-->

02 September 2012

Bagaimana Kronologisnya Syiah bisa masuk di Sampang? Ternyata sumber pemikirannya dari IRAN

Beginilah Proses Syiah Masuk Sampang Madura: Karena Salah Asuhan

Sampang – Masuknya Syiah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, bermula dari keresahan Kiai Achmat Nawewi, ulama dari Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam. Kiai Achmat merupakan ayahanda Ustad Tajul Muluk, pemimpin Syiah Sampang saat ini.
Putra tertua Kiai Achmat, Ustad Iklil Almilal, menuturkan sebagai seorang ahlus sunnah wal jamaah (NU) ayahnya belum mantap dengan berbagai ajaran dan kitab kuning yang dipelajarinya. Karena itu Kiai Achmat terus mempelajari dan memperdalam banyak referensi tentang Islam untuk memantapkan hatinya.
Sampai suatu saat, kata Iklil, Kiai Achmat mendapat kiriman koran dari negara Iran yang dikirim sahabatnya. Dari situlah, Kiai Achmat kagum pada sosok imam besar Syiah Iran, Ayatullah Imam Khumaini.
Lantas, lanjut Iklil, dikirimlah tiga anak Kiai Achmat, yakni Tajul Muluk, Roisul Hukama’, dan seorang putrinya untuk nyantri ke Pesantren Yayasan Pesantren Islam (Yapi) Bangil Pasuruan antara 1991 hingga 1992. Pesantren ini disebut-sebut mengajarkan Syiah. Namun pengurus Pesantren Yapi menyangkal disebut beraliran Syiah. Keputusan Kiai Achmat memondokkan putranya ke Yapi ditentang sepupunya, KH Ali Karrar, pemimpin Pondok Pesantren Darut Tauhid di Kabupaten Pamekasan.
Berbagai desakan dan protes itu membuahkan hasil. Tahun 1998, Tajul Muluk berhenti dari Yapi untuk kemudian menjadi tenaga kerja ke Arab Saudi. Meski tak tamat Yapi, rupanya Syiah di hati Tajul sangat membekas.
Berbekal uang dari hasil menjadi tenaga kerja di Arab, Tajul Muluk pulang ke Nangkernang dan mendirikan pesantren kecil IJABI tahun 2004 dibantu kakaknya, Iklil Almilal, dan adiknya, Roisul Hukama’. Santri dan pengikut Tajul berkembang pesat. Saat ini tercatat jumlahnya mencapai 138 keluarga atau 548 jiwa. Tapi belakangan karena ada perbedaan, Roisul Hukama’ kembali menjadi ahlus sunnah.
TEMPO

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.