-->

05 September 2012

DO’A MAKAN & BERBUKA YANG DITUNTUNKAN NABI Shollollohu ‘alaihi wa sallam


PENDAHULUAN
 Do’a yang masyhur (banyak dikenal & di’amalkan di masyarakat), tak selamanya jadi jaminan. Begitulah yang terjadi pada “do'a berbuka puasa”. Doa yang selama ini terkenal di masyarakat, belum tentu shohih derajatnya.

Terkabulnya do'a dan ditetapkannya pahala di sisi Allah ‘Azza wa Jalla dari setiap doa yang kita panjatkan tentunya adalah harapan kita semua. Kali ini, mari kita mengkaji secara ringkas, do'a berbuka puasa yang terkenal di tengah masyarakat, kemudian membandingkannya dengan yang shohih. Setelah mengetahui ilmunya nanti, mudah-mudahan kita akan mengamalkannya. Amin..
( sumber: http://muslimah.or.id/ramadhan/doa-berbuka-puasa-yang-shahih.html )


#  DO’A BERBUKA PUASA YANG DITUNTUNKAN NABI Shollollohu ‘alaihi wa sallam
        Dari Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhuma, Rosulullah shollollohu ‘alaihi wa sallam ketika berbuka puasa beliau membaca do’a berikut ini :
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
(Dzahabadz dzoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Alloh)
"Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan dengan izin Alloh)"  (HR. Abu Dawud, 2/306 no. 2357, an-Nasa’i dalam as-Sunan al-Kubra, 2/255, ad-Daruquthni, 2/185, al-Baihaqi, 4/239, dari hadits Ibnu ‘Umar dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani.)


#  DO’A BERBUKA PUASA YANG DHO’IF (LEMAH) & JANGAN DIAMALKAN
        Adapun do’a berbuka yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin, yaitu :
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
(Allohumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu)
 “Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka”

Penjelasan hadits :
Riwayat di atas dikeluarkan oleh Abu Daud dalam sunannya no. 2358, dari Mu’adz bin Zuhroh. Mu’adz adalah seorang tabi’in. Sehingga hadits ini mursal (di atas tabi’in terputus). Hadits mursal merupakan hadits dho’if, karena sebab sanad yang terputus. Syaikh al-Albani pun berpendapat bahwasanya hadits ini dho’if. (Lihat selengkapnya dalam Kitab al-iIrwaul Gholil, 4/38)

Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath-Thobroni dari Anas bin Malik. Namun sanadnya terdapat perawi dho’if yaitu Daud bin Az Zibriqon, dia adalah seorang perawi matruk (yang dituduh berdusta). Berarti dari riwayat ini juga dho’if. Syaikh al-Albani pun mengatakan riwayat ini dho’if. (Lihat selengkapnya dalam Kitab al-iIrwaul Gholil, 4/37-38)

Di antara ulama yang mendho’ifkan hadits semacam ini adalah al-Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah.
(Lihat Kitab az-Zaadul Ma’ad, 2/45)

sumber:kaeshafiz.wordpress.com.

Baca selengkapnya di : http://muslimah.or.id/ramadhan/doa-berbuka-puasa-yang-shahih.html



#  DO’A KETIKA MAKAN & MINUM YANG DIAJARKAN NABI Shollollohu ‘alaihi wa sallam
Nabi shollollohu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فَإِنْ نَسِىَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut ‘bismillah (dengan nama Allah)’. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: ‘Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)’”.
(HR. Abu Daud no. 3767 dan At -Tirmidzi no. 1858. At- Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh al-Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih)

Apakah perlu ditambahkan lafadz “ar-rohman ar-rohim”..?
Syaikh al-Albani rohimahulloh mengatakan:
“Dalam hadits disebutkan ketika makan hendaklah ucapkan ‘bismillah’, tanpa adanya tambahan. Setiap hadits yang shohih yang disebutkan dalam bab kelima tidak disebutkan ucapan tambahan (selain “bismillah”). Tambahan yang ada sama sekali tidak disebutkan dalam hadits.” [Kitab As-Silsilah Ash-Shohihah no. 71.]


#  DO’A KETIKA MAKAN & MINUM YANG DHO’IF (LEMAH) & JANGAN DIAMALKAN
Sebagaimana disebutkan oleh al-Imam an-Nawawi dalam kitabnya Al-Adzkar,
روينا في كتاب ابن السني عن عبد اللّه بن عمرو بن العاص رضي اللّه عنهما عن النبيّ صلى اللّه عليه وسلم أنه كان يقول في الطعام إذا قُرِّبَ إليه : " اللَّهُمَّ بارِكْ لَنا فِيما رَزَقْتَنا وَقِنا عَذَابَ النَّارِ باسم اللَّهِ "

Telah diriwayatkan dalam kitab Ibnus Sunni dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash rodhiyollohu ‘anhuma, dari Nabi shollollohu ‘alaihi wa sallam bahwa ketika makanan didekatkan kepadanya, beliau biasa mengucapkan “Allahumma baarik lanaa fii maa rozaqtanaa wa qinaa ‘adzaaban naar, bismillah”.

Do’a di atas yang biasa kita dengar & dipraktekkan oleh kaum muslimin di sekitar kita. Namun apakah benar hadits di atas bisa diamalkan? Padahal jika kita lihat dari hadits-hadits shohih yang ada, cuma dinyatakan ucapkanlah “bismillah”. Artinya, yang diajarkan Nabi shollollohu ‘alaihi wa sallam cukup sederhana.

!  Kritik: Mengenai Do’a Makan yang masyhur “Allahumma baarik lanaa ...”
Berikut penjelasan mengenai derajat hadits di atas:

Ibnu Hajar Al-Asqolani mengatakan bahwa di dalam riwayat tersebut terdapat Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah, dan Bukhari mengatakan bahwa ia adalah munkarul hadits.[Lisanul Mizan, 7/136, dorar.net.]

Adz Dzahabi mengatakan bahwa di dalam riwayat tersebut terdapat Muhammad bin Abi Az Zu’ayzi’ah, dan Abu Hatim mengatakan bahwa ia adalah munkarul hadits jiddan. Begitu pula hal ini dikatakan oleh Imam Al-Bukhori.[ Mizanul I’tidal, 3/549, dorar.net.]

‘Ishomuddin Ash Shobabthi menjelaskan dalam takhrij Al-Adzkar, “Hadits tersebut dikeluarkan oleh Ibnu As-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah (459) dan sanadnya dho’if. Di dalamnya terdapat ‘Isa bin Al Qosim ibnu Sami’. Dia adalah perowi yang shoduq akan tetapi sering membuat kesalahan dan sering melakukan tadlis serta ia dituduh berpaham qodariyah. Juga diriwayatkan dari Muhammad bin Abi Az-Zu’ayzi’ah. Ibnu Hibban mengatakan bahwa Muhammad bin Abi Az-Zu’ayzi’ah adalah dajjal (pendusta besar).”[ Lihat catatan kaki kitab Al-Adzkar, hal. 217]

Baca selengkapnya di : http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3105-sebelum-makan-bacalah-bismillah.html

===============================================================

#  RINGKASAN ADAB MAKAN & MINUM YANG DIAJARKAN ISLAM

  1. Sebelum makan, ucapkanlah “bismillah”. Setan akan menghalalkan makanan yang tidak dibacakan “bismillah” ketika makan.
  2. Wajibnya makan dengan tangan kanan.
  3. Makan secara berjama’ah (bersama-sama dalam satu nampan) akan lebih barokah.
  4. Makanlah apa yang ada di hadapan kita, jangan merebut apa yang di hadapan orang lain.
  5. Ketika minum hendaknya dengan tiga kali nafas. Setiap kali minum, ucapkanlah “bismillah”. Selesai satu nafas, ucapkanlah “alhamdulillah”. Cara ini diulang sampai tiga kali.
  6. Jika lupa mengucapkan bismillah di awal, ucapkanlah “bismillahi awwalahu wa akhirohu” ketika ingat.
  7. Do’a ketika mendapat berkah makan: Allaahumma baarik lanaa fiihi wa ath'imnaa khoiron minhu.
  8. Do’a ketika minum susu: Allaahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu.
  9. Setelah makan ucapkanlah “Alhamdulillaahilladzii ath'amanii haadzaa wa razaqaniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwatin”, atau cukup dengan “alhamdulillah”.

Sedangkan adab makan lainnya masih perlu dibahas pada tulisan tersendiri untuk melengkapi pembahasan di atas. Semoga Allah mudahkan..  ( Sumber : http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3105-sebelum-makan-bacalah-bismillah.html )


Artikel Terkait :

1. Download Audio : "DO'A BERBUKA PUASA"
Klik di : http://radiomuslim.com/doa-berbuka-puasa/

2. Bahaya Mengamalkan dan Meriwayatkan Hadits Dho’if
Klik di : http://www.markazassunnah.com/2009/06/hukum-meriwayatkan-dan-mengamalkan.html

3. Hadits-Hadits Dhaif (lemah) & Maudhu (palsu) Yang Banyak Beredar Pada Bulan Romadhon
Klik di : http://almanhaj.or.id/content/3141/slash/0

4. Hadits Maudhu (palsu) dan Pengaruhnya Pada Umat Islam
Klik di : http://www.markazassunnah.com/2009/06/hadits-maudhu-palsu-dan-pengaruhnya.html

5. Adab-adab Dalam Makan
Klik di : http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3334-adab-makan-penuh-barokah-1.html
http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3335-adab-makan-penuh-barokah-2.html

6. Adab Makan Seorang Muslim
Klik di : http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/adab-makan-seorang-muslim-1.html


 
‎1. ISLAM MELARANG UMATNYA UNTUK MAKAN & MINUM DENGAN TANGAN KIRI

Dari Umar rodhiyallohu ‘anhu Rosululloh shollollohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Jika salah seorang diantara kalian hendak makan maka hendaknya makan dengan menggunakan tan
gan kanan, dan apabila hendak minum maka hendaknya minum juga dengan tangan kanan. Sesungguhnya syaitan itu makan dengan tangan kiri dan juga minum dengan menggunakan tangan kirinya.” (HR Muslim no. 2020)

Imam Ibnul Jauzi mengatakan :
“karena tangan kiri digunakan untuk cebok dan memegang hal-hal yang najis dan tangan kanan untuk makan maka tidak sepantasnya salah satu tangan tersebut digunakan untuk melakukan pekerjaan tangan yang lain.” (Kasyful Musykil, hal 2/594)
    • ‎2. ISLAM MELARANG UMATNYA UNTUK MAKAN SAMBIL BERDIRI
      Dari Anas dan Qatadah, Rasulullah shollollohu ‘alaihi wa sallam bersabda:
      “Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri, Qotadah berkata: ‘Bagaimana dengan makan?’ beliau
      menjawab: ‘Itu kebih buruk lagi’. (HR.Muslim dan Turmidzi).
      Beliau shollollohu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
      “Jangan kalian minum sambil berdiri ! Apabila kalian lupa, maka hendaknya ia muntahkan !” (HR. Muslim)
      Pembahasan lengkapnya : http://al-atsariyyah.com/hukum-makan-minum-berdiri.html

      # Hikmah Larangan Makan Sambil Berdiri :
      Ilmu kedokteran modern mengungkapkan bahwa minum dalam keadaan berdiri menyebabkan air yang mengalir berjatuhan dengan keras pada dasar lambung dan menumbuknya, menjadikan lambung kendor dan menjadikan pencernaan sulit. Sebagaimana terus-menerus makan dan minum sambil berdiri dapat menimbulkan luka pada dinding lambung.

      Baca selengkapnya klik di : http://pemburumatisyahid.wordpress.com/2011/03/17/hikmah-larangan-minum-sambil-berdiri/

      SUBHANALLOH…, INILAH SALAH SATU BUKTI NYATA KEBENARAN ISLAM
       
      ‎3. TIDAK MENIUP MAKANAN/MINUMAN YANG MASIH PANAS dan TIDAK BERNAFAS KETIKA MINUM
      Dari Abu Qatadah, Nabi shollollohu ‘alaihi wa sallam bersabda :
      “Jika kalian minum maka janganlah bernafas dalam wadah air minumnya.” (HR. Bukhari no. 5630 da
      n Muslim no. 263)
      Dari Ibnu Abbas :
      “Sesungguhnya Nabi shollollohu ‘alaihi wa sallam melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.” (HR. Al-Tirmidzi no. 1888 dan Abu Dawud no. 3728, dan hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani)
      Baca penjelasan hadits di : http://al-atsariyyah.com/larangan-meniup-minuman.html

      # Hikmahnya :
      Sebagaimana yang diketahui, air memiliki nama ilmiah H20. ini berarti di dalam air terdapat 2 buah atom hidrogen dan satu buah atom oksigen yang mana 2 atom hidrogen tersebut terikat dalam satu buah atom oksigen. Dan apabila kita hembus napas pada minuman, kita akan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Dan apabila karbon dioksida (CO2) bercampur dengan air (H20), akan menjadi senyawa asam karbonat (H2CO3). Zat asam inilah yang berbahaya bila masuk kedalam tubuh kita. Senyawa H2CO3 adalah senyawa asam yang lemah sehingga efek terhadap tubuh memang kurang berpengaruh tapi ada baiknya kalau kita mengurangi masuknya zat asam kedalam tubuh kita karena dapat membahayakan kesehatan.
      (Dikutip Dari : http://blog-apa-aja.blogspot.com/2010/04/bahaya-meniup-minuman-panas.html )

      al-Imam Ibnul Qayyim mengatakan :
      “Terdapat larangan meniup minuman karena hal itu menimbulkan bau yang tidak enak yang berasal dari mulut. Bau tidak enak ini bisa menyebabkan orang tidak mau meminumnya lebih-lebih jika orang yang meniup tadi bau mulutnya sedang berubah. Ringkasnya hal ini disebabkan nafas orang yang meniup itu akan bercampur dengan minuman. Oleh karena itu, Rasulullah shollollohu ‘alaihi wa sallam melarang dua hal sekaligus yaitu mengambil nafas dalam wadah air minum dan meniupnya. (Dalam Kitab Zaadul Ma'ad IV/325)

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.