-->

16 November 2012

Merana Indah Malam Hari

 
Merana Indah Malam Hari....

Sepi Malam dan titis hujan di Beranda

Adalah dendang gema rindu yang terlukis diam-diam


pada rangka langit dan bintang yang enggan tertampakkan

sementara embun luruh perlahan menyentuh subuh

menyeka pucuk rerumputan, kaca jendela, helai daun,

juga bening mataku yang nanar menatap

setiap serpih kenangan menggigil dalam gelap



Ketika desah nafas tertahan di desir angin

yang lembut bertiup di selasar hembusan

kupagut segala perih lalu kubungkus rapi

pada sebuah sajak yang ku jamu disetiap rindumu bertamu

tentang angan yang masih ku tadah

tentang cinta yang sedang ku tuju jalan mencari arah

tentang resah yang senantiasa ku taklukan kalah

tentang mimpi-mimpi yang masih ku cari dimana tepi

dan tentang senyap yang kerap hangat ku dekap erat

saat dini hari enggan mengusir dalam semilir

kunang-kunang yang berpendar sia-sia

pada gelap malam cahayamu redup di tengah hujan

ketika bayang rindumu muncul

dari sudut bulan separuh purnama

ku peluk bisikmu dari jauh walau tak tersentuh

Terenyuh bulir beningku luluh di detik yang utuh

inilah jemariku membawa suluh

Menggenggam setiaku, menjagamu dari jauh

[Ar-Riauniy 13-11-12 Pekanbaru]

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.