-->

17 Oktober 2012

:: Agar Malaikat Mendo'akan Kita ::

Senengnya punya permintaan yang terkabulkan. Luar biasa.. Meluap-luap sampai siap keluarkan dompet untuk traktir semua orang makan kerupuk bareng-bareng. Hehehe, emang nggak boleh traktir makan kerupuk. Boleh dong, kerupuk satu, sama nasi sedikit, tambah sayurnya, sama ayam goreng, tambah es teh. Lengkap deh.. :D


Alhamdulillah, terucap syukur pada Allah yang Maha Memberi. Setiap kepingin sesuatu, datengnya ke bapak ibu minta dido’akan supaya terkabul. Mau ujian akhir, Mas Ustadz super sibuk. “Mas Ustadz minta do’anya ya, biar lulus ujian”. :D. Sam, inget ma Ustadz ane mau pergi Umroh, ane ketemu beliau cuma nitip dua do’a aja dibilang dah kebanyakan. Kenapa? Ternyata dah banyak orang yang udah nitip beliau. Hehe.. Nah, kalau kita pada yakin sama orang-orang ‘alim (yang masih hidup lho ya) atau sama Mas Ustadz do’anya nyampe ke Allah, bagaimana lagi kalau yang mendo’akan adalah para malaikatnya Allah?

Siapakah mereka para malaikatnya Allah…

وَمَنْ عِنْدَهُ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَلَا يَسْتَحْسِرُونَ يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

“Dan Malaikat yang ada di sisi-Nya, mereka tidak angkuh untuk beribadah kepada-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” [Al-Anbiyaa: 19-20]

Bagaimana kedudukan mereka di sisi Allah…

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim; 6)
Di samping tugas malaikat tersebut di atas, malaikat juga mendo’akan manusia. Ada do’a yang baik, ada juga do’a yang buruk. Do’a yang buruk ini dihaturkan bagi orang yang melakukan kelalaian tertentu. Semoga kita terhindar dari orang-orang yang lalai, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang dido’akan kebaikan oleh para malaikat.

Siapa saja orang-orang yang dido’akan malaikat kebaikan… Ikutlah denganku dalam biduk kesabaran ini, berlabuh meniti risalah agung Rasulullah. Menerima sepenuh hati surat cinta dari langit, lalu kita adegankan dalam kehidupan yang sebentar ini. Mari…
   

1.   Para penuntut ilmu;

وعن أبي الدرداء رضي الله عنه قال، سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ((من سلك طريقا يبتغي فيه علما سهل الله له طريقا إلى الجنة، و إنّ الملائكة لتضع أجنحتها لطالب العلم رضا بما يصنع، وإنّ العالم ليستغفر له من في السموات و من في الأرض حتىّ الحيتان في الماء و فضل العالم على العابد كفضل القمر على سائر الكواكب، و إنّ العلماء ورثة الأنبياء و إنّ الأنبياء لم يورّثوا دينارا ولادرهاما و إنما ورّثوا العلم، فمن أخذه أخذ بحظ وافر))  

Dari Abu Darda’ r.a berkata; “Aku mendengar Rasulullah Saw. Bersabda: “Barangsiapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga, dan sesungguhnya para malaikat akan membentangkan sayapnya kepada pencari ilmu sebagai keridhaan atas apa yang ia perbuat, dan sesungguhnya penghuni langit dan bumi sampai ikan-ikan di laut pun akan memintakan ampun bagi seorang yang berilmu, dan keutamaan seorang yang berilmu atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan purnama atas semua bintang-bintang, dan sesunggunya ulama adalah pewaris para nabi, dan sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar, tidak juga dirham, akan tetapi mewariskan ilmu, maka barang siapa yang mengambilnya berarti ia telah mendapatkan bagian yang banyak.”[1]

   
2.   Orang yang mengajarkan kebaikan;
- وعن أبي أمامة الباهلي رضي الله عنه قال : " ذكر لرسول الله صلى الله عليه وسلم رجلان أحدهما عابد والآخر عالم فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (فضل العالم على العابد كفضلي على أدناكم ) ثم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( إن الله وملائكته وأهل السماوات والأرض حتى النملة في جحرها وحتى الحوت ليصلون على معلم الناس الخير (

