-->

04 September 2012

"SHOLAWAT AL FATIH” YANG BID'AH :




Sholawat ini juga sering digunakan orang dan sudah tersebar luas di masyarakat, padahal redaksi/ kalimatnya adalah tidak sesuai dengan tuntunan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم.

Perhatikanlah redaksi sholawat Al Fatih berikut ini, yang hendaknya kaum Muslimin mewaspadainya dan menjauhinya :


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَااُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَاسَبَقَ نَاصِرِالْحَقِّ ‍ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى اِلَى صِرَاطِك َالْمُسْتَقِيْم وَعَلَى اَلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ


(Alloohumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi lima ughliqo wal khootimi lima sabaqo naashiril haqqi bil haqqi wal Haadi ilaa shiroothikal mustaqiimi wa ‘alaa alihi haqqo qodrihi wa miqdaarihil ‘adziimi)


Artinya:


“Ya Allooh, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم pembuka sesuatu yang tertutup, dan penutup segala sesuatu sebelumnya (pamungkas), penolong kebenaran dengan kebenaran, pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga rahmat-Mu dilimpahkan kepada keluarganya yaitu rahmat yang sesuai dengan kepangkatan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.”


Sholawat Al Fatih ini telah tersebar di masyarakat dan biasa dipakai oleh Imaam-Imaam sebelum sholat di masjid-masjid dan didzikirkan dengan suara keras bersama-sama (koor).


Menurut Syaikh Jamiil Zainu, bahwa :

Sholawat Al Fatih ini adalah diantara Dzikir yang Bid’ah, dipakai sebagai ibadah kepada Allooh سبحانه وتعالى oleh :
••►pengikut-pengikut daripada Thoriqoh Tijaniyyah.

Thoriqoh Tijaniyyah tersebut bukanlah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah. Perlu diketahui, bahwa :

••►Sufi bukanlah Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah.
••►Walaupun Sufi itu banyak sekte-nya tetapi mereka itu bukan tergolong Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah, meskipun mereka itu mengaku-ngaku sebagai Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah.
••►Mereka itu sebenarnya adalah pengikut Tijaniyyah.


Lalu, kata Syaikh Jamiil Zainu,

▌“Adapun ucapan sholawat bersama-sama dalam satu suara (serempak) dengan suara yang nyaring, maka itu termasuk Bid’ah. Tidak ada contoh dari Nabi صلى الله عليه وسلم maupun Shohabat. Kita ketahui bersama bahwa Ibadah itu adalah dibangun diatas apa yang berasal dari Syari’at yang bijak dari Muhammad صلى الله عليه وسلم. Maka, Wajib bagi kita untuk mengikuti Pendahulu kita dari kalangan orang-orang yang shoolih dengan amalan mereka yang mereka kerjakan, dan menghentikan diri dari apa yang mereka tinggalkan. Benarlah orang yang mengatakan bahwa segala kebaikan berada dalam mengikuti Pendahulu Ummat yang shoolih, dan segala kejahatan adalah didalam ber-Bid’ah terhadap orang-orang belakang (– orang-orang zaman sekarang / muta’akhiriin –).”

▌Keutamaan Sholawat Al Fatih, yang diyakini OLEH PARA PENGIKUTNYA (sebagaimana dinukil dari “Ensiklopedi tentang Agama, Sekte dan Pemikiran-Pemikiran masa Kini”, yang ditulis oleh Organisasi Pemuda Islam Internasional), adalah sebagai berikut:


1►Menurut kata mereka,

sholawat tersebut diperoleh MELALUI MIMPI dimana Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم memberitahu bahwa barangsiapa yang membaca Sholawat Al Fatih satu kali maka sama dengan membaca Al Qur’an enam kali khatam.

2►Menurut kata mereka,

(lagi-lagi kata mereka adalah MELALUI MIMPI ), bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم memberitahukan untuk kedua kalinya bahwa membaca Sholawat Al Fatih satu kali adalah sama dengan membaca Al Qur’an enam ribu kali khatam.

•••►Ahmad At Tiijaanii, seorang dari Al Jazair yang merupakan perintis Thoriqoh Tiijaaniiyyah, mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dalam mimpinya, lalu Rosuulullooh mengajarkan hal tersebut diatas padanya.


(– Memang Jin dan Syaithoon dapat memberikan talbis (tipuan) terhadap manusia dengan cara seperti itu –)


3► Kalau orang ingin mendapatkan keutamaan dan fadhilah yang sedemikian besarnya tersebut (sampai 6000 kali khatam bacaan Al Qur’an), maka harus pernah belajar dari seorang Sufi Tiijaanii, karena orang tersebut mendapatkan dari gurunya, dan gurunya juga mendapatkan dari guru sebelumnya dan seterusnya, sampai kepada Ahmad At Tiijaanii. Kalau hanya belajar sendiri (autodidak), maka orang tersebut tidak akan mendapatkan keutamaan seperti ini, demikian menurut mereka. Dan hal ini merupakan politis daripada Thoriqoh Tiijaaniiyyah, dimana orang diharuskan untuk terikat kepada Thoriqoh mereka.


4.►Menurut mereka,

Sholawat Al Fatih tersebut adalah bagian dari Firman Allooh سبحانه وتعالى, yang sama statusnya dengan Hadits Qudsi. Lihat hal ini dalam Kitab mereka yakni Ad Durah Al Fariidah.

5►Menurut mereka,

siapa yang membaca Sholawat Al Fatih sepuluh kali, maka ia akan mendapat pahala lebih banyak dibandingkan orang yang tahu tentang Allooh سبحانه وتعالى seribu-ribu kali (satu juta kali).

6►Menurut mereka,

siapa yang membaca Sholawat Al Fatih satu kali, maka dosa-dosanya akan dihapus dan kebaikannya akan ditimbang sama dengan timbangan enam ribu kali tasbih, do’a dan dzikir yang terjadi di alam semesta ini.

Walaupun demikian dahsyatnya keutamaan Sholawat Al Fatih yang digembar-gemborkan oleh Thoriqoh Sufi Tiijaaniiyyah, hendaknya kaum Muslimin tidak terkecoh:

►► oleh janji-janji muluk-muluk tersebut,
►►►yang tidak ada landasannya secara Shohiih dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم. Karena hendaknya diingat kaidah yang telah disampaikan dalam Hadits melalui ‘Aa’isyah رضي الله عنها diatas, bahwa “Barangsiapa mengada-adakan perkara baru dalam urusan dien kami ini yang bukan termasuk darinya, maka ia (‘amalan itu) tertolak.”

Jadi,

►walaupun seindah dan sedahsyat apa pun janji-janji keutamaan Sholawat Al Fatih, amalan tersebut tetap saja tertolak karena tidak berasal dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم secara shohiih.


▌Berikut ini, disampaikan Fatwa dari Lajnah Ad Daa’imah, Majlis Ulama Saudi Arabia berkenaan dengan sesatnya Sufi Tijaniyyah (– lihat Fatwa-Fatwa Lajnah Daa’imah terlampir –), bahkan terhukumi Kufur dan Sesat, adalah karena beberapa perkara:


1►Tijaaniiyyah adalah :

Thoriqoh Sufiyyah yang munkar yang tidak sesuai dengan petunjuk Al Islam. Banyak kesyirikan yang mereka yakini dan keluar dari ajaran Islam. Ahmad bin Muhammad At Tiijaanii pendiri Thoriqoh Sufiyyah ini telah berlaku kultus terhadap anak buah dan pengikutnya, terutama dalam perkara-perkara yang berkenaan dengan karakteristik Risaalah ini, bahkan meng-klaim sebagai Tuhan dan diikuti oleh para pendukungnya (– Ini adalah Ghuluw –)

2►Dia meyakini adanya Wihdatul Wujud dan mengatakan bahwa Allooh سبحانه وتعالى memberikan pemberian yang besar kepada Muhammad صلى الله عليه وسلم lalu diberikan kepada para nabi dan lalu kepadanya (Ahmad Tijaani).


3►Thoriiqoh At Tijaani mempunyai Kitab yang berjudul Jawaahirul Ma’ani, yang memuat hadits-haditsnya Ahmad Tiijaanii, yang dihimpun oleh muridnya yang bernama Ali Kharazin dalam Kitabnya yang berjudul Rimaahizbi Ar Rohiim.


4►Ahmad Tiijaanii nama lengkapnya adalah Ahmad bin Muhammad bin Al Muhtar bin Ahmad bin Muhammad Salim At Tiijaanii. Hidup di tahun 1737 – 1815 Masehi (abad ke-19 masehi). Jadi baru kira-kira 115 tahun yang lalu, dan dia adalah seorang Al Jazair.


Jadi,

••►Sholawat Al Fatih (Sholawat Tiijaaniiyyah) adalah sholawat hasil karangan orang abad ke-19 Masehi.
••►Tidak layak bagi kaum Muslimin untuk mengikuti ajarannya, baik thoriqot-nya maupun sholawat-nya karena sholawat tersebut memang bukan berasal dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan banyaknya penyimpangan serta kesesatan dalam Thoriiqot tersebut.


▓▓░ ░


Lampiran 2:


Fatwa Lajnah Daa’imah tentang kebaathilan dan ke-Bid’ahan Sholawat Al Fatih


السؤال الخامس من الفتوى رقم ( 7519 ) :


س5: في طائفة تجانية لها دعاء ويسمى هذا الدعاء: صلاة الفاتح، وهو عندهم خير من قراءة القرآن هل هذا صحيح، وأيضا قبل صلاة المغرب وبعد صلاة الصبح من يوم الجمعة يجلسون في شكل حلقة ويضعون قطعة قماش في الوسط ويدعون أنه يجلس فيه الرسول صلى الله عليه وسلم وأحمد التجاني وفي هذا الوقت لهم دعاء وهو صلاة الفاتح هل هذا صحيح، وما الدليل على ذلك؟


ج5: ما زعموه من ذلك كذب وعملهم باطل وبدعة محدثة (1) .


وبالله التوفيق. وصلى الله على نبينا محمد، وآله وصحبه وسلم.


اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء


عضو … عضو … نائب رئيس اللجنة … الرئيس


عبد الله بن قعود … عبد الله بن غديان … عبد الرزاق عفيفي … عبد العزيز بن عبد الله بن باز


__________


(1) ”زيادة في الإيضاح أذكر ما يسمى بـ: صلاة الفاتح، قال في [الموسوعة الميسرة في الأديان والمذاهب المعاصرة] – الندوة العالمية للشباب الإسلامي – ما نصه: يدعي زعيمهم أحمد التجاني بأنه قد التقى بالنبي صلى الله عليه وسلم لقاء حسيًا ماديًا، وأنه قد كلمه مشافهة، وأنه قد تعلم من النبي عليه الصلاة والسلام صلاة (الفاتح لما أغلق ) – صيغة هذه الصلاة: (اللهم صل على سيدنا محمد الفاتح لما أغلق، والخاتم لما سبق، ناصر الحق بالحق، الهادي إلى صراطك المستقيم، وعلى آله حق قدره ومقداره العظيم). ولهم في هذه الصلاة اعتقادات نسوق منها: – أن الرسول صلى الله عليه وسلم قد أخبره بأن المرة الواحدة منها تعدل من القرآن ست مرات. – أن الرسول صلى الله عليه وسلم قد أخبره مرة ثانية بأن المرة الواحدة منها تعدل من كل ذكر ومن كل دعاء كبير أو صغير، ومن القرآن ستة آلاف مرة؛ لأنه كان من الأذكار [الجواهر] (1 / 136 ). – أن الفضل لا يحصل بها إلا بشرط أن يكون صاحبها مأذونًا بتلاوتها، وهذا يعني تسلسل نسب الإذن حتى يصل إلى أحمد التجاني الذي تلقاه عن رسول الله – كما يزعم -. – أن هذه الصلاة هي من كلام الله تعالى بمنزلة الأحاديث القدسية [الدرة الفريدة] (4 / 128 ). – أن من تلا صلاة الفاتح عشر مرات، لو عاش العارف بالله ألف ألف سنة ولم يذكرها، كان أكثر ثوابًا منه. – من قرأها مرة كفرت بها ذنوبه، ووزنت له ستة آلاف من كل تسبيح ودعاء وذكر وقع في الكون…. إلخ (انظر كتاب [مشتهى الخارف الجاني] 299، 300). اهـ ص (127). أقول: وفي هذا تظهر دلالة قوله جل وعلا: ( فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ) الآية ، وقد فصلت اللجنة القول في هذه الطائفة في الفتاوى السابقة.”


Telah diajukan permintaan Fatwa kepada Lajnah Daa’imah sebagai Majelis Fatwa di Saudi Arabia Jilid 3251 dengan nomor: 7519, dengan redaksi pertanyaan sebagai berikut:


“Dalam sekte Tiijaaniiyyah terdapat do’a yang diberi nama dengan Sholawat Al Fatih. Sholawat ini diyakini oleh mereka lebih baik dari membaca Al Qur’an. Benarkah ini?


Juga sebelum sholat maghrib dan setelah sholat shubuh di hari Jum’at, mereka duduk melingkar, meletakkan secarik kain di tengah mereka dan mereka meng-klaim bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم duduk disana bersama Ahmad At Tiijaanii. Pada saat itu mereka berdo’a dengan Sholawat Al Fatih. Benarkah ini? Apakah dalil terhadap hal tersebut?



Jawaban Lajnah Daa’imah:


Apa yang mereka klaim adalah dusta. Amalan mereka baathil dan Bid’ah yang diada-ada.*]


Wabillaahit taufiq, dan sholawat serta salam semoga Allooh سبحانه وتعالى limpahkan kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, keluarganya dan Shohabatnya.


Team Fatwa:


1. ‘Abdul ‘Aziiz bin ‘Abdillaah bin Baaz (Ketua)

2. Syaikh ‘Abdur Rozaaq ‘Afiifi (Wakil Ketua)
3. Syaikh ‘Abdullooh bin Qu’uud (Anggota)
5. Asy Syaikh ‘Abdullooh bin Hudayyaan (Anggota)

*] Sebagai penjelas, saya sebutkan apa yang disebut dengan Sholawat Al Fatih sebagaimana disebutkan dalam Al Maushuu’ah Al Muyassaroh Fil Adyaani Wal Madzaahibi Al Mu’aasirroti halaman 127, terbitan Forum Pemuda Islam Internasional, dimana nash-nya adalah sebagai berikut:


“Pemimpin At Tiijaanii bernama Ahmad At Tiijaanii mengaku telah bertemu Nabi صلى الله عليه وسلم secara fisik dan material, dan bahwa telah berbicara secara langsung, juga telah belajar dari Nabi صلى الله عليه وسلم Sholawat Al Fatih ini dengan redaksi sebagai berikut:


اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِنِ الْفَاتِحِ لِمَااُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَاسَبَقَ نَاصِرِالْحَقِّ ‍ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى اِلَى صِرَاطِك َالْمُسْتَقِيْم وَعَلَى اَلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْمِ


(Alloohumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi lima ughliqo wal khootimi lima sabaqo naashiril haqqi bil haqqi wal Haadi ilaa shiroothikal mustaqiimi wa ‘alaa alihi haqqo qodrihi wa miqdaarihil ‘adziimi)


Artinya:


“Ya Allooh, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم pembuka sesuatu yang tertutup, dan penutup segala sesuatu sebelumnya (pamungkas), penolong kebenaran dengan kebenaran, pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga rahmat-Mu dilimpahkan kepada keluarganya yaitu rahmat yang sesuai dengan kepangkatan Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم.”


Mereka meyakini dalam sholawat ini sebagai berikut:


1. Bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم telah memberitakan padanya bahwa barangsiapa yang membaca Sholawat Fatih 1 kali adalah sama dengan pahala membaca Al Qur’an 6 kali.


2. Barangsiapa yang membaca 2 kali maka kali yang pertama adalah setara dengan dzikir, do’a yang dilakukan oleh orang besar maupun orang kecil dan membaca Al Qur’an 6.000 kali karena Al Qur’an adalah bagian daripada dzikir (Al Jawaahir 136).


3. Dimana keutamaan ini tidak didapat kecuali dengan syarat bahwa si pembacanya mendapat izin membacanya dan hal ini yang dimaksud adalah urutan nasab izin hingga sampai pada Ahmad At Tiijaanii yang hendak menerimanya dari Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, sebagaimana di-klaimnya.


4. Bahwa sholawat ini adalah bagian dari firman Allooh سبحانه وتعالى sekedudukan dengan Hadits Qudzi (‘Abdullooh Al Fariidah no: 4/128)


5. Bahwa yang membaca sholawat Al Fatih 10 kali, kalau hidup maka dia mengetahui Allooh سبحانه وتعالى seribu-seribu tahun (satu juta tahun) dan pahalanya lebih banyak dari itu.


6.Barangsiapa yang membacanya satu kali, dihapuskan dosanya dan ditimbang seberat 6.000 tasbih, do’a dan dzikir yang terjadi di alam semesta ini (Mustahaa Al Khoorif Al Jaani 299-300)


Aku (pentahqiq) berkata bahwa dalam hal ini nampak dalil firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 79:


فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـذَا مِنْ عِندِ اللّهِ لِيَشْتَرُواْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُونَ


Artinya:

“Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allooh”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.”

Dan sungguh Lajnah Daa’imah telah merinci pernyataan tentang sekte ini dalam fatwa-fatwa sebelumnya.



Dinukil dr

Sholawat Yang Bukan Sholawat
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc. MM.Pd
http://ustadzrofii.wordpress.com/2011/06/11/sholawat-yang-bukan-sholawat/

1 komentar:

hehe org bahlul ( anak TK )kok ngomong ilmu sufi dul dul yg kalian tau tu 1+1=2 tu aja jg ngomong soal sufi ilmu kalian sama dg apa yg di katakan rosul
akhir zaman akan dtg suatu umat yg iman nya g sampai melewati kerongkongan nya heheh yakalian itu
yg hanya mengedepankan logika dr pd hati,iman tu bkn urusan akal mas bro tp urusan hati demikian juga k\tauhid.....
saudi wahaby mau ngomong apa aja ya g ada pengaruh nya kan mereka kaum yg di klaim oleh rosul sebagai tanduk syetan yg muncul dr NAJD MUHAMMAD BIN ABD WAHHAB AN NAJIDY KWKAKWKKAKWKKAK.......

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.