-->

03 September 2012

AKHIRNYA PKS SIAP MENERIMA CALEG NON-MUSLIM (IMAN, GAK IMAN SING PENTING NGUMPUL)

SUARA PEMBARUAN DAILY

pksPKS Siap Menerima Caleg Non-Muslim

[JAKARTA] Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah mengungkapkan partainya siap menerima calon anggota legislatif dari kalangan non-Muslim. Hal itu merupakan konsistensi atas keterbukaan parpol tersebut.
“Kami siap mencalonkan kalangan non-Muslim sebagai anggota DPR dari PKS dan juga siap bekerja sama atau berkoalisi dengan partai apa pun dan lembaga mana pun,” kata Fahri kepada Antara di Jakarta, Minggu (3/2).
Fahri yang sedang menghadiri penutupan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS di Sanur, Bali, menyatakan kesediaan partainya membuka diri terhadap anggota-anggota dari kalangan non-Muslim juga sebagai konsistensi keterbukaan PKS yang sebenarnya telah dirintis sejak awal.
Selama ini, ia menambahkan, PKS juga telah memiliki anggota DPRD yang non-Muslim di beberapa daerah. Langkah PKS untuk menjadi partai yang terbuka terhadap semua kalangan/agama di Indonesia mendapat sambutan. Salah satunya oleh Sebali Tianyar Arimbawa, pendeta Hindu di Bali yang biasa disebut Ida Pedanda.
Dukungan tokoh sepuh Hindu di Bali atas keterbukaan PKS itu dikemukakan pada saat dialog kebangsaan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKS di kawasan Pantai Sanur. Dia menyatakan siap diajukan sebagai calon legislatif (caleg) dari PKS.
“PKS itu, yang saya tahu, sudah menjadi partai terbuka dari dulu. PKS memahami kemajemukan di negeri ini,” kata tokoh asal Griya Tegeh Amlapura itu. [O-1]
PLURALITAS FITRA, NKRI FINAL Presiden PKS juga menegaskan bahwa PKS komitmen terhadap NKRI. “Karena PKS adalah partai nasionalis yang relijius,” kata Tifatul. Tifatul juga menyampaikan beberapa hal yang mengancam NKRI, diantaranya separatisme dan transnational crime.PK-Sejahtera Online: Pluralitas adalah fitrah manusia. Yang tanpanya, kehidupan manusia di muka bumi bisa rusak. Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS, KH. Hilmi Aminudin di Bali awal Pebruari lalu. “Pluralitas adalah fitrah manusia. Fitrah tidak mungkin ditolak, apalagi dilawan,” ujar Hilmi.
Hilmi juga mengatakan bahwa pelaksanaan Mukernas PKS di Bali adalah bukan sebuah kebetulan. Tapi merupakan sebentuk pengakuan PKS terhadap pluaralitas di negeri ini. Sekaligus untuk menghilangkan stigma negatif terhadap PKS yang selama ini. “Insya allah daerah-daerah lain nanti juga akan dapat giliran (jadi tempat event nasional PKS, red). Bisa di Kupang, Papua, Kalimantan tengah. Semuanya adalah tanah air yang kami cintai,” kata Hilmi.
Bahkan Pria asli Betawi ini mengatakan bahwa Bali patut menjadi contoh dalam membangun kebersamaan masyarakat. Menurutnya masyarakat Hindu Bali yang mayoritas mampu mengayomi dan memperlakukan masyarakat muslim yang minoritas laiknya saudara kandung. “Ini bisa dicontoh oleh komunitas lainnya,” imbuh Hilmi. Untuk mewujudkan itu semua PKS siap all out membangun Bali. “5700 kader PKS di Bali siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali,” jamin Hilmi yang disambut aplaus hadirin.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden PKS Tifatul Sembiring juga menegaskan bahwa PKS komitmen terhadap NKRI. “Karena PKS adalah partai nasionalis yang relijius,” kata Tifatul. Pada kesempatan yang sama, Tifatul juga menyampaikan beberapa hal yang mengancam NKRI, diantaranya separatisme dan transnational crime. (wn)
(RN | PIP PKS-ANZ | pks-anz.org)
TOKOH PKS SAMBANGI PURI_PURI JELANG MUKERNAS Denpasar – Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung. PKS tampaknya ingin mengamalkan kiasan itu. Menjelang Mukernas yang diselenggarakan di Bali, petinggi-petinggi PKS siang ini ‘sibuk’ mengunjungi puri-puri yang berada di Denpasar.Puri yang akan disambangi antara lain Puri Satria, Puri Kesiman, dan Puri Pemecutan.
Puri-puri itu akan dikunjungi secara bergantian oleh mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid, Ketua Majelis Syuro KH Hilmi Aminudin, Ketua Dewan Syariah Pusat Dr Surahman, Ketua MPP Suharna, dan Presiden PKS Tifatul Sembiring.
Kunjungan akan dimulai pukul 14.00 WIB, Kamis (31/1/2008). Mereka bersilaturahmi menjelang Mukernas yang akan digelar mulai 1-3 Februari 2008. Munernas akan digelar di Ina Grand Bali Beach, Sanur.
Alasan PKS menggelar Mukernas di Bali, karena mereka ingin mengubah image bukan sebagai partai ekslusif tapi sebagai partai yang bisa diterima oleh semua kalangan, suku dan agama.
Bali, menurut ketua panitia lokal Mukernas PKS Mujiono saat dihubungi detikcom, dinilai mempunyai karakter nasionalis yang sangat dominan dibandingkan daerah lain. Terbukti partai nasionalis meraup suara besar di Bali.
“Dengan kunjungan ke puri menjelang Mukernas di Bali kita berharap bsia merangkul putra terbaik Indonesia dari berbagai suku bangsa, agama untuk bergabung dengan PKS,” katanya.
Dalam Mukernas, PKS juga akan mengadopsi budaya Bali. Salah satunya peserta akan menggunakan ikat kepala khas Bali, yakni udeng. Selain itu pengamanan Mukernas diserahkan kepada pecalang.
(RN | PIP PKS-ANZ | pks-anz.org)
REPUBLIKA Jumat, 01 Februari 2008‘PKS TERBUKA BUKAN IKUT-IKUTAN
DENPASAR — Tekad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi partai terbuka sudah bulat. Bahkan kata Ketua Dewan Syariah PKS, Dr Surahman Hidayat, keputusan menjadi partai terbuka sudah dipikirkan sebelumnya dan bukan untuk ikut-ikutan.
”Kami melakukannya dengan keyakinan dan penuh keikhlasan,” kata Surahman, di sela kunjungannya ke Puri Kesiman Denpasar, Bali, Kamis (31/1).
Kunjungan Surahman ke sejumlah Puri di Denpasar merupakan rangkaian acara pelaksanaan Mukernas PKS yang akan berlangsung di Sanur, Bali, mulai Jumat (1/2). Bersama Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Surahman juga mengunjungi Puri Pemecutan Denpasar dan Puri Satria Denpasar, serta berkunjung ke kediaman mantan Ketua MUI Bali HS Habib Adnan.
Dikatakan Surahman, andaikata Mukernas PKS di Sanur 1-4 Februari memutus PKS menjadi partai terbuka, semuanya telah didasarkan atas pertimbangan yang matang dan telah melalui kajian yang mendalam. Karena dalam setiap pengambilan keputusan, kata dia, PKS selalu mendasarinya pada tiga hal, yakni pada kajian atau ilmu, pada keyakinan, dan ketiga dengan keikhlasan.
Kelak lanjut Surahman, bila PKS menjadi partai terbuka, maka siapa pun boleh menjadi anggota dan pengurus PKS, bahkan duduk mewakili partai di legislatif. Yang penting lanjutnya, yang bersangkutan memiliki komitmen yang sama dengan partai.
”Tentu saja posisi mana yang akan ditempatinya, sangat tergantung pada lama pengabdian dan kiprah yang ditunjukkannya,” katanya. Mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid, mengatakan meski menjadi partai terbuka, PKS nantinya tetap tidak mengaburkan nilai-nilai keislamannya. ”Sebagai agama terbuka, Islam jangan hanya ditafsirkan dalam pengertian formal saja, tetapi lebih pada bentuk aksi-aksinya, seperti pada pemberantasan korupsi, memberantas kemiskinan, menegakkan demokrasi, menghapus pengangguran.”
Ketika ditanya, apakah dengan menjadi partai terbuka PKS tidak khawatir ditinggalkan oleh para pendukung tradisionalnya, yakni kaum muslimin, Hidayat, menyatakan hal itu tidak akan terjadi. Menurut dia, selama ini kaum muslimin memberikan dukungannya kepada PKS lebih melihat kepada perilaku dan sepak terjang para pengurus dan figur-figurnya.
”Jadi kami tidak melihat alasan mereka untuk berpaling dari PKS, karena kami menerima orang non muslim mnjadi pendukung PKS,” kata Hidayat. Pelingsir Puri Kesiman, Kusuma Wardana, menyatakan PKS jangan menjadi partai yang hanya memikirkan kelompoknya saja, tetapi harus memikirkan bangsa Indonesia yang besar. Kalau PKS hanya memikirkan kelompoknya, maka akan terjadi pengkotak-kotakan dan berarti PKS mengulangi kekeliruan-kekeliruan yang dilakukan oleh partai-partai lainnya.
”PKS harus tetap lurus dalam mengawal bangsa, jangan terparuh oleh kepentingan-kepentingan yang sempit,” kata Kusuma Wardana seusai acara silaturrahim itu.
(aas ) REPUBLIKA Jumat, 01 Februari 2008

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.