-->

05 September 2012

MAKNA dari "BID'AH TIDAK DITERIMA TAUBATNYA"




Ada sebagian ahli bid'ah datang kepada Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, mereka ingin menghiasi dan memperindah bid'ah yang mereka lakukan.

▌Beliau menceritakan dialog beliau dengan mereka dalam Majmu' al-Fatawa (XI/472) :


••►"Sebagian mereka berkata:

"Kami membuat manusia bertaubat."

Maka saya berkata:

Dari apa kalian membuat mereka (bertaubat)?"

••►Ia berkata:

"Dari merampok, mencuri, dan lain-lain."

Saya berkata:

"Kondisi mereka sebelum kalian taubatkan adalah lebih baik daripada kondisi mereka setelah kalian taubatkan. Sebab dulu mereka adalah orang-orang fasik YANG MEYAKINI HARAMNYA SESUATU YANG MEREKA LAKUKAN dan mereka mengharap rahmat Allah dan bertaubat kepada-Nya, atau mereka mempunyai niat untuk bertaubat; lalu kalian jadikan mereka dengan taubat yang kalian sebutkan (sehingga mereka kemudian menjadi) sebagai orang sesat, musyrik dan keluar dari syari'at Islam. Mereka mencintai apa yang dibenci Allah dan membenci apa yang disukai Allah. Dan saya menjelaskan bahwa bid'ah-bid'ah yang mereka lakukan dan juga oleh selain mereka adalah lebih buruk daripada bentuk-bentuk maksiat."

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi,


إِنَّ اللهَ حَجَزَ التَّوْبَةَ عَنْ كُلِّ صَاحِبِ بِدْعَةٍ (رواه أبو الشيخ والطبراني والبيهقي وغيرهم)


“Sesungguhnya Allah mencegah setiap pelaku bid’ah dari taubat”

(H.R Abu Syaikh, At Thabrani, Al Baihaqy dan lainnya).

Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhu berkata :


كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَ إِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً


“Setiap bid’ah adalah kesesatan walau dipandang baik manusia”

( Syarah Ushuul I’tiqod Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah oleh al-Lalika-i )

Berkata Sufyan ats-Tsauri rohimahulloh :

“Perbuatan bid’ah lebih dicintai Iblis dari ma’shiyat. Perbuatan ma’shiyat diterima taubatnya dan perbuatan bid’ah tidak diterima taubatnya. (HR. Al Baghowi dalam Syarhus Sunnah)


Berkata Ibnu Taimiyyah rohimahulloh :


ومعنى قوله إن البدعة لا يتاب منها : أن المبتدع الذي يتخذ دينا لم يشرعه الله ولا رسوله ، قد زُيِّن له سوء عمله فرآه حسنا فهو لا يتوب مادام يراه حسنا ، لأن أول التوبة العلم بأن فعله سيئ ليتوب منه


Makna ucapannya bahwa bid’ah tidak diterima taubatnya :

“Bahwasanya seorang mubtadi’ ( pelaku bid’ah ) yang menjadikan sebagai agama perkara yang tidak disyariatkan Alloh dan Rosul-Nya telah dijadikan indah amal buruknya baginya itu sehingga ia memandangnya sebagai kebaikan. Maka orang itu tidak diterima taubatnya selama dia memandang baik amal bid’ahnya. Karena perkara pertama yang mendorong taubat adalah pengetahuan bahwa amalnya itu salah lalu ia bertaubat darinya.

Alloh berfirman, yang artinya :

"Maka apakah orang yang dijadikan syaithon menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaithon ? Maka sesungguhnya Alloh menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. QS. Faathir ; 35 : 8

Posted by. Abu Fahd

https://www.facebook.com/negara.tauhid/posts/2406295614114

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.