-->

27 Agustus 2012

101 Bukti Yesus Bukan Tuhan



Oleh : H. Insan LS Mokoginta

Bismillah. Allah Subhanahu wa ta'ala berirman:
"Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam," padahal Almasih sendiri berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka sesungguhnya Allah haramkan surga atasnya, dan tempatnya di neraka, dan tidaklah ada penolong bagi orang-orang yang zalim." (Q.S. 5 al-Maidah 72).

"Sungguh kafirlah orang-orang yang berkata, "Bahwasanya Allah salah satu dari tiga," padahal tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, sungguh orang-orang yang kafir di antara mereka yang ditimpa azab yang pedih." (Q.S. 5 al Maidah 73).

"Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil." (Qs 43 Az Zuhkruf 59).

"Hai manusia, telah dibuat perumpamaan, maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah." (Qs 22 Al Hajj 73).

"Tiap-tiap orang yang telah mendengar kenabianku baik Nashrani atau Yahudi kemudian bila ia mati tidak masuk Islam, niscaya ia ahli neraka," (HR. Muslim).

Mukadimah

Alhamdulillah segala puji hanya kepada Allah yang telah memberikan hidayah-Nya sehingga buku ini bisa saya selesaikan dalam waktu relative singkat, satu bulan. Shalawat serta salam kepada uswatun hasanah, teladan kita baginda Rasulullah Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam.

Kami menyadari bahwa judul buku ini akan menuai reaksi positif maupun negative yang cukup besar dari kalangan muslim dan kristiani. Namun demikian bukanlah kami bermaksud mendis-kreditkan salah satu agama, tidak! Sebab ummat Kristiani juga harus menyadari bahwa Yesus yang menurut kami adalah Nabi Isa 'Alaihis Salam, adalah nabi kami yang ummat Islam juga.

Di dalam Al Qur'an, nama Nabi Isa 'Alaihis Salam lebih banyak disebut dari nama Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam, demikian juga nama Siti Maryam bunda Nabi Isa 'Alaihis Salam. Bahkan dalam Al Qur'an ada nama surat Maryam. Lebih daripada itu, tidak sempurna iman seorang Islam jika tidak mengimani semua Rasul Allah, termasuk Nabi Isa 'Alaihis Salam (Yesus).

Bahkan beriman kepada semua Nabi Allah termasuk Yesus (Nabi Isa 'Alaihis Salam) dan kitab-kitab-Nya (termasuk Taurat, Zabur dan Injil) adalah bagian dari Rukun Iman  kita. Karena itu, kitab-kitab yang turun sebelumnya seperti Taurat, Zabur dan Injil (yang asli) adalah kitab kami ummat Islam juga.

"Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil," (Qs 3 Ali Imran 3).

Oleh sebab itu jika kami meluruskan kesalahpahaman dalam kitab-kitab tersebut, bukanlah berarti kami mencampuri urusan agama lain, tetapi semata-mata sebagai pembelaan dalam rangka meluruskan kesalahpahaman dalam mengimaninya.

Meluruskan kekeliruan terhadap Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) adalah tugas setiap mubaligh Islam, bahkan diperintahkan Allah Subhanahu wa ta'ala untuk menyampaikannya, sebagaimana firman-Nya  sebagai berikut :

"Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu." (Qs 5 al Maidah 68)

Allah perintahkan sampaikan kepada Ahli Kitab supaya mereka tidak terjerumus kepada kekufuran dan kekafiran, maka hendaklah mereka tegakkan kebenaran ajaran Taurat, Injil dan Qur'an. Sebab itu sangat beralasan jika kami luruskan para Ahli Kitab agar mereka sadari kekeliruan mereka, dan kembali kepada jalan yang benar.

Buku ini sangat baik dibaca oleh umat Islam dan Kristen, karena masalah ketuhanan Yesus sejak zaman dahulu dipermasalahkan. Bagi yang benar-benar ingin mencari kebenaran hakiki, insya Allah ditemukan dalam buku ini.

Saran dan kritik tentu kami harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan buku ini.

Katakanlah, "Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan-Nya." (Qs 112 : 1-4). (1)

--------------------------------------------------------------------------------
** Tulisan Arab  berasal Al Quran Digital

(1). Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum musyrikin meminta penjelasan tentang sifat-sifat Allah kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam dengan berkata: "Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu." Ayat ini (S. 112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai tuntunan untuk menjawab permintaan kaum musyrikin.
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah dari Abi Aliyah yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab. Diriwayatkan pula oleh at-Thabarani dan Ibnu jarir yang bersumber dari Jabir bin Abdillah dan dijadikan dalil bahwa surat ini Makkiyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Yahudi menghadap kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan diantaranya Ka'bubnul 'asyraf dan Hay bin Akhtab. Mereka berkata: "Hai Muhammad, lukiskan sifat-sifat Tuhan yang mengutusmu." Ayat ini (S.112:1-4) turun berkenaan dengan peristiwa itu.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah dan Ibnu Mundzir yang bersumber dari Sa'id bin Jubair. Dengan riwayat ini Sa'id bin Jubair menegaskan bahwa surat ini Madaniyyah.)

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum Ahzab (Persekutuan antara kamu Quraisy, Yahudi Madinah, kaum Goththafan dari Thaif dan munafiqin Madinah dan beberapa suku sekeliling Makkah) berkata: "Lukiskan sifat Tuhanmu kepada kami." Maka datanglah Jibril menyampaikan surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat-sifat Allah.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Abil 'Aliyah yang bersumber dari Qatadah.)

Keterangan:
Menurut as-Suyuthi kata "al-Musyrikin" dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka'ab ialah musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga surat ini dapat dipastikan Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dengan demikian, tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut di atas dan diperkuat pula oleh riwayat Abus Syaikh di dalam kitabul Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar menghadap kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan berkata: "Hai Abul Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu." Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam tidak menjawab, sehingga turunlah Jibril membawa wahyu surat ini (S.112:1-4) yang melukiskan sifat Allah.


1. Silsilah Yesus Kristus
Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanak Ishak, Ishak memperanak Yakub, Yakub memperanak Yehuda dan saudara-saudaranya …. Yakub memperanak Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kritus …… (Matius 1 : 1 …… dst).
Sebenarnya silsilah Yesus (Nabi Isa 'Alaihis Salam) hanya bisa dinisbatkan kepada ibunya Maryam karena kelahiran beliau tidak melalui hubungan biologis. Yesus (Nabi Isa) lahir dari kalamullah maka lebih pantas disebut Yesus (Isa) bin Maryam, bukannya Isa (Yesus) bin Yusuf. Karena ia dilahirkan oleh manusia, maka Yesus adalah 100% manusia dan bukan Tuhan !