Dari Abu Umamah Al-Bahili radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah menyebutkan perumpamaan dua orang yang salah satu di antara keduanya adalah ahli ibadah dan yang lainnya ada seorang yang berilmu. Maka Rasulullah bersabda, “Keutaman orang yang berilmu dengan orang ahli ibadah seperti keutamaanku atas orang-orang yang lebih rendah di antara kalian”. Kemudian beliau bersabda lagi, “Sesungguhnya Allah dan para malikatNya, para penduduk langit, hingga semut-semut di sarangnya, juga ikan-ikan di lautan mendo’akan orang yang mengajarkan kebaikan”.[2]

3.   Orang yang berada di shaf pertama saat shalat berjama’ah;
قال صلى الله عليه وسلم ( إن الله وملائكته يصلون على الصف المقدم والمؤذن يغفر له مدى صوته ويصدقه من سمعه من رطب ويابس وله مثل أجر من صلى معه)

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf awal, dan muadzin itu akan diampuni dosanya sepanjang radius suaranya, dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya”[3]


4.     Orang yang mengisi shaf-shaf shalat yang kosong dan yang merapatkannya;
وعن البراء بن عازب رضي الله عنه قال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم ( يأتي الصف من ناحية إلى ناحية فيمسح مناكبنا أو صدورنا ويقول لا تختلفوا فتختلف قلوبكم قال وكان يقول إن الله وملائكته يصلون على الذين يصلون الصفوف الأول)


Dari Al-Bara` bin 'Azib dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa memasuki celah celah (merapikan) shaf, dari ujung ke ujung lainnya seraya mengusap pundak dan dada kami, lalu bersabda: "Janganlah kalian berselisih, sehingga akan membuat hati kalian berselisih juga." Beliau juga bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada shaf shaf pertama."[4]
   

5.     Shalat di shaf-shaf yang sebelah kanan dari sisi imam;
- قال صلى الله عليه وسلم ( إن الله وملائكته يصلون على ميامن الصفوف ).
Rasulullah bersabda; Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada orang-orang yang shalat di shaf-shaf shalat sebelah kanan.[5]

6.   Orang yang menunggu waktu shalat; 
قال صلى الله عليه وسلم (صلاة الرجل في جماعة تزيد على صلاته في بيته و صلاته في سوقه خمسا و عشرين درجة و ذلك أن أحدكم إذا توضأ فأحسن الوضوء ثم أتى المسجد لا يريد إلا الصلاة لم يخط خطوة إلا رفعه الله بها درجة و حط عنه بها خطيئة حتى يدخل المسجد فإذا دخل المسجد كان في صلاة ما كانت الصلاة تحبسه و تصلي الملائكة عليه ما دام في مجلسه الذي يصلي فيه يقولون : اللهم اغفر له اللهم ارحمه اللهم تب عليه ما لم يؤذ فيه أو يحدث فيه)

Rasulullah bersabda: Shalatnya seseorang secara berjamaah (di masjid) melebihi shalatnya di rumahnya dan shalatnya di pasarnya dengan kelebihan dua puluh derajat lebih. Yaitu apabila dia berwudlu dengan baik, kemudian datang ke masjid. Tidak ada yang menggerakkannya kecuali shalat, tidak bermaksud kecuali hanya shalat melainkan Allah akan angkat setiap melangkah satu langkah, satu derajat baginya, dan dihapus kesalahannya dengan langkahnya ke masjid itu sampai ia masuk ke masjid. Apabila ia telah masuk masjid, hukumnya seperti orang yang melakukan shalat, selama shalat itu menahannya di masjid maka Malaikat selalu berdoa untuk salah seorang di antaramu, selama ia masih di majlisnya (duduk menunggu shalat). Mereka berdoa: Ya Allah rahmatilah ia, ya Allah ampunilah ia, Ya Allah berilah taubat selama ia tidak berbuat kedzaliman, dan selama ia tidak berhadats (batal wudlu).[6]

أَحَدُكُمْ مَا قَعَدَ يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ فِيْ صَلاَةٍ مَا لَمْ يُحْدِثْ تَدْعُوْ لَهُ الْمَلاَئِكَةُ :اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ارْحَمْهُ."

