-->

01 September 2012

URGENSI SHALAT BERJAMA’AH


Di antara karunia Allah Ta’ala kepada para hambanya adlah bahwasanya Dia telah menetapkan pahala yang sangat besar atas pelaksanaan shalat berjama’ah. Dan pahala yang besar ini di mulai dari tertambatnya hati di Masjid, lalu melangkahkan kaki ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah, hingga hamba tersebut selesai dari shalatnya. Dan ternyata pahala itu tidak berhenti samapai disitu, akan tetapi berlanjut sampai orang yang shalat tersebut sampai ke rumahnya. Sebagaimana yang Allah taala pun telah menetapkan pahala secara khusus atas pelaksanaan shalat isya’, subuh, dan ashar dengan berjama’ah.
Keutamaan yang pertama :
Orang yang hatinya tertambat di Masjid akan berada dalam naungan Allah Ta’ala pada hari Kiamat
Asy-syaikani (Imam Al Bukhori dan Imam Muslim) telah meriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda “ada tujuh orang yang akan dinaungi oleh Allah dalam naungannya pada hari dimana tidak ada lagi naungan kecuali naungannya yaitu 1. Imam yang Adil,2 seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Rabnya, 3.seorang laki-laki yang hatinya tertambat ke masjid, 4. dua orang yangsaling mencintai dalam kecintaan kepada Allah, mereka berkumpul dan berpisah atas dasar sinta tersebut (akan tetapi yang dimaksud disini bukanlah seorang ikhwan mencintai akhwat lalu pacaran, khalwat, kawan2? Allah berfirman LaaTakrobuzzina, innahu kaana faahisah), jadi dalam islam tidak ada istilah pacaran yang Syar’i…. apalagi ditengah kondisi umat yang rawan dengan fitnah Syahwat ini… hatta saya sangat mudah melihat adegan yang tidak ahsan dipantai rumah saya (ketika saya lari2 dengan adek2),dan seorang pasutripun tidak ahsan jika melakukan hal tersebut dipantai, apalagi cow-cew yang belum menikah(Ya Allah berilah hidayah kepada Saudara2q yang demikian). Selanjutnya yang kelima 5). Seorang laki2 yang diminta oleh sorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan (untuk berbuat mesum) lalu ia berkata : “sesungguhnya Aku takut kapada Allah. Dan 6) seorang yang bersedekah secara sembunyi-sembunyi hingga tangan kitinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, serta 7). Seorang yang berdzikir kepada Allah secara menyendiri hingga kedua matanya becucuran air mata” (MuttafaQ ‘alaih (lihat Shahih Al Bukhari kitab Adzan bab Man jalasa fi masjidi yantadzirush shalah dan fadlul masajid, ii/143, no 660)
Imam an-Nawawi mengatakan dalam penjelasan lafazh : warojulun qolbuhu muallaqun fiilmasaajid(dan seorang laki-laki yang hatinya tertambat di masjid)’ makna dari lafadz tersebut adalah ia sangat cinta kepada masjid dan selalu tetap ingin berjamaah didalamnya, dan tidak bermakna bahwa ia selalu duduk2 dan tinggal dimasjid” karena masjid adalah baitulloh dan rumah setiap orang yang bertaqwa. Dan sudah menjadi keharusan bagi siapa saja yang dikunjungi untuk memuliakan orang yang mengunjunginya, maka seperti apakah penghormatan yang diberikan oleh yang maha mulia diantara orang yang mulia?
Point yang kedua yaitu Keutamaan melangkahkan kaki ke masjid untuk melaksanakan shalat berjama’ah… in this to be continue…..
Assalamualaikumwarahmatulllohwabarakatuh… semoga bermanfaat…

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.