Yang namanya Tuhan (Allah), mustahil bersilsilah, Dia tidak berawal dan tidak berakhir. Maka kesimpulannya adalah sebagai berikut :
  • Setiap yang bersilsilah, pasti dia bukan Tuhan !
  • Yesus bersilsilah, berarti Yesus bukan Tuhan !!
Dalam Qs. 57 Al Hadiid ayat 3 dijelaskan sebagai berikut :
"Dialah Yang Awal dan Yang Akhir dan Yang Batin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (Qs. 57 Al Hadiid 3)

Ayat tersebut menjelaskan, hanya Allah saja yang tidak berawal dan tidak berakhir, sementara Yesus (Nabi Isa) berawal dan berakhir. Berawal dari kelahirannya dan berakhir dengan kematiannya.
  1. Setiap yang berawal dan berakhir, pasti bukan Tuhan !
  2. Yesus berawal dan berakhir, berarti Yesus bukan Tuhan !!

2. Kelahiran Yesus Kristus
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1 : 21).
Ayat tersebut merupakan nubuat Allah buat Maryam bahwa ia akan melahirkan anak laki-laki yang bernama Yesus, sebagai penyelamat Umat yaitu Bani Israel.
  • Setiap yang dilahirkan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dilahirkan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Yesus menjadi penyelamat umatnya (Bani Israel) berarti Yesus hanya seorang utusan Tuhan, manusia biasa dan bukan Tuhan.
Al Qur'an juga menginformasikan kelahiran Yesus sebagai berikut: 
"(Jibril) berkata, "Aku hanyalah utusan Tuhan-mu untuk memberikan kepadamu seorang anak laki-laki yang suci." (Qs 19 Maryam 19).

3. Yesus Pemimpin Umat Israel
"Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel." (Matius 2:6).
Yesus dinubuatkan Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin yang akan menggembalakan umatnya Israel.
  • Setiap yang dinubuatkan Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dinubuatkan Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang dijadikan penggembala bagi umat Israel, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dijadikan penggembala bagi Israel, berarti Yesus bukan Tuhan.

4. Yesus dibaptis oleh Yohanes
"Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibabtis olehnya." (Matius 3:13).
Kalau Yesus itu Tuhan, mestinya Yesus yang membaptis Yohanes, bukan sebaliknya. Setiap orang baru memasuki wilayah suatu agama, pintu pertama yang harus dia lewati yaitu "pembaptisan", yang kalau dalah Islam "Bersyahadat". Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus dibabtis.
  • Setiap yang dibabtis, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dibabtis, berarti Yesus bukan Tuhan.

5. Yesus dikasihi oleh Tuhan.
"Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan : "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:17).
Suara yang terdengar dari langit itu adalah suara Tuhan yang mengasihi dan berkenan terhadap anak-Nya yaitu Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, suara Tuhan yang mana lagi yang ia dengar? Bukankah Tuhan itu hanya satu?
  • Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang dikasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

6. Yesus dibawa dan dicoba oleh iblis
"Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis." (Matius 4:1).
Jika Yesus itu Tuhan, mestinya Tuhanlah yang mencobai Iblis, bukan sebaliknya. Sangat tidak rasional jikat Tuhan harus dicobai oleh Iblis. Sebagai seorang Nabi atau Rasul, tentu sangat wajar jika Yesus dicobai Iblis karena dia hanya seorang yang diutus oleh Tuhan.
  • Setiap yang di coba oleh iblis, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus di coba oleh Iblis, berarti Yesus bukan Tuhan.

7. Yesus berpuasa dan merasa lapar
"Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus." (Matius 4:2).
Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu Tuhan harus berpuasa dan merasa lapar. Yang berpuasa dan merasa lapara adalah sifat manusia.
  • Setiap yang berpuasa dan lapar, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus berpuasa dan merasakan lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.

8. Iblis membawa Yesus
"Kemudian Iblis membawa-Nya ke kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah." (Matius 4:5)
Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan bisa dibawa-bawa oleh Iblis, apalagi ditempatkan oleh iblis di atas bubungan Bait Allah. Jika dia Tuhan, mana kekuasaannya sampai dia bisa dibawa-bawa oleh iblis? Hal ini terkesan seperti main-main saja, apalagi iblis memerintahkan agar Yesus meloncat dari bubungan Bait Allah.
  • Setiap yang ditempatkan iblis ke atas bubungan Bait Allah, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus ditempatkan oleh iblis ke atas bubungan Bait Allah, berarti Yesus bukan Tuhan.

9. Yesus dibawa iblis ke atas gunung
"Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya." (Matius 4:8).

Seandainya Yesus itu Tuhan, tidak mungkin dia bisa dibawa-bawa oleh iblis, apalagi sampai ditempatkan oleh iblis di atas gunung yang sangat tinggi.
  • Setiap yang dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dibawa-bawa oleh iblis ke atas gunung, berarti Yesus bukan Tuhan

10. Yesus menyuruh hanya menyembah kepada Allah.
"Maka berkatalah Yesus kepadanya :"Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya Dia sajalah engkau berbakti!". (Matius 4:10).
Yesus menghardik dan menyuruh Iblis untuk menyembah hanya kepada Allah saja. Ini berarti iblispun tahu bahwa Yesus mengajarkan tauhid dan dia bukan Tuhan atau Allah yang harus disembah. Jika Yesus itu Tuhan, tentu kata-katanya kepada Iblis sebagai berikut, "Enyahlah Iblis! Sebab ada tertulis : Engkau harus menyembah Aku, sebab hanya kepadaKu sajalah engkau berbakti!"
  • Setiap yang menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti bukan Tuhan!
  • Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!
Dalam Al Qur'an surat Az Zuhruf 63-64 :
Dan ketika Isa datang membawa keterangan-keterangan, dia berkata, "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan hikmah dan supaya aku terangkan kepada kamu sebagian daripada yang kamu perselisihkan padanya. Maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." (QS: 43 - Az Zuhruf 63)

Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah dia. Inilah jalan yang lurus." (QS: 43 - Az Zuhruf 64)

Yesus menyuruh menyembah kepada Tuhan yang dia sembah yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala. Ini membuktikan bahwa Yesus hanyalah seorang nabi, rasul atau utusan Tuhan, bukan Tuhan!.

11. Yesus suruh melakukan menurut kehendak Tuhannya.
"Bukan setiap orang yang berseru kepadaku : Tuhan, Tuhan! Akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di Sorga." (Matius 7:21).
Yesus mengatakan bahwa "Yang masuk surga adalah orang yang melakukan menurut kehendak Bapanya." (Allah), bukan hanya berseru kepadanya : Tuhan, Tuhan!. Jika Yesus itu Tuhan, niscaya dia akan mengatakan bahwa "yang masuk ke dalam kerajaan surga yaitu mereka yang melakukan menurut kehendakku!"
  • Setiap yang menyuruh melakukan kehendak Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus menyuruhnya melakukan menurut kehendak Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.