“Tidaklah seseorang di antara kalian duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, melainkan para Malaikat akan mendo’akannya: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.” [7]


7.   Orang yang mendo’akan saudaranya diam-diam; 

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ

“Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” (HR. Muslim no. 4912)

            Masya Allah, ni dia keajaiban do’a-in temen. Jadi, do’a adalah bantuan yang paling agung. “Afwan akhi, cuma bisa bantu do’a dari sini…” cuma? Wah… bukan cuma akhi, itu sudah bantuan yang besar sekali. Kalau mau bantu materi, baru bilang, “Afwan akhi cuma bisa bantu satu miliyar…” ini baru cuma… :D.


8.   Berwudhu saat mau tidur;
. Al-Imam ath-Thabrani meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

طَهِّرُوْا هَذِهِ اْلأَجْسَادَ طَهَّرَكُمُ اللهُ، فَإِنَّهُ لَيْسَ مِنْ عَبْدٍ يَبِيْتُ طَاهِرًا إِلاَّ بَاتَ مَعَهُ فِيْ شِعَارِهِ مَلَكٌ، لاَ يَنْقَلِبُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلاَّ قَالَ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا.

"Sucikanlah badan-badan kalian, semoga Allah mensucikan kalian, karena tidak ada seorang hamba pun yang tidur malam dalam keadaan suci melainkan satu Malaikat akan bersamanya di dalam syi’aar[8], tidak satu saat pun dia membalikkan badannya melainkan satu Malaikat akan berkata: ‘Ya Allah, ampunilah hamba-Mu ini, karena ia tidur malam dalam keadaan suci.” [9]



  9.   Menyisikan sedikit uang untuk berinfak;

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا.

“Tidak satu hari pun di mana pada pagi harinya seorang hamba ada padanya melainkan dua Malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak.’ Dan yang lainnya berkata: ‘Ya Allah, hancurkanlah (harta) orang yang kikir.” [10]
   
10.             Menjenguk teman yang sakit;
- قال صلى الله عليه وسلم ( ما من مسلم يعود مسلما إلا يبعث الله إليه سبعين ألف ملك يصلون عليه في أي ساعات النهار حتى يمسي وفي أي ساعات الليل حتى يصبح)  
Rasulullah shallahu ‘alayhi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim lainnya melainkan Allah akan mengutus 70.000 (tujuh puluh ribu) malaikat yang mendo’akannya. Jika ia menjenguk siang hari, maka para malaikat itu akan mendo’akannya sampai sore. Apabila ia menjenguk malam hari, maka para malaikat mendo’akannya sampai pagi hari.[11]

11.            Orang yang bersholawat ke atas Rasulullah shallahu ‘alayhi wasallam;
. قال صلى الله عليه وسلم (ما من عبد يصلي عليّ إلا صلت عليه الملائكة مادام يصلي عليّ فليقل العبد من ذلك أو ليكثر)

“Tidaklah seorang hamba Allah bersholawat atasku melainkan para malaikat akan bersholawat atasnya, selama hamba tersebut bersholawat atasku. Maka bersholawatlah atasku sedikit atau banyak.”[12]

12.            Orang yang makan sahur;
قال صلى الله عليه وسلم : ( السحور كله بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء فإن الله عز وجل وملائكته يصلون على المتسحرين)

“Setiap waktu sahur adalah barokah. Janganlah kalian tinggalkan makan sahur walaupun kalian hanya meneguk air minum saja, sesungguhnya Allah azza wajalla dan para malaikatNya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur”.[13]


:: Apa Pengaruh Shalawat dari Malaikat?

Yang dimaksud dengan malaikat bershalawat adalah do’a. Malaikat mendoakan orang tersebut agar dirahmati Allah, dan memohonkan ampun kepada Allah untuknya. Abu Al-‘Aliyah berkata[14], “Malaikat mendo’akan manusia agar dilimpahkan rahmat Allah, serta dimohonkan ampun kepada Allah untuknya. Do’a-do’a malaikat itu menjadi sebab keluarnya seseorang dari jalan kegelapan menuju cahaya hidayah Allah, mengeluarkan seseorang dari perbuatan syirik menuju Islam, dari dosa kepada ketaatan, dari kesesatan menuju jalan yang benar, dari perbuatan fasik kepada budi pekerti yang baik, Allah ta’ala berfirman:

هو الذي يصلي عليكم وملائكته ليخرجكم من الظلمات إلى النور
"Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman. (QS. Al-Ahzab: 43)

Nah, saudaraku. Raihlah keutaman-keutaman tersebut. Semoga hidup kita menjadi hidup yang bahagia karena iman, dan mati juga dalam keadaan iman. Jika tidak memungkinkan mengamalkan semuanya, maka amalkan salah satu yang memungkinkan bagi kita untuk bisa setia menjadikannya sahabat di dunia ini, juga di alam kubur nanti. Semoga Allah memudahkan kita dalam segala hal, dalam beramal. Wallhuta’ala a’lam…

Hamba Allah yang faqir
Achmad Tito Rusady, Bengkulu. 23 Sya’ban 1433 H/13 July 2012.
                .
-------------------------------------------------------
Footnote:
[1] HR. Abu Dawud dan Trirmidzi, dalam Al-Jami’ As-Shahih, 6297.

[2] HR. At-Tirmidzi, hadits hasan li-ghairih. Berkata Syaikh Al-Albani, hasan. Lihat: Misykat Al-Mishbaah, 46/1.

[3] HR. Ahmad dan An Nasa’i dengan sanad hasan jayyid, dari Al-Barra’ bin ‘Azib. Syaikh Al-Albani berkata, Shahih lu Ghairih. Lihat; Shahih At-Targhib wa At-Tarhib [1/58]


[4] HR. Ibnu Khuzaimah dalam Shahihnya, Syaikh Al-Albani berkata; Shahih. Lihat; Shahih At-Targhib wa At-Tarhib [1/121]

[5] HR. Abu Dawud dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anhaa. Syaikh Al-Albani berkata, hasan. Lihat; Misykat Al-Misbah [1/241]

[6] Dari Abu Hurairah, disahihkan Al-Albani. Lihat; hadits no 3823 dalam Sahih Al-Jami’ [1/728].

[7] Shahiih Muslim, kitab al-Masaajid wa Mawaadhi’ush Shalaah bab Fadhlu Shalaatil Jamaa’ah wa Intizhaarish Shalaah (I/460 no. 469 (276)).

[8] شِعَارُهُ (syi‘aaruhu). Al-Hafizh al-Mundziri berkata: “الشِّعَارُ (asy-syi‘aar) dengan syin yang dikasrahkan, maknanya adalah segala sesuatu yang ada pada badan berupa pakaian dan yang lainnya.” (At-Targhiib wat Tarhiib I/408)


[9] Ibid, kitab an-Nawaafil, at-Targhiib fii an Yanaamal Insaan Thaahiran Naawiyan lil Qiyaam (I/408-409). Al-Hafizh al-Mundziri berkata: “Hadits ini diriwayatkan oleh ath-Thab-rani di dalam kitab al-Ausath dengan sanad jayyid.” (Ibid, I/409). Al-Hafizh Ibnu Hajar menghukumi sanadnya dengan jayyid. Lihat kitab Fat-hul Baari (XI/109).


[10] Muttafaq ‘alaih. Shahiih al-Bukhari kitab az-Zakaah bab Qau-luhu Ta’ala: Fa Amma Man A’thaa wat Taqaa wa Shaddaqa bil Husnaa (III/304 no. 1442) dan Shahiih Muslim kitab az-Zakaah bab Fil Munfiq wal Mumsik (II/700 no: 1010 (57)).

[11] HR. Hakim, Ibnu Hibban dalam shahihnya. Hadits Marfu’, dan hadits tersebut lafaznya At-Tirmidzi, Shahih dengan syarat. Dishahihkan Al-Albani, dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhib [3/197]

[12] HR. Ahmad dalam Musnad-nya, Al-Albani berkata; Shahih Mursal. Lihat; Shahih Al-Jami’ [5/174]

[13] HR. Ahmad dari Abu Sa’id Al-Khudriy, isnadnya kuat. Syaikh Al-Albani berkata; Hasan Li Ghairih. Lihat; Shahih At-Targhib wa At-Tarhib. [1/258].

[14] عيسى بن حسن الذياب، إمام جامع الأندلس المملكة العربية السعودية الدمام 24/10/1424هـ نقل من www.saaid.net من تصلي عليهم الملائكة.


Referensi:
http://www.saaid.net/rasael/442.htm
http://al-atsariyyah.com/keutamaan-mendoakan-orang-lain-tanpa-sepengetahuannya.html
http://asysyariah.com/menjenguk-orang-yang-sakit.htm

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.