menyembah sesembahan selain Allah, masuklah ia ke dalam Neraka." (Hadits riwayat Al-Bukhari)

Muslim meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa menemui Allah (mati) dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada-Nya sedikit pun, pasti masuk Surga; tetapi barangsiapa menemu-Nya (mati) dalam keadaan berbuat sesuatu syirik kepada-Nya, pasti masuk Neraka."

Kandungan Bab Ini
  1. Syirik adalah perbuatan dosa yang harus ditakuti dan dijauhi
  2. Riya’ termasuk perbuatan syirik
  3. Riya’ termasuk syirik ashgar (kecil)[2]
  4. Syirik ashghar ini adalah perbuatan dosa yang paling dikhawatirkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam terhadap para sahabat padahal mereka itu adalah orang-orang shalih
  5. Surga dan Neraka adalah dekat
  6. Dekatnya Surga dan Neraka telah sama-sama disebutkan dalam satu hadits
  7. Barangsiapa mati dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada Allah sedikitpun.pasti masuk Surga. Tetapi barangsiapa mati dalam keadaan berbuat syirik kepada-Nya, pasti masuk Neraka, sekalipun dia termasuk orang yang
    paling banyak ibadahnya
  8. Masalah penting, yaitu bahwa Nabi Ibrahim memohonkan kepada Allah untuk diri dan anak cucunya supaya dijauhkan dari perbuatan menyembah berhala
  9. Nabi Ibrahim mengambil pelajaran dari keadaan sebagian besar manusia, yaitu bahwa mereka itu adalah sebagaimana kata beliau, "Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia …" (Ibrahim: 36)
  10. Bab ini mengandung tafsiran kalimat "La ilaha illallah",,sebagaimana dalam hadits diriwayatkan oleh Al-Bukhari, [yaitu: pembersihan diri dari syirik dan pemurnian ibadah kepada Allah]
  11. Keutamaan orang yang dirinya bersih dari syirik

Catatan Kaki

[1] Hadits riwayat Imam Ahmad, Ath-Thabrani, Ibnu Abid-Dunya dan Al-Baihaqi dalam kitab Az-Zuhd.
[2] Syirik ada dua macam,

Syirik akbar yaitu memperlakukan sesuatu selain Allah sama dengan Allah, dalam hal-hal yang merupakan hak khusus bagi-Nya

Syirik ashghar yaitu perbuatan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits sebagai suatu syirik tetapi belum sampai ke tingkat syirik akbar.

Adapun perbedaannya adalah,
1.      Syirik akbar menghapus seluruh amal, sedangkan syirik ashghar hanya menghapus amal yang disertainya saja
2.      Syirik akbar mengakibatkan pelakunya kekal di dalam Neraka, sedangkan syirik ashghar tidak sampai demikian
3.      Syirik akbar menjadikan pelakunya keluar dari Islam, sedangkan syirik ashghar tidak menyebabkan keluar dari Islam.


Termasuk Syirik: Memakai Gelang, Benang Dan Sejenisnya Sebagai Pengusir Atau Penangkal Mara Bahaya


Masih pada pembahasan Kitab Tauhid, dalam bab ini, penulis hendak menerangkan lebih lanjut pengertian "Tauhid" dan Syahadat "La ilaha illallah" dengan menyebutkan hal-hal yang bertentangan dengannya, yaitu syirik dan macam-macamnya, baik yang besar maupun yang kecil, karena dengan mengenal syirik sebagai lawan tauhid akan menjadi sangat jelas pengertian yang benar mengenai "Tauhid" dan Syahadat "La ilaha illallah"

[1] Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
" Katakanlah, ‘Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudharatan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudharatan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?’ Katakanlah, ‘Cukuplah Allah bagiku’. Kepada-Nya lah bertawakkal orang-orang yang berserah diri." (Az-Zumar:38)