12. Yesus mengaku utusan Tuhan.
"Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut aku, ia menyambut Dia yang mengutus aku." (Matius 10:40)
Ayat ini bermakna bahwa barangsiapa yang menghormati Yesus, sama saja dia telah menghormati Tuhan yang mengutusnya. Atau barang siapa yang mengikuti ajaran Yesus, sama saja dia telah mengikuti ajaran yang telah mengutusnya yaitu Tuhan. Atau barang siapa yang mempermuliakan Yesus, berarti sama saja dia telah mempermuliakan yang mengutusnya yaitu Allah Subhanahu wa ta'ala. Ini membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan, tapi hanya seorang utusan Tuhan.
  • Setiap yang diutus oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus diutus oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan, tapi utusan Tuhan.

13. Yesus mengaku dia seorang Nabi.
"Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang yang benar, ia akan menerima upah orang benar." (Matius 10:41).
Yesus mengaku dia seorang yang benar dan seorang nabi, buka Tuhan!.
  • Setiap yang mengaku seorang nabi, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus mengaku dia hanyalah seorang nabi, berarti Yesus bukan Tuhan!
Ayat tersebut bermakna, siapa yang menganggap Yesus sebagai Nabi, dia akan menerima upah nabi. Dan siapa yang menerima Yesus sebagai orang benar, maka dia akan menerima upah orang benar. Keem-pat Injil, yaitu Matius 13:57, Markus 6:4, Lukas 13:33, dan Yohanes 4:44, semuanya mencatat pengakuan Yesus bahwa dia hanyalah seorang nabi, bukan Tuhan!

Al Qur'an juga menjelaskan bahwa Yesus (Nabi Isa) hanyalah seorang nabi, sebagaimana ayat tersebut dibawah ini :
"(Isa) berkata, "Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Allah memberiku kitab dan Dia menjadikan aku seorang nabi." (Qs 19 Maryam 30)

Catatan :
Umat Islam yang menyambut Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam sebagai seorang nabi dan seorang benar, berarti mereka akan menerima upah sebagai seorang Nabi dan seorang benar. Semua umat Islam bershalawat kepada Nabi Muhammad, bukan mendoakannya agar beliau selamat di akhirat, tapi yang bershalawat itulah yang akan menerima berupa pahala sebagai orang yang benar dan berahklak. Dan perintah untuk bershalawat, kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam adalah perintah Allah, bukan perintah Muhammad, sebagaimana firman-Nya.
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat atas Nabi.[1] Hai orang-orang yang beriman bersalawatlah kepadanya, dan berilah salam dengan sungguh-sungguh."[2] (Qs 33 Al Ahzaab 56).

Shalawat Allah kepada Nabi berarti curahan rahmat-Nya. Shalawat malaikat kepada Nabi berarti permohonan rahmat Allah kepadanya. Allah menyuruh orang-orang mukmin bershalawat kepada Nabi adalah sebagai perwujudan rasa kecintaan dan cara yang paling baik untuk memelihara hubungan dengan Nabi Muhammad. Sedangkan untuk memelihara hubungan dengan sesama muslim dilakukan dengan saling menyampaikan salam.

14. Yesus bersyukur kepada Tuhan.
"Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Baa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil." (Matius 11:25).
Yesus sendiri mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia juga mengucapkan syukur kepada Allah, yaitu Tuhan langit dan Bumi.
  • Setiap yang bersyukur kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus bersyukur kepada Tuhan langit dan bumi, berarti Yesus bukan Tuhan pencipta langit dan bumi!
Al Qur'an jelaskan bahwa pencipta langit dan bumi bukan Yesus (Isa 'Alaihis Salam) melainkan Allah  Subhanahu wa ta'ala. "Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang, kemudian orang-orang kafir menyamakan sesuatu dengan Tuhan mereka." (Qs 6 Al An'aam 1).
----------------------
** Tulisan Arab berasal dari Al Quran Digital
[1]. Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan: Allahuma shalli ala Muhammad.
[2]. Dengan mengucapkan perkataan seperti: Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi.

15. Yesus mengusir setan dengan kuasa Roh Kudus
"Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Roh Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu." (Matius 12:28)
Yesus mengaku bilamana ia mengusir setan, itu dilakukan dengan bantuan kuasa Roh Allah, bukan dengan kuasanya sendiri. Pengakuan Yesus dengan jujur dan polos tersebut, memberikan suatu makna bahwa apa yang dia lakukan itu semua atas kuasa Roh Allah, bukan atas kuasanya sendiri, sebab dia bukan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dari ayat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa :
  • Setiap yang mengusir setan atas bantuan Roh Allah, pasti bukan Allah.
  • Yesus mengusir setan atas bantuan Roh Allah, berarti Yesus bukan Allah.
  • Setiap yang tidak punya kuasa mengusir setan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus tidak punya kuasa mengusir setan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Untuk mengusir setan saja Yesus harus minta bantuan dari Roh Allah. Ini menunjukkan bahwa Yesus bukan Tuhan, sebab terhadap setan saja dia tidak sanggup mengusirnya jika tidak dibantu oleh Roh Allah.

16. Yesus berikan tanda tidak tepat
"Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." (Matius 12:40.
Waktu itu beberapa orang ahli Taurat dan orang Farisi meminta sesuatu tanda dari Yesus, dan kepada mereka Yesus berikan suatu tanda nabi Yunus tinggal dalam perut ikan 3 hari 3 malam. Ternyata tanda-tanda yang diberikan Yesus tersebut tidak tepat. Alasannya sebagai berikut :
  1. Nabi Yunus berada dalam perut ikan selama 3 hari 3 malam, sementara Yesus berada dalam perut bumi hanya 1 malam 3 hari.
  2. Nabi Yunus selama dalam perut ikan tetap dalam keadaan hidup, sementara Yesus dalam perut bumi dalam keadaan mati.
Kalau Yesus itu benar-benar adalah Tuhan, tentu ramalannya akan tepat atau tidak akan meleset. Ternyata ramalan atau tanda-tanda yang Yesus berikan kepada ahli Taurat dan orang Farisi, tidak tepat atau meleset. Tentu saja ini cukup memberikan suatu bukti bahwa dia bukan Tuhan.
  • Setiap yang memberikan ramalan yang tidak tepat, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus memberikan ramalan atau tanda yang tidak tepat, berarti Yesus bukan Tuhan!
  • Setiap yang mati dan tinggal ke dalam rahim bumi, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus mati dan tinggal dalam rahim bumi, berarti Yesus bukan Tuhan!

