-->

01 September 2012

MURID DURHAKA

Berkata Ma'an Bin Aus :


Sungguh mengherankan, orang
yang kudidik semenjak kecil

          Aku menyuapinya dengan jari
          tanganku

Aku mengajarinya memanah
Setiap hari

          Setelah pandai, dia malah
          memanahku......

Aku mengajarkannya bermurah
Setiap waktu

         Setelah tumbuh kumisnya, dia
         malah berbuat kasar padaku........

Betapa seringnya aku
mengajarinya syair

        Setelah bisa membuat satu syair ,
        dia malah mencaciku........( Adabud Dunya Wad Din, Imam al-Mawardi Hal. 77 )
Murid yang ada dalam syair, dan yang dikatakan oleh Seorang Tabi'in, beliau berkata :" Tidak sepantasnya seorang anak menangkis ketika ayahnya hendak menjewernya. Siapa yang melototi ayah dan ibunya maka dia tidak berbakti kepada keduanya. Siapa yang yang membuat sedih kedua orang tuanya maka dia telah DURHAKA kepada keduanya." ( al-Birr Was-Silah karya Imam Ibnul Jauzi Hal. 8 )
    • Syair ini untuk memacu jika ingin menjadi anak dan murid yang baik, tidak boleh punya sifat berani dan berkata keras dan tidak sopan di hadapan orang tua dan gurunya. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :" Tidaklah seorang yang bersikap rendah hati melainkan Alloh angkat derajatnya." ( HR. Muslim 4/2001 ) Syair mengatakan : " JADILAH SEPERTI BINTANG CAHAYANYA BERSINAR DI ATAS AIR TAPI DIA TETAP TINGGI DI LANGIT, JANGAN MENJADI ASAP DIA TERBANG TINGGI DI UDARA TETAPI PADA DASARNYA DIA RENDAH DI BAWAH."

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.