‘Imran bin Hushain menuturkan bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki terdapat di tangannya gelang kuningan, maka beliau bertanya, "Apakah ini?" Orang itu menjawab, "Penangkal sakit." Nabi shallallahu’alaihi wa sallam pun bersabda, "Lepaskan itu, karena dia hanya menambah kelemahan pada dirimu; sebab jika kamu mati sedang gelang itu masih ada pada tubuhmu, kamu tidak akan beruntung selama-lamanya." (Hadits riwayat Imam Ahmad dengan sanad yang bisa diterima)

Dalam riwayat Imam Ahmad pula dari ‘Uqbah bin ‘Amir dalam hadits marfu’, "Barangsiapa menggantungkan tamimah[2], semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya; dan barangsiapa yang menggantungkan wada’ah [3], semoga Allah tidak memberikan ketenangan pada dirinya." Disebutkan dalam riwayat lain, "Barangsiapa menggantungkan tamimah, maka dia telah berbuat syirik."

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Hufaidzah, bahwa ia melihat seorang laki-laki di tangannya ada benang untuk mengobati sakit panas, maka dia putuskan benang itu seraya membaca firman Allah, "Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). " (Yusuf: 106)

Kandungan Bab Ini
  1. Dilarang keras memakai gelang, benang dan sejenisnya untuk maksud-maksud seperti tersebut di atas
  2. Dinyatakan bahwa sahabat tadi apabila mati, sedangkan gelang (atau sejenisnya) itu masih melekat pada tubuhnya, dia tidak akan beruntung. Ini menunjukkan kebenaran pernyataan para sahabat bahwa "Syirik ashghar lebih berat daripada perbuatan dosa besar."
  3. Syirik tidak dapat dimaafkan dengan alasan karena tidak mengerti
  4. Gelang, benang dan sejenisnya tidak berguna untuk menolak atau mengusir suatu penyakit, bahkan berbahaya; karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,"… karena dia hanya akan menambah kelemahan pada dirimu."
  5. Mengingkari dengan keras terhadap orang yang melakukan perbuatan seperti itu
  6. Dijelaskan bahwa orang yang menggantungkan sesuatu barang untuk maksud-maksud seperti di atas, Allah akan menjadikan dirinya menghandalkan barang itu
  7. Dinyatakan bahwa orang yang menggantungkan tamimah telah melakukan perbuatan syirik
  8. Mengikatkan benang pada tubuh untuk mengobati sakit panas termasuk syirik
  9. Pembacaan ayat tersebut yang dilakukan oleh Hudzaifah, menunjukkan bahwa para sahabat menggunakan ayat-ayat yang berkenaan dengan syirik akbar sebagai dalil untuk syirik ashghar, sebagaimana tafsiran yang disebutkan Ibnu ‘Abbas dalam salah satu ayat dari surat Al-Baqarah.
  10. Menggantungkan wada’ah sebagai penangkal atas pengusir ‘ain termasuk pula syirik
  11. Orang yang menggantungkan tamimah didoakan semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya; dan orang yang menggantungkan wada’ah didoakan semoga Allah tidak memberi ketenangan pada dirinya.

Catatan Kaki

[1] Dimulai dengan bab ini, penulis hendak menerangkan lebih lanjut pengertian "Tauhid" dan Syahadat "La ilaha illallah" dengan menyebutkan hal-hal yang bertentangan dengannya, yaitu syirik dan macam-macamnya, baik akbar maupun ashghar, karena dengan mengenal syirik sebagai lawan tauhid akan jelas sekali pengertian yang sebenarnya dari "Tauhid" dan Syahadat "La ilaha illallah".
[2] Tamimah, sesuatu yang dikalungkan di leher anak-anak sebagai penangkal atau pengusir penyakit, pengaruh jahat yang disebabkan rasa dengki seseorang dan lain lagi sebagainya.
[3] Wa’adah sesuatu yang diambil dari laut, menyerupai rumah kerang; menurut anggapan orang-orang jahiliyah dapat digunakan sebagai penangkal penyakit. Termasuk dalam pengertian ini adalah jimat.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.