-->

03 September 2012

Indah Nasehat semangat

Jihad Melawan Ahlu Bid’ah

(Nuniyah hal 214  oleh Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah)

لأُجَـاهِدَنَّ عَـدَاكَ مَـا أَبْقَيْتَـنِي وَلأَجْـعَلَـنَّ قِتَـالَهُمْ دَيْدَانِـي

وَلأُفْضِحَنَّهُـمُ عَلَـى رُوْسِ الْمَـلاَ وَلأُفْرِيَـنَّ أَدِيْمَهُـمْ بِلِسَــانِي

وَلأَكْشِـفَنَّ سَـرَائِراً خَفِيَتْ عَلَـى ضُعَفَـاءِ خَلْقِكَ مِنْهُـمْ بِبَيـَانِ

وَلأَتْبَعَنَّهُـم إِلَـى حَيْـثُ اِنْتَهَـوا حَتَّـى يُقَـالَ أَبَـعْـدَ عُبَّـادَانِ

وَلأَرْجُمَنَّهُــمْ بِـأَعْلاَمِ الْهُــدَى رَجْـمَ المُرِيْـدِ بِثَاقِبِ الشُـهْبَانِ

وَلأُقْعِـدَنَّ لَهُـمْ مَرَاصِـدَ كَيْدِهِـمْ وَلأَحْصُرَ نَّهُـمْ بِكُـلِّ مَكَـانِ

وَلأَجْعَلَـنَّ لُحُوْمَهُـمْ وَدِمَـائَهُمْ فِي يَـوْمِ نَصْرِكَ أَعْظَـمَ القُرْبـَانِ

وَلأَحْمِلَـنَّ عَلَيْهِـمْ بِعَسَـاكِرَ لَيْسَـتْ تَفِـرُّ إِذَا اْلتَقَى الزَحْفَـانِ

بِعَسَـاكِرِ الوَحْيَيْنِ وَالفِطَرَاتِ وَالـ مَعْقُـولِ وَالْمَنْقُـوْلِ بِالإِحْسَـانِ

حَتَّـى يَبِيْنَ لِمَنْ لَهُ عَقْـلٌ مَنِ الـ أَوْلَى بِحُكْـمِ العَقْـلِ وَالبُرْهَـانِ

وَلأَ نْصَحَـنَّ اللهَ ثُـمَّ رَسُـوْلَـهُ وَكِتَـابَـهُ وَشَـرَائِـعَ الإِيْمَـانِ

إِنْ شَـاءَ رَبِّـي ذَا يَكُـوْنُ بِحَوْلِـهِ أَوْلَـمْ يَشَـأْ فَـالأَمْرُ لِلْـرَحْمَـنِ

Aku akan terus berjuang melawan musuh-musuh Mu selama aku masih hidup
Dan aku akan menjadikan perang melawan mereka sebagai kebiasaanku
Aku akan menyingkap (kesesatan) mereka dihadapan manusia
Dan aku akan membantah mereka dengan lisanku
Aku akan membongkar kedok mereka yang tersembunyi
Dari orang-orang yang lemah dengan ilmu
Aku akan mengikuti mereka kemana mereka pergi
Hingga dikatakan dua hamba tersebut telah jauh (berjalan)
Aku akan melempari mereka dengan pena-pena petunjuk
Seperti lemparan malaikat (terhadap setan-setan) dengan bintang
Aku akan terus mengintai makar-makar mereka
Dan aku akan mengepung mereka dari segala penjuru
Aku akan menjadikan daging dan darah mereka
Sebagai bentuk persembahan kepada-Mu pada hari kemenangan-Mu
Aku akan membawa pasukan kepada mereka
Yang tidak akan lari ketika bertemunya dua pasukan
Tentara dua wahyu (Al-Qur’an dan hadits), fitrah
Akal dan dalil dengan baik
Sehingga jelas bagi yang masih memiliki akal
Siapa yang lebih sesuai dengan akal dan ilmu
Aku tetap beriman kepada Allah, kemudian Rasul-Nya
Kitab-Nya dan syariat-syariat keimanan
Jika rabb-ku berkehendak, semua akan terjadi dengan kekuatan-Nya
Atau jika tidak, semuanya ada ditangan-Nya
[Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 30]

 

Bahagia Dengan Manhaj Salaf


يَطِيْـبُ قَلْبَاهْ بِلُقْيَا إِخْــوَةٍ فِيْهِمُ اجْتَمَعْنَا فِي طَرِيْقٍ نَهْتَدِيْ

تَوْحِيْدُ رَبِّ النَّاسِ جُلُّ مُرَادِنَا وَبِـخَيْرِ رُسُلِ اللَّهِ كُلٌّ نَقْتَـدِيْ

فَـمَدَارُ مَنْهـَجِنَا كِتَابُ إِلَهِنَا وَ السُنَّةُ الْعَصْمَاءُ سُـنَّةُ أَحْــمَدِ

ثُمَّ الْهُدَى هَدْيُ الصَّحَابَةِ بَعْدَهُ خَيْرُ الأُلَى مِنْ أَهْلِ قَرْنٍ أَمْــجَدِ

اِلْزَمْ خُطَاهُمْ وَاقْـتَـدِ آثَارَهُمْ دُوْنَ ابْـتِدَاعٍ أَوْ غُلُوٍّ تَسْــعَدِ


Alangkah gembira hati ini bisa berjumpa saudara (satu agama)
Bersama mereka kami berkumpul pada satu jalan menuju hidayah
Mentauhidkan Rabb alam semesta adalah tujuan utama kami semua
Dan dengan rasul Allah terbaik kami semua mengikuti tuntunannya
Poros dasar utama manhaj kami adalah kitab Allah Rabb alam semesta
Dan sunnah Nabi ma’shum, yaitu sunnah Nabi Ahmad (Muhammad)  shollallahu alaihi wa sallam
Kemudian dengan petunjuk para sahabat beliau sepeninggalnya
Mereka semua adalah generasi terbaik dan generasi paling mulia
Telusurilah langkah-langkah mereka dan ikuti pula jejak mereka
Jangan berbuat bid’ah atau berlebih-lebihan pasti kau kan bahagia
(Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Ed 48, hal. 60)

 

Setetes Kemiskinan Pada Luasnya Samudra Karunia

Setetes Kemiskinan Pada Luasnya Samudra Karunia1
Seorang datang kepada Jafar bin Muhammad mengeluarkan pahitnya kemiskinan kepadanya. Lalu Jafar melantunkan beberapa bait syairnya seraya berucap :
Jangan berkeluh kesah bila sesaat kau merasa susah
Betapa sering Dia membuatmu ridha dengan yang mudah
Janganlah putus asa, sebab itu merupakan kekafiran
Semoga Allah mencukupimu dengan yang sedikit
Jangan pernah pula berprasangka buruk dengan Tuhanmu
Sebab Allah lebih berhak dengan kebaikan
Orang itu berkata : Ternyata kesulitan yang aku dapatkan hilang begitu saja dari ku

Dipublikasikan oleh : ibnuramadan.wordpress.com