17. Yesus berdoa di atas bukit
"Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian disitu." (Matius 14:23).
Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Yesus naik ke bukit untuk berdoa seorang diri. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak perlu berdoa lagi kepada Tuhan. Jika masih ada Tuhan lain yang dia sembah, berarti Tuhan itu lebih dari satu. Tuhan yang mana lagi yang disembah oleh Yesus, jika ia sendiri adalah Tuhan???
  • Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus berdoa kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

18. Yesus diutus hanya untuk Bani Israel
"Jawab Yesus : "aku diustus hanya kepada domba-domba yang hilang dari Umat Israel." (Matius 15:24)
Pengakuan Yesus tersebut menunjukkan bahwa dia hanya benar-benar di utus untuk kaum tertentu saja, yaitu Bani Israel, bukan untuk seluruh kaum semesta. Jika Yesus itu Tuhan, pasti ajarannya untuk seluruh manusia, seluruh alam semesta. Tetapi dalam ayat tersebut Yesus katakan bahwa dia hanya diutus untuk kaumnya saja yaitu Bani Israel.
  • Setiap yang diutus Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus diutus Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
Al Qur`an juga menjelaskan bahwa Yesus itu bukan Tuhan tapi hanya seorang utusan Tuhan bagi kaumnya saja, yaitu Bani Israel. Perhatikan ayat Al Qur`an sebagai berikut :
"Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab[1], Hikmah, Taurat dan Injil." (Qs Ali Imran 48)

"Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): "Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. " (Qs Ali Imran 49)

"Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikan-nya sebagai teladan bagi Bani Israil." [2](Qs 43 Az Zuhkruf 59).

Ayat Alkitab dibawah ini yaitu Kisah Rasul 13:23, lebih memperjelas kebenaran Al Qur'an :
"Dan dari keturunannyalah, sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya, Allah telah membangkitkan Juru selamat bagi orang Israel, yaitu Yesus." (Kisah Rasul 13:23)
---------------------------
** Tulisan Arab berasal dari Al Quran Digital
[1]. Al Kitab di sini ada yang menafsirkan dengan pelajaran menulis, dan ada pula yang menafsirkannya dengan kitab-kitab yang diturunkan Allah sebelumnya selain Taurat dan Injil.
[2] Ayat ini menegaskan pandangan Islam terhadap kedudukan lsa 'Alaihis Salam.

19. Yesus datang dengan kemuliaan Bapanya / Tuhan
"Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya." (Matius 16:27).
Yesus memberikan kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, karena dia dilahirkan dari rahim seorang manusia bernama Maria. Yesus tahu dia punya seorang ibu, makanya dia katakan bahwa dia adalah anaknya manusia. Tidak sekalipun Yesus memberikan kesaksian bahwa dia adalah Allah itu sendiri. Buktinya Yesus dikatakan bahwa di akhir zaman nanti dia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya (Allah). Ini membuktikan bahwa dia itu bukan Tuhan!
  • Setiap yang mengaku anak manusia pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku sebagai anak manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang datang dalam kemuliaan Tuhannya, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus datang dalam kemuliaan Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!
20. Yesus adalah Mesias
"Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya : "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan Yohanes Pembabtis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan Yeremia atau salah satu nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka : "Tetapi apa katamu, siapa Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga."
Dalam dialog antara Yesus dengan murid-muridnya tersebut, tidak sekalipun Yesus mengaku diri sebagai Tuhan. Keduabelas murid tersebut adalah orang yang paling dekat dengan Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, tentu mereka itulah yang pertama mengetahui. Saat Yesus bertanya: "Siapakah aku ini?" tidak seorang pun dari mereka yang mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan. Justru mereka menjawab "Engkau adalah Mesias anak Allah yang hidup." Jawaban mereka dibenarkan oleh Yesus. Sebab kata Yesus, jawaban itu berasal dari Bapa-Ku (Allah-Ku) yang di sorga.

Mesias berasal dari bahasa Ibrani 'Masyiakh' atau 'Al-Masih' atau 'Kristus' (bahasa Yunani) artinya "yang diurapi Tuhan" atau "yang dipilih Tuhan". Sedangkan yang dimaksud dengan "Anak Allah" adalah "Hamba Allah". Dalam teologi bangsa Israel, mereka adalah anak-anak Allah (hamba-hamba Allah) sebagaimana ayat-ayat Perjanjian Lama berikut ini :
"Maka engkau (Musa) harus berkata kepada Firaun : Beginilah firman Tuhan : Israel ialah anak-Ku, anak-Ku yang sulung; sebab iu Aku berfirman kepadamu: Biarkanlah anak-Ku itu pergi, supaya ia beribadah kepada-Ku; tetapi jika engkau menolak membiarkannya pergi, maka Aku akan membunuh anakmu, anakmu yang sulung." (Keluaran 4:22-23).
Yesus adalah keturunan Israel, sehingga dia mengakui sebagai anak Allah (hamba Allah).
Dari dialog tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
  • Setiap Mesias (pilihan Tuhan), bukanlah Tuhan.
  • Yesus mengaku sebagai Mesias (pilihan Tuhan)
  • Berarti Yesus bukan Tuhan.
Kita juga dapat mengambil kesimpulan dari istilah "Anak Tuhan" berikut ini :
  • Setiap anak Tuhan (hamba Tuhan) bukanlah Tuhan.
  • Yesus mengaku sebagai anak Tuhan (hamba Tuhan)
  • Berarti Yesus bukan Tuhan.

21. Ramalan Yesus tidak terbukti
"Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya diantara orang yang tidak ada akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya." (Matius 16:28)
Ramalan Yesus tersebut diucapkan-Nya sudah hampir 2000 tahun yang lampau. Sudah ratusan generasi yang mati sejak waktu Yesus berucap seperti itu sampai sekarang, tetapi dia (Yesus) belum juga datang sebagai Anak Manusia ke dunia ini. Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin ramalan Tuhan bisa meleset bukan? Tidak terbuktinya ramalan Yesus tersebut karena memang dia bukan Tuhan, tapi hanyalah seorang anak manusia saja.
  • Setiap yang ramalannya tidak tepat, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus memberikan ramalan tidak tepat, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang mengaku Anak Manusia, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku dia Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

22. Terdengar suara dari langit
"Dan tiba-tiba ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaugi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata : "Inilah Anak Yang Kukasihi, kepadaNyalah aku berkenan, dengarkanlah Dia." (Matius 17:5)
Suara yang berkata : "Inilah Anak yang Kukasihi,…" itu adalah suara Tuhan dari langit yang didengar langsung oleh Petrus dan Yesus. Peristiwa ini terjadi di atas gunung yang tinggi dimana saat itu Yesus berubah wajahnya, sehingga dalam penglihatan Petrus, Yesus sedang berbicara dengan Musa dan Elia. Maka pada saat itulah terdengar suara Tuhan dari langit yang mengatakan seperti itu.
  • Setiap yang mendengar suara Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mendengar suara Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang dikasihi oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dikasihi oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

23. Yesus mati, dibangkitkan Tuhan
"Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka : "Jangan kamu ceriterakan peglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati." (Matius 17:9)
Yesus berpesan jangan menceriterakan kepada seorangpun penglihatan mereka, sebelum dia dibangkitkan dari antara orang mati. Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan itu mati dan dibangkitkan kembali. Itu merupakan salah satu pengakuan Yesus yang begitu jujur dan polos, bahwa dia adalah seorang anak manusia, bukan Tuhan. Tapi anehnya umat Kristiani malah tidak percaya ucapan Yesus tersebut, malah mereka jadikan Yesus itu Tuhan.
  • Setiap yang merasakan mati, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus merasakan mati, berarti Yesus bukan Tuhan!
  • Setiap yang dibangkitkan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus dibangkitkan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!

24. Hanya Allah yang berhak, Yesus tidak berhak
"Yesus berkata kepada mereka : "Cawan-Ku memang akan kau minum, tetapi hal duduk di sebelah kananku atau di sebelah kiriku, aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapaku telah menyediakannya." (Matius 20:23)
Konteks ayat tersebut yaitu ketika kedua muridnya yaitu Yakobos dan Yohanes meminta kepada Yesus agar mereka berdua bisa duduk di sebelah kanan atau di sebelah kirinya Yesus. Tetapi Yesus mengaku dengan jujur dan polos, bahwa dia tidak punya hak untuk mengabulkan permintaan mereka berdua, karena kata Yesus hal iu hanyalah haknya Bapanya (Allah), bukan haknya dia. Pengakuan tersebut jelas-jelas menunjukkan bahwa dia itu bukan Tuhan. Dengan adanya pengakuan Yesus dengan jujur seperti itu, maka dia dapat simpulkan sebagai berikut :
  • Setiap yang mati mengorbankannya nyawanya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mati mengorbankan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan.

25. Nyawa Yesus sebagai tebusan
"Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan unuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. "(Maitus 20:28)
Dalam ayat tersebut Yesus katakan bahwa dia hanyalah anak manusia, karena dia terlahir dari rahim ibunya. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak mungkin hanya untuk menebus dosa-dosa manusia, nyawa Tuhan sendiri yang dikorbankan. Timbul pertanyaan lain; bagaimana dengan nasib orang-orang yang lahir dan mati sebelum kedatangan Yesus sebagai penebus dosa manusia? Tuhan Maha Kuasa, tentu Dia berhak untuk mengampuni dosa-dosa manusia tanpa harus mengorbankan "Anak-Nya" sendiri. Jika Yesus itu Tuhan, tentu tidak mungkin Tuhan mengorbankan nyawanya untuk manusia. Manusia-lah yang berkorban untuk Tuhan, bukan Tuhan untuk manusia.
  • Setiap yang mati mengorbankan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mati mengorbankan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan.

26. Tuhan, anaknya Daud?
"Dan ketika Yesus dan murid-muridnya keluar dari Yerikho, orang yang berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya : "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" (Matius 20:29-31)
Sungguh aneh orang yang berteriak memanggil Yesus dengan kata-kata: "Tuhan, anak Daud". Jika mereka sudah tahu bahwa Yesus adalah Tuhan, tentu tidak perlu lagi menambahkan dengan kata-kata "Anak Daud"

Cukup mereka berteriak "Tuhan, kasihanilah kami." Sangat tidak masuk akal sehat jika Tuhan berasal dari keturunan anak Daud. Tuhan itu tidak berasal dari keturunan Daud. Tuhan itu tidak bersilsilah, tidak berawal dan tidak pula berakhir. Dari bunyi ayat-ayat tersebut membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan karena dia bersilsilah. Lagi pula yang mengatakan Yesus itu Tuhan, bukan dia sendiri. Yang mengatakan Yesus itu Tuhan adalah orang-orang yang mempertuhankannya, padahal Yesus sendiri tidak pernah menyatakan bahwa dirinya adalah Tuhan.
  • Setiap anak keturunan nabi Daud, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus disebut anak Daud, berarti Yesus bukan Tuhan !!
Al Qur'an juga jelaskan bahwa Yesus bukan Tuhan, dia hanyalah hambaa Allah yang mendapat karunia sebagai rasul Allah yang menjadi teladan bagi bani Israil.
"Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah Kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi Bani Israil." (Qs 43 Az Zuhkruff 59)

27. Inilah Nabi Yesus dari Nazaret
"Dan ketika Ia masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu dan orang berkata : "Siapakah orang ini?" Dan banyak orang berkata itu menyahut: "Inilah Yesus dari Nazaret di Galilea." (Matius 21:10-11)
Seluruh orang di kota Yerussalem berkata Yesus adalah seorang Nabi dari Nazaret, Yesus tidak memprotes sebutan itu, karena memang dia hanyalah Nabi. Sayang sekali istilah "Nabi Yesus" tidak popular, yang popular adalah "Nabi Isa". Mungkin terdengar janggal jika ada yang menyebut "Nabi Yesus". Padahal Yesus tidak melarang orang memanggilnya "Nabi Yesus". Orang yang hidup sezaman dan sempat berdialog dengan Yesus, tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Bagaimana mungkin orang yang datang ratusan bahkan ribuan tahun kemudian, mengatakan Yesus itu bukan nabi dia adalah Tuhan????
  • Setiap yang mengatakan bahwa Yesus adalah nabi, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus seorang Nabi-nya Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan !!

28. Yesus merasa lapar dan mengutuk pohon ara
"Pada pagi-pagi hari dalam perjalanan-Nya kembali ke kota, Yesus merasa lapar. Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja. Kata-Nya kepada pohon itu : "Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!" dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu." (Matius 21:18-19)
Sangat manusiawi sekali jika Yesus merasa lapar, sebab namanya manusia pasti merasakan lapar. Ini membuktikan bahwa Yesus hanyalah manusia biasa, bukan Tuhan. Sangat tidak masuk akal jika Tuhan merasa lapar. Yang lebih tidak rasional yaitu bagaimana mungkin hanya karena Yesus tidak mendapatkan apa yang dia inginkan dari pohon ara tersebut yaitu buahnya, lalu pohon ara tersebut dikutuknya. Tentu menjadi pertanyaan, apakah kesalahan dari pohon ara tersebut? Jika Yesus itu Tuhan, sebenarnya tanpa mendekatpun mestinya dia tahu, bahwa pohon ara tersebut tidak ada buahnya. Dan jika Yesus itu Tuhan, mestinya dia Maha Tahu dan pasti dia akan tahu musim berbuah. Dan walaupun bukan musim berbuah, jika Yesus itu adalah Tuhan, tentu dia bisa memerintahkan kepada pohon ara tersebut untuk mengeluarkan buahnya. Jika pohon ara tersebut bisa mengeluarkan buahnya, justru akan menambah keyakinan pada muridnya bahwa Yesus adalah Tuhan. Tetapi hal itu tidak dilakukan Yesus, sebab memang dia bukan Tuhan, jadi dia tidak berkuasa memerintahkan pohon ara itu untuk mengeluarkan buahnya.
  • Setiap yang merasa lapar, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus merasa lapar, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang tidak bisa memerintahkan pohon mengeluarkan buahnya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus tidak bisa memerintahkan pohon untuk mengeluarkan buahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang tidak tahu musim buah, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus tidak tahu musim buah, berarti Yesus bukan Tuhan.

29. Dialog Yesus dengan orang Farisi
"Guru, hokum manakah yang terutama dalam hokum taurat?" Jawab Yesus kepadanya : "Kasihanilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu." (Matius 22:36-37)
Orang-orang Farisi yang hidup sezaman dengan Yesus, bahkan mereka bisa berbicara bertatap muka langsung dengan Yesus, memanggil Yesus "Guru" bukan "Tuhan". Ini membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab "Kasihanilah Tuhan, Allahmu … dst …". Jika Yesus itu adalah Tuhan, mestinya dia katakana "Kasihanilah Aku sebab akulah Tuhan, Allahmu." (Matius 22:36-37)
  • Setiap yang mengasihi Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengasihi Tuhan, Allahnya, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap orang yang dipanggil Guru, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dipanggil guru berarti Yesus bukan Tuhan.

30. Yesus tidak tahu hari kiamat
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun tahu , malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri." (Matius 24:36)
Berbicara tentang kapan datangnya hari kiamat, Yesus berterus terang bahwa tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga pun tidak tahu, dan Yesus sendiri tiak tahu kapan hari kiamat tiba, kecuali hanya Allah yang tahu. Jika Yesus itu Tuhan, mestinya dia tahu kapan datangnya hari kiamat itu. Wajar jika ia tidak tahu, sebab memang dia itu hanyalah seorang nabi atau Rasul, bukan Tuhan!
  • Setiap yang tidak tahu tentang hari kiamat, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus tidak tahu kapan datangnya hari kiamat, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang memanggil Bapa kepada Tuhannya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus memanggil Bapa kepada Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan!!

31. Yesus pergi berdoa di Getsmani
"Maka sampailah Yesus bersama-sama murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsmani. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah disini sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa." (Matius 26:36)
Sebenarnya jika mau berdoa, dimana saja boleh, tidak harus memilih tempat khusus. Yesus berpesan kepada murid-muridnya untuk menunggu dia yang akan berdoa di suatu tempat yang bernama taman Gestmani. Sampai tiga kali terjadi Yesus berdoa ditaman tersebut sebelum dia ditangkap dan diserahkan ketangan orang-orang yang berdosa yang akan menangkapnya (Matius 26:42-45). Ini semua membuktikan bahwa Yesus bukan Tuhan. Tuhan tidak perlu lagi harus berdoa. Jika Tuhan itu harus berdoa, kepada siapa lagi doa ditujukan?
  • Setiap yang berdoa kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus berdoa kepada Tuhan berarti Yesus bukan Tuhan !!

32. Yesus sedih, gentar dan terasa akan mati
"Dan Ia membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka : "Hatiku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggalah disini dan berjaga-jagalah dengan Aku." (Matius 26:37-38).
Dalam kitab suci agama manapun tidak pernah kita temukan Tuhan harus sedih dan gentar, kecuali didalam Alkitab/Bible. Manusia tidak boleh memberikan sifat lemah kepada Tuhan, sebab setiap yang punya sifat lemah, pasti bukan Tuhan. Jika Tuhan punya sifat lemah, apa bedanya Dia dengan makhluk ciptaan-Nya? Jika Yesus itu Tuhan, tidak mungkin Tuhan punya rasa sedih, gentar, apalagi merasa seperti mau mati. Sifat-sifat lemah seperti itu adalah sifat makhluk ciptaan-Nya bukan sifat Tuhan.
  • Yesus yang merasa sedih dan gentar, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus merasa sedih dan gentar berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang merasa seperti mau mati, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus merasa seperti mau mati, berarti Yesus bukan Tuhan.

33. Yesus sujud dan berdoa
"Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdo'a, kata-Nya : "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalau daripada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Ku kehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki." (Matius 26:39).
Yesus sujud dan berdoa kepada Allah dan memohon agar kehendak Allahnya yang terjadi, bukan menurut kehendaknya sendiri. Ini membuktikan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, bukan Allah, tapi hanya sebagai manusia biasa. Tidak mungkin Tuhan harus sujud menyembah kepada Tuhan. Tuhan yang mana lagi yang disujudi oleh Yesus jika dia sendiri adalah Tuhan?
  • Setiap yang sujud kepada Allah pasti bukan Allah.
  • Yesus sujud kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
  • Setiap yang berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
  • Yesus berdoa kepada Allah, berarti Yesus bukan Allah.
  • Setiap yang tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus tidak bisa menuruti kehendaknya sendiri, berarti Yesus bukan Tuhan.

34. Yesus raja orang Yahudi
"Dan di atas kepalan-Nya terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa dia dihukum : Inilah Yesus Raja orang Yahudi." (Matius 27:37).
Pada zaman itu orang-orang bisa bertemu dan bertatap muka langsung dengan Yesus. Jika Yesus itu Tuhan, dapat dipastikan mereka akan menyembah dan takut akan dia, bukan malah menghukumnya. Mana mungkin ada manusia berani menghukum Tuhan! Tulisan : Inilah Yesus Raja orang Yahudi" menunjukkan bahwa dia itu hanya sebagai seorang pemimpin sukunya atau kaumnya, yaitu orang Yahudi, atau Bani Israel.

Sebelum Yesus lahir, Allah Subhanahu wa ta'ala telah menubuatkan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki yang akan menjadi raja atas kaumnya yaitu Yahudi dari keturunan Yakub, bernama Yesus. Jadi yang lahir itu "orang" bukan "Tuhan". Perhatikan nubuat Allah sebelum Yesus dilahirkan ke dunia dalam Injil Lukas 1:31-33 sebagai berikut :
"Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah kamu menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Maha Tinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan ia akan menjadi raja atas kaum Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
  • Setiap yang dilahirkan seorang wanita, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dilahirkan seorang wanita,berarti Yesus bukan Tuhan
  • Setiap yang dinubuatkan oleh Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dinubuatkan oleh Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang lahir dari kandungan seorang wanita, pasti anak manusia.
  • Yesus dilahirkan dari kandungan seorang wanita, berarti Yesus seorang anak manusia, jadi bukan Tuhan!!
Dalam Al Qur'an dijelaskan bahwa Tuhan itu tidak beranak dan tidak diperanakkan atau dilahirkan, sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur'an surat Al Ikhlash 3 sebagai berikut :
"Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan." (Al Ikhlash 3)

35. Yesus tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri
"Demikianlah juga imam-imam kepala bersama-sama Ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokan Dia dan berkata :"Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya. Ia (Yesus) menaruh harapan-Nya pada Allah: Baiklah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepada-Nya! Karena Ia telah berkata : Aku adalah Anak Allah." (Matius 27:41-43)
Ayat ini sangat menarik, sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari siksaan dan penderitaan, dan bisa turun dari salib. Kalau pada saat itu juga Yesus benar-benar bisa menyelamatkan dirinya, pasti para imam kepala dan ahli taurat akan langsung percaya bahwa Yesus adalah Tuhan. Jika hanya untuk menyelamatkan dirinya sendiri tidak sanggup, bagaimana mungkin Yesus bisa menyelamatkan seluruh manusia di dunia???
  • Setiap yang tidak bisa menyelamatkan dirinya pasti bukan Tuhan!
  • Yesus tidak bisa menyelamatkan dirinya, berarti Yesus bukan Tuhan!
  • Setiap yang menaruh harapan kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan!
  • Yesus menaruh harapannya kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan!

36. Yesus berseru panggil Tuhannya
"Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya : Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa engkau meninggalkan Aku?" (Matius 24:46).
Ketika Yesus dipaku dan digantungkan dikayu salib, sebelum ia mati dia berseru memanggil Tuhannya (Allah) "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Teriakan Yesus seperti itu justru memberikan pengertian sebagai berikut :
  • Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan mana lagi yang dia panggil?
  • Jika Yesus dipersiapkan oleh Tuhan untuk mati di kayu salib dalam rangka untuk menebus dosa, tentu tidak perlu dia harus berteriak-teriak minta tolong kepada Tuhan, seharusnya dia ikhlas disalib.
  • Jika didalam diri Yesus ada Tuhan, mengapa dia masih memanggil-manggil Tuhan lagi? Ini membuktikan Yesus dan Tuhan tidaklah menyatu.
  • Setiap yang berseru memanggil Tuhan, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus berseru memanggil Tuhannya, berarti Yesus bukan Tuhan.

37. Yesus menyerahkan nyawanya
"Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya." (Matius 27:50).
Begitu Yesus hampir mati atau dalam keadaan sakaratul maut, setelah dia berseru memanggil-manggil kepada Tuhannya, dia menyerahkan nyawanya. Dalam hal ini menjai pertanyaan :
  • Jika Yesus itu adalah Tuhan, siapa yang mencabut nyawa Tuhan?
  • Jika Yesus itu Tuhan, Tuhan yang mana lagi yang menerima nyawanya?
  • Ketika Yesus mati selama tiga hari, siapa yang mengendalikan dunia atau alam semesta ini ?
  • Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan?
  • Yesus mati dan lalu menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan?

38. Yesus diberi kuasa oleh Tuhan
"Yesus mendekati mereka dan berkata : "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan dibumi." (Markus 28:18)
Jika Yesus telah diberi kuasa penuh di sorga dan di bumi oleh Tuhannya, tentu menjadi pertanyaan, Tuhan mana lagi yang memberikan kuasa-Nya kepadanya, sementara dia itu juga adalah Tuhan?? Jika benar Yesus mendapat kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan. Dan kalau segala kuasa sudah diberikan atau diserahkan Tuhan sepenuhnya kepada Yesus, apa lagi fungsi Tuhan di alam semesta ini? Apakah Tuhan nganggur dan tidak melakukan apa-apa lagi karena segalanya sudah diserahkan sepenuhnya kepada Yesus? Dan jika benar segala kuasa di surga dan di bumi semuanya telah diberikan kepada Yesus, lalu kekuasaan apalagi yang masih dimiliki oleh Tuhan??
  • Setiap yang mendapatkan kuasa dari Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mendapatkan kuasa dari Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

39. Yesus punya ibu dan adik-adik saudara sekandung
"Lalu datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus. Sementara mereka berdiri diluar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya :"Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu diluar, dan berusaha menemui Engkau." (Matius 3:31-32)
Ayat tersebut menceritakan, Yesus mempunyai ibu dan saudara kandung. Dalam kitab suci manapun, tidak pernah kita jumpai Tuhan punya ibu dan saudara dan adik. Kalau Tuhan punya adik dan saudara sekandung, berarti adik-adik sekandung dari Tuhan itu punya anak keturunan yang masih hidup di dunia ini, dan jumlah mereka pasti sangat banyak. Dari ayat tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut :
  • Setiap yang punya ibu kandung bukan Tuhan.
  • Yesus punya ibu kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang punya adik kandung, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus punya adik kandung, berarti Yesus bukan Tuhan.

40. Yesus anak seorang tukang kayu
"Bukanlah ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukanlah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia." (Markus 6:3)
Suami Maria bernama Yusuf. Dia berprofesi sebagai tukang kayu. Orang-orang yang hidup sezaman dengan Yesus tahu persis bahwa Yesus itu manusia biasa seperti mereka, bukan Tuhan. Tidak mungkin Tuhan punya ayah seorang tukang kayu. Tetapi jika Yesus sebagai manusia biasa, tentu sangat wajar dia punya ayah walaupun hanya sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan, sebab Tuhan yang sesungguhnya pasti tidak punya bapak, tidak punya ibu dan juga tidak punya saudara kandung, serta tidak berprofesi sebagai seorang tukang kayu.
  • Setiap yang punya ayah, ibu dan saudara kandung pasti bukan Tuhan.
  • Yesus punya ayah, ibu dan saudara sekandung, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang ayahnya tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus ayahnya tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang berprofesi sebagai tukang kayu, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus yang berprofesi sebagai tukang kayu, berarti Yesus bukan Tuhan.

41. Yesus mengaku dia seorang nabi
"Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, diantara kaum keluarga dan di rumahnya." (Markus 6:4).
Pada ayat tersebu Yesus mengaku dengan jujur dan polos bahwa dia hanyalah seorang nabi dan punya kaum keluarga. Jika Yesus sendiri telah memberikan kesaksian bahwa dirinya hanyalah seorang nabi dan mempunyai kaum keluarga, mengapa umatnya yang mengaku sebagai pengikutnya justru menganggap beliau sebagai Tuhan? Yesus memberi kesaksian bahwa dia seorang nabi dan punya kaum keluarga, berarti dia bukan Tuhan.
  • Setiap yang mengaku seorang nabi dan punya kaum keluarga, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku sebagai nabi dan punya kaum keluarga, berarti Yesus bukan Tuhan.

42. Yesus berdoa dan mengucap berkat
"Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu. Begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada mereka." (Markus 6:41).
Ayat tersebut bercerita tentang bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang dengan hanya lima potong roti dan dua ikan. Tentu sangat mustahil hanya dengan lima roti dan dua ikan bisa mencukupi untuk makanan sebanyak lima ribu orang. Untuk itu maka Yesus menengadah ke langit dan berdoa minta berkat dari Tuhannya agar dikabulkan doanya. Tuhan kabulkan doa permohonan Yesus, maka walaupun hanya lima potong roti dan dua ikan, tetapi cukup untuk makanan lima ribu orang, bahkan tidak habis, masih tersisa beberapa bakul. Inilah yang disebut dengan mukjizat. Karena Tuhan mengabulkan permohonannya, maka terjadilah mukjizat itu. Seandainya Tuhan tidak mengabulkan doanya, tentu tidak mungkin hanya bermodalkan lima roti dan dua ikan akan cukup memberi makan lima ribu orang. Allah memberikan mukjizat-Nya, untuk membuktikan kepada orang-orang pada zaman itu bahwa dia (Yesus) adalah benar seorang Nabi utusan-Nya.
  • Setiap yang menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus menengadah ke langit memohon kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang meminta berkat kepada Tuhan, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus meminta berkat kepada Tuhan, berarti Yesus bukan Tuhan.

43. Ramalan Yesus yang meleset
"Kata-Nya lagi kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya diantara orang yang hadir disini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa." (Markus 9:1).
Sejak Yesus mengucapkan ramalan tersebut sampai saat ini tahun 2005, sudah hampir 2000 tahun lamanya, tetapi tidak ramalannya tidak terbukti alias fiktif. Sementara jangka waktu yang hampir 2000 tahun sampai sekarang ini, orang-orang yang mendengar ucapan Yesus saat itu sampai sekarang, sudah ada ratusan generasi semuanya telah mati, tetapi Kerajaan Allah yang Yesus janjikan belum juga datang. Jika Yesus itu Tuhan, tentu ucapan Yesus tersebut terbukti, berarti itu hanyalah ucapan fiktif.
  • Setiap yang meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus meramalkan sesuatu tetapi tidak terbukti, berarti Yesus bukan Tuhan.

44. Yohanes menyebut Yesus "Guru"
"Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena dia bukan pengikut kita." (Markus 9:38).
Yohanes yang hidup sezaman dengan Yesus, memanggil Yesus dengan sebutan "Guru". Ini berarti Yohanes pun tahu bahwa Yesus bukan Tuhan. Kalau Yohanes tau Yesus itu Tuhan, tentu dia akan panggil Yesus dengan sebutan "Tuhan". Yohanes (Nabi Yahya) seorang yang Rasul, tidak memanggil Yesus dengan sebutan "Tuhan" karena dia tahu persis bahwa Yesus itu hanyalah seorang "Guru".
  • Setiap yang dipanggil "guru" pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dipanggil "guru" oleh Yohanes, berarti Yesus bukan Tuhan.

45. Yesus mengaku hanya Allah saja yang baik
"Pada waktu Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut dihadapan-Nya ia bertanya: "Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Jawab Yesus : "Mengapa kau katakana Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja. (Markus 10:17-18).
Yesus dipanggil "guru" oleh orang tersebut, berarti Yesus bukan Tuhan. Yesus menjawab bahwa "tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja". Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa "tak seorangpun yang baik selain daripada Aku."
  • Setiap yang mengaku hanya Tuhan saja yang baik, pasti dia bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku bukan dia yang paling baik, berarti dia bukan Tuhan.

46. Kata Yesus, segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah
"Yesus memandang mereka dan berkata : "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah." (Matius 10:27).
Ayat tersebut bercerita tentang sulitnya orang-orang yang kaya akan masuk ke dalam kerajaan surga. Yesus memberikan perumpamaan bahwa lebih mudah seekor unta untuk masuk ke dalam surga. Karena perumpamaan tersebut tidak dipahami oleh orang yang mendengarnya, maka Yesus berkata "segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia akan berkata bahwa segala sesuatu mungkin bagi-Ku. Jika Yesus itu Tuhan (Allah), Allah mana lagi yang dia sebutkan itu?
  • Setiap yang mengakui keberadaan Allah, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku keberadaan Allah, berarti dia bukan Allah.

47. Anak Manusia, diolok-olok, diludahi dan dibunuh
"Kata-Nya : "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, (34) dan Ia akan diolok-olok, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari ia akan bangkit." (Markus 10:33-34).
Pada ayat tersebut, Yesus mengaku dengan jujur bahwa dia adalah Anak Manusia dan dia diludahi, disesah dan akan dijatuhi hukuman mati (dibunuh) dan pada hari yang ketiga, dia akan dibangkitkan oleh Tuhan. Kesimpulannya :
  • Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mengaku sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang dihukum oleh manusia, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dihukum oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang dibunuh manusia, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dibunuh oleh manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang dibangkitkan dari kubur selama tiga hari, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus dibangkitkan dari kubur setelah tiga hari, berarti Yesus bukan Tuhan.

48. Yesus tidak berhak, kecuali Tuhan
"Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku dan di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." (Markus 10:40)
Ayat tersebut merupakan permohonan dari Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zabedeus kepada Yesus agar kelak mati, mereka bisa duduk disebelah kiri dan sebelah kanan Yesus. Tetapi Yesus menjawab dia tidak berhak memberikannya, karena memang itu bukan haknya dia, tetapi hak Tuhannya (Allah).
  • Setiap yang tidak punya hak (kuasa) pasti bukan Tuhan.
  • Yesus tidak punya hak (kuasa), berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Sebab jika Yesus itu Tuhan, tentu dia langsung memberikan keputusan kepada Yakobus dan Yohanes.
  • Setiap yang tidak bisa memberikan keputusan, pasti bukan Tuhan
  • Yesus tidak bisa memberikan keputusan, berarti Yesus bukan Tuhan.

49. Yesus memberikan nyawanya sebagai tebusan
“Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” (Markus 10:45).
Pada ayat tersebut Yesus sendiri yang memberi kesaksian bahwa dia adalah Anak Manusia, yang akan memberikan nyawanya sebagai tebusan bagi banyak orang. Yesus tidak pernah mendakwahkan kemana-mana bahwa dia Anak Tuhan. Karena dia tahu persis bahwa dia hanyalah seorang anak manusia yang dilahirkan oleh ibunya, Maria. Jika Yesus itu Tuhan, tentu dia bisa mengampuni dosa manusia, tanpa harus mengorbankan nyawanya sendiri.
  • Setiap yang mengaku sebagai Anak Manusia, pasti bukan Tuhan
  • Yesus mengaku dia sebagai Anak Manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap yang mati dan menyerahkan nyawanya, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mati dan menyerahkan nyawanya, berarti Yesus bukan Tuhan
  • Setiap yang mati untuk menebus dosa manusia, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus mati menebus dosa manusia, berarti Yesus bukan Tuhan.

50. Yesus orang Nazaret anak Daud
“Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” (Markus 10:47).
Ayat ini menceritakan seorang buta yang bernama Bartimeus, yang memohon kepada Yesus agar matanya disembuhkan hingga bisa melihat lagi. Bartiemus yang waktu itu hidup sezaman dengan Yesus, mengetahui Yesus bukan Tuhan, tetapi seorang yang berasal dari Nazaret, dan dari keturunan Daud. Makanya Bartimeus tidak memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan”. Sebab Yesus hanyalah anak manusia dan tidak punya zat ketuhanan sedikit pun.
  • Setiap orang yang berasal dari Nazaret, pasti bukan Tuhan.
  • Yesus berasal dari Nazaret, berarti Yesus bukan Tuhan.
  • Setiap orang yang berasal dari keturuann Daud, pasti bukan Tuhan
  • Yesus berasal dari keturunan Daud, berarti Yesus itu bukan Tuhan, sebab Tuhan tidak punya keturunan.
_________________

(Bersambung)

Insya Allah disambung ke artikel yang kedua, semoga Allah beri kemudahan.
Artikel: www.faisalchoir.blogspot.com

Baca artikel sebelumnya: 

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.