-->

01 September 2012

(KISAH )BAGI ORANG YANG INGIN MENJADI TETANGGA RASULULAH DI SURGA



Di dalam shahih Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“ Aku dan pemelihara anak yatim di dalam surga seperti ini. “ Beliau sambil memeberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan antara keduanya”.
Sedangkan di dalam shahih Muslim Rasulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“ Pelindung anak yatim, baik anak kerabatnya atau anak orang lain. Aku dan ia bagai seperti ini didalam surge. “ Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dengan jari tengah”.
Kafalatul-Yatim, artinya mengurusi segala urusannya dan berusaha demi kemaslahatannya. Diantaranya dengan memberinya makanan, pakaian, memelihara dan mengembangkan hartanya jika anak yatim itu memiliki harta. Jika ia tidak memiliki harta benda, ia bersedekah untuknya dengan tujuan mengharapkan keridhaan Allah semata. Sedangkan dalam hadits nabi tadi , “ Anak kerabatnya sendiri atau Orang lain”. Artinya bisa jadi anak itu adalah anak kerabatnya atau orang lain. Hubungan kekerabatan misalnya yang melindunginya adalah kakeknya, saudaranya, ibunya, paman dari ayahnya, istrinya, paman dari ibunya, atau orang lain yang mempunyai kedekatan hubungan dengannya. Sedangkan orang lain artinya yang tidak ada hubungan kekerabatan dengannya.
Rasulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“ Barangsiapa menggabungkan seorang anak yatim dari kaum Muslimin ke dalamm makan dan minumnya hingga Allah mencukukannya. Allah mewajibkannya masuk surge kecuali ia melakukan dosa yang tidak terampuni (Diriwayatkan Tirmidzi dari hadits ibnu Abbas, hadits hasan shahih).
Sedangkan diriwayatkan Ahmad dari jalur Ubaidillah bin Zahr, hadits yang juga  diperkuat oleh Abu Hurairah, Rasulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,
“ Barangsiapa mengusap kepala seorang anak yatim dan ia tidak mengusapnya kecuali karena Allah, baginya setiap satu helai rambut yang diusapnya terdapat kebaikan. Dan Barangsiapa yang berbuat baik kepada anak yatim laki-laki dan anak yati perempuan, aku dan ia seperti ini di surga”.
Seseorang berkata kepad Abu Drda’ Radhiallahu Anhu, berilah aku satu nasihat! Ia berkata, “ sayangilah anak yatim dan dekatkan I akepadamu serta berilah ia makan dari makananmu! Sesungguhnya aku mendengar bahwa Rasulullah Shallahu Alaihi wa Sllam pernah didatangi seseorang yang mengadu kepada beliau tentang kekerasan hatinya. Rasulullah  Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, jika kamu menginginkan agar hatimu lembut, dekatkanlah anak yatim kepadamu, usaplah kepalanya, dan berilah makan dari makananmu. Karena itu semua membuat hatimu lembut dan mencukupi kebutuhanmu”. (diriwayatkan Thabrani).
Dikisahkan bahwa seorang ulama’ salaf berkata, pada mulanya aku bergelimang kemaksiatan dan minum khamr. Lalu pada suatu hari aku mendapatkan seorang anak yatim dan fakir, aku memungutnya dan berbuat baik kepadanya, aku juga memberinya makan dan pakaian, memandikannya dikamar mandi, menghilangkan kedekilannya, memuliakannyanya sebagaiman aseseorang memuliakan anaknya sendiri bahkan lebih dari itu. Pada malam hari setelah itu aku bermimpi, dalam mimpi itu aku melihat seakan-akan dunia telah kiamat dank au digiring untuk dihisab. Lalu aku digirng menuju neraka karena buruknya amalanku dan kemaksiatan yang telah kukerjakan. Aku ditarik oleh para malaikat penjaga neraka, mereka semua melewatiku dan aku merasa hina dihadapan mereka, lalu semuanya mendorongku menuju neraka. Tiba-tiba anak yatim itu telah menghadang jalanku. Ia berkata, tinggalkan  dia wahai para malaikat hingga aku memintakan syafaat untuknya kepada tuhanku. Karena ia telah berbuat baik kepadaku dan memuliakanku.” Tiba-tiba ada suara dari Allah Azza Wajalla, “ Tinggalkan dia karena aku telah menganugrahkan kepadanya syafaat anak yatim itu karena kebaikannya.”
Lalu aku terbangun, “ katanya. “ dan aku bertaubat kepada Allah Azza Wa Jalla. Aku mengerahkan segala kemampuan untuk memberikan kasih sayang kepada anak-anak yatim”.
Oleh Karena itu Anas bi Malik Radhiallahu Anhu, pelayan Rasulullah Shallallahu Alalaihi wa Sallam berkata,
“ sebaik-baik rumah adalah rumah yang didalamnya ada seorang anak yatim yang diperlakukan secara baik. Dan seburuk-buruk rumah adalah rumah yang didalamnya terdapat anak yatim yang diperlakukan secara tidak baik. Dan hamba yang paling dicintai Allah adalah hamba yang berbuat baik kepada seorang anak yatim atau janda.”
Diriwayatkan pula bahwa Allah mewahyukan kepada Dawud Alaihis Sallam,
“ wahai Dawud, jadilah kamu bagai seorang bapak penyayang kepada anak yatim. Jadilah kamu sebagai suami yang setia bagi seorang janda. Ketahuilah bahwa sebagaimana kamu menanam, pastilah kamu menuai.”
Artinya adalah balasan amal yaitu sebagaimana yang telah kita kerjakan. Yakni, kamu akan mati dan kamu meninggalkan anak yatim atau seorang janda.”
Dawud Alahis Sallam berdoa dalam salah satu munajatnya, “ tuhanku, apakah balasan bagi orang yang melindungi anak yatim dan seorang janda yang hanya mengharapkan keridhaanmu? “ Allah berfirman, “ balasannya adalah kamu Aku lindungi pada perlindunganKu dimana tidak ada perlindungan selain perlindunganku. Yakni naungan Arasy-Ku pada hari kiamat.
Tentang keutamaan berbuat baik kepada seorang janda dan anakn yatim terdapat kisah seorang Alawi (keturunan Ali Radhilallahu Anhu). Dating ke kota Balkh, negri Persia. Ia mempunyai seorang istri yang yang juga alawiyah, darinya ia mempunyai banyak anak perempuan, keluarga itu hidup serba kecukupan dan kenikmatan. Tiba-tiba sang suami meninggal dunia dan istri serta anak-anaknya ditimpa penderitaan dan kemiskinan sepeninggalannya. Anak-anaknya berbiat pergi ke negeri lain karena khawatir akan disatroni oleh musuh-musuhnya. Semuanya sepakat bahwa mereka akan berangkat pada malam yang sangat dingin. Ketika sampai di negeri tujuan, si ibu memasukkan anak-anaknya ke sebuah masjid yang jauh dari perumahan penduduk. Ibu itu keluar mengais makanan dari anak-anaknya, ia melewati dua kelompok orang, satu kelompok dimpimpin oleh seorang muslim ia adalah pemimpin spiritual negeri itu. Ia mempriorotaskan menemui si muslim dann menjelaskan kepadanya keadaanya.
Ia berkata, “ saya adalah seorang Alawiyah, saya mempunyai banyak anak perempuan yatim, mereka saya amankan di sebuah masjid. Dan pada malam  ini aku hendak mencari makanan untuk mereka.”
Si Muslim berkata kepadanya, “ Tunjukkan kepadaku bukti bahwa kamu adalah Alawiyah yang mulia!”
Saya adalah wanita asing di negeri ini dan tidak ada yang mengetahui siapa saya, “ jawabnya, lalu si Muslim itu paling darinya. Wanita itu pergi dengan membawa kesedihan di hati. Kemudian ia dating menemui seorang majusi itu. Kepadanya ia menjelaskan keadaanya dan anak-anak yatim itu, dan bahwa dirinya wanita alawiyah. Ia juga menceritakan pertemuannya dengan syaikh muslim tadi. Orang majusi itu berdiri dan mengutus salah seorang istrinya untuk membawa semuanya, ibu dan anak-anaknya kerumahnya dan diberinyalah mereka makanan terbaik. Mereka juga diberi pakaian sebaik-baik pakaian, dan mereka semua menginap dirumah itu dengan segala rasa senang dan terhormat.
Di malam itu syaikh muslim tadi bermimpi dalam tidurnya bahwa hari kiamat telah datang, bendera telah di pasang di kepala Nabi shallallahu alaihi wa sallam, tiba-tiba terdapat istana dari batu zamrud berwarna hijau, berandany terdiri dari mutiara dan batu nilam. Pada istana itu juga terdapat  kubah-kubah dari mutiara dan permata. Ia bertanya, wahai Rasulullah untuk siapakah istana itu? Rasulullah menjawab untuk seorang muslim yang bertauhid. Ia Berkata, “ya Rasulullah, saya adalah seorang muslim yang bertauhid.” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata, “ Tunjukkan kepadaku bahwa kamu adalah seorang muslim yang bertauhid!”. Lalu orang itu terdiam bingung. Rasulullah  shallallahu alaihi wa sallam berkata, “mengapa ketika seorang alawiyah itu datang kamu katakana, Tunjukkan bukti kepadaku bahwa kamu alawiyah?Dan sekarang kamu, tunjukkan bukti bahwa kamu Muslim!.
Orang itu lalu tersadar dan bersedih telah mengusir wanita malang itu. Ia berkeliling ke seluruh penjuru negeri untuk mencari dimana wanita itu berada. Akhirnya ada yang memberitahu kepadanya bahwa wanita itu ada dirumah orang majusi. Ia mengirim seorang utusan kepada si majusi itu dan ia pun datang kepadanya bersama utusan itu.  Si muslim berkata “ aku menghendaki darimu wanita Alawiyah itu serta anak-anaknya.” Ia menjawab tidak ada jalan untuk itu, sungguh saya telah mendapatkan keberkahan dari mereka, sesuatu yang belum aku dapatkan.” Si muslim berkta , Ambillah seribu dinar dan serahkan mereka kepadaku!.”
“ tidak akan aku lakukan.” Kata si Majusi
“ Harus”
“ Apa yang kamu inginkan itu akulah yang paling berhak, dan istana yang kamu lihat dimimpimu itu diciptakan untukku. Tahukah kamu keislamanku? Demi Allah, Tidaklah aku tidur pada malam tadi, aku dan keluargaku semuanya melainkan semuanya telah masuk islam melalui wanita Alawiyah itu. Aku juga bermimpi sebagaimana mimpimu tadi malam. Lalu Rasulullah bersabda kepadaku, Alawiyah serta anak-anaknya itu milik kamu. “ aku berkata, Ya wahai Rasulullah.” Beliau berkata lagi, istana itu juga milik kamu dan keluargamu. Kamu dan keluargamu termasuk penghuni surge, Allah telah menciptakanmu sebagai seorang mukmin di alam Azali.”
Si Muslim itu pergi dengan kesedihan dan kegundahanya, tidak ada yang menge tahui kadar kesedihannya kecuali Allah.
Lihatlah, mudah-mudahan Allah merahmatimu. Lihatlah betapa keberkahan itu Allah karuniakan berkat budi baik kepada seorang janda dan ank-anak yatim, karunia yang berupa kemuliaan bagi pelaku kebaikan itu selama di dunia.
Oleh karena itu dijelaskan dalam kedua kitab shahih, Shahih Bukhari dan Shahih Muslim dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda,
“ Orang yang berusaha berbuat baik kepada janda dan orang miskin bagai seorang mujahid dijalan Allah. “ (diriwayatkan Bukhari, Muslim dan Ibnu Majjah dari Hadits Abu Hurairah).
Perawi hadits ini berkata,” aku kira beliau bersabda juga bagai orang shalat (malam) yang tidak pernah istirahat, dan bagai orang yang berpuasa yang tiada berbuka.”
As-Sa’I kepada mereka adalah orang yang mengurus urusan kemaslahatan mereka dengan hanya mengharapkan keridhaan Allah. Mudah-mudahan Allah mengkaruniakan kepada kita kemuliaannya, sesungguhnya Allah maha pemberi dan Maha Mulia, mahakasih, Maha Pengampun dan Maha penyayang.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.