-->

04 September 2012

JAGALAH OLEHMU PINTU ITU...............



Dalam Kitab-Nya yang Mulia, Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman:

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلۡوَٲلِدَيۡنِ إِحۡسَـٰنًاۚ إِمَّا يَبۡلُغَنَّ عِندَكَ ٱلۡڪِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوۡ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ۬ وَلَا تَنۡہَرۡهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوۡلاً۬ ڪَرِيمً۬ا (٢٣) وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرً۬ا


Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (23) Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil"(Al-Isra’ :24).


Wahai Saudaraku.....


Sesungguhnya siapa yang mantadabburi ayat-ayat diatas niscaya dia akan mengetahui betapa Alloh Subhanahu Wata’ala menyandingkan kewajiban untuk beribadah hanya kepada-Nya saja, dengan kewajiban untuk berbuat baik kepada orangtua, taat kepada mereka, memelihara adab terhadap mereka dan menjaga serta meladeni mereka dengan penuh bakti dan kesabaran, terutama dimasa tua mereka, tatkala badannya renta, pandangannya rabun dan lemah raganya. Sungguh malang nian jika ada manusia yang menyia-nyiakan orangtuanya dimasa tua, hingga ia tidak masuk kedalam surga karena kurang baktinya. Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam bersabda:


رغم أنفه ثم رغم أنفه ثم رغم أنفه " قيل: من يا رسول الله! قال: "من أدرك والديه عند الكبر، أحدهما أو كليهما، ثم لم يدخل الجنة


“Sungguh celaka, sungguh celaka, dan sungguh celaka “,dikatakan kepada beliau siapa yang celaka Yaa Rosulalloh?, beliau menjawab ;” orang yang menjumpai salah seorang atau kedua orangtuanya dimasa tua, namun dia tidak masuk surga”.(HR.Muslim: 4628 )


Saudaraku......


Ketahuilah, Alloh Subhanahu Wata’ala telah mengisahkan kepada kita kisah-kisah keteladanan Para Anbiya (Nabi-nabi) dalam berbakti kepada orangtua agar kita menjadikannya contoh dalam berbuat baik kepada orangtua. Alloh Subhanahu Wata’ala menyebutkan Do’a Nabi Nuh ‘Alaihissalam, Dia berdo’a :


رَّبِّ ٱغۡفِرۡ لِى وَلِوَٲلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيۡتِىَ مُؤۡمِنً۬ا وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارَۢا


Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan ( Nuh: 28)


Dan ingatlah bagaimana kisah Ibrahim ‘Alaihissalam , bapak para Nabi, kholilurrahman, Ia mendakwahi bapaknya dengan penuh adab dan kelembutan, mengajaknya kepada Islam dan keselamatan dengan rendah diri dan penuh pengharapan, lihatlah apa yang dikatakan Ibrahim ‘Alaihissalam tatkala ayahnya lebih mencintai kekafiran dan batu-batu pahatan yang ia pertuhankan, bahkan tatkala ayahnya mengacam akan merajam Ibrahim, maka Ibrahim berkata:


سَلَـٰمٌ عَلَيۡكَۖ سَأَسۡتَغۡفِرُ لَكَ رَبِّىٓۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ بِى حَفِيًّ۬ا


"Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. (Maryam: 47)


Saudaraku.....


Ketahuilah, Orangtua kita adalah pintu surga yang paling tengah , banyak manusia yang menginginkan keselamatan, mereka mendambakan surga, menginginkan kebaikan yang kekal abadi, tapi lihatlah banyak mereka yang lupa, banyak mereka yang lalai dari berbuat baik kepada orang tua mereka, mereka lupa mengetuk pintu surga yang paling tengah yang sebenarnya pintu itu ada didekat mereka.


Sekali lagi pintu surga yang paling tengah itu ada didekat kalian, namun kalian tidak menyadarinya, pintu surga itu sedih, dia mengeluh tapi keluhannya tidak pernah engkau dengar, pintu surga itu selalu berdo’a dimalam-malam yang dingin dikala ia mengingat kembali dua puluh tahun yang lalu, tiga puluh tahun yang lalu, empat puluh atau bahkan lima puluh tahun yang lalu, disaat letihnya badan dimasa kehamilan, beratnya perjuangan dikala melahirkan, semua rasa itu seolah hilang dengan tangis mungil kita, ya, semua derita lenyap tanpa bekas, tatkala kita pertama kali menghirup udara dan mendengar bisingnya dunia. pintu itu masih mengingat jelas saat ia menimang kita dan menyuapi kita dengan sabar......., tapi, kini usia memakannya, raganya telah rapuh, lumut telah merayapinya, udara malam serasa menembus tulang yang hanya berbalutkan kulit tipis nan keriput. pintu itu membutuhkan kita untuk terus tegak, memberikan kesempatan kepadamu untuk segera memasukinya sebelum ia tertutup rapat dan tak bisa engkau buka lagi walau engkau kumpulkan seluruh kekayaan yang engkau banggakan, Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wassalam bersabda:


الوالد أوسط أبواب الجنة فإن شئت فأضع ذلك الباب أو احفظه


“Orang tua adalah pintu surga yang paling tengah. Terserah padamu, apakah engkau akan menyia-nyiakan pintu itu atau memeliharanya.”(HR.Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah )


Saudaraku.....


Bergegaslah menuju pintu itu ketika ia masih dapat terbuka, mintalah maafnya jika selama ini kita telah lalai, tampakkanlah muka penyesalan dan airmata perubahanmu, kecup keningnya, peluk badannya dan rengkuhlah jiwanya untuk kemudian engkau muliakan.


ketahuilah wahai kaum Muslimin.....


jangan engkau merasa telah berjasa dihadapannya, jangan engkau anggap baktimu telah cukup untuk membalas kasihnya. Demi Alloh apa yang telah kita perbuat tidak mampu mengobati sakitnya ibu tatkala melahirkan, Demi Alloh.., sekalipun banyaknya harta yang engkau berikan pada mereka tidak mampu menghapuskan kekhawatirannya terhadapmu dikala tangisanmu membangunkan tidur mereka, dikala panas badanmu tak kunjung reda, dan dikala pucat mukamu diwaktu demam.


Ibnu Umar Rodhiyallohu ‘Anhuma pernah melihat seorang lelaki menggendong ibunya diwaktu thawaf. Lelaki itu bertanya kepada Ibnu Umar :


فهل بذلك أكون قد وفيت حقها


“Apakah perbuatanku ini telah melunasi jasanya kepadaku wahai Ibnu Umar?”


Beliau Rodhiyallohu ‘Anhuma menjawab :


لا ولو بطلقة واحدة من الطلقات التي أطلقتها عند ولادتك


“Tidak, meski hanya satu jeritan kesakitan disaat persalinan”.


Kupersembahkan buat Keduaorangtuaku yang jauh kutinggalkan, do’a kalian senantiasa kuharapkan. Masih teringat dibenakku oh Ibu, airmatamu mengalir seolah tak ingin aku pergi. Tapi..., Duhai Ayah, Duhai Ibu... kepergianku untuk Ilmu, ya, Insya Alloh Ilmu yang akan membawa kebajikan untukku, untuk Ayah, untuk Ibu Untuk abang-kakak semua bahkan Untuk Ummat.....


Hanya Do’a yang bisa kubisikkan kepada Rob kita, agar Ia senantiasa menjaga Ayah dan Ibu, dan memberkahi setiap langkah kita..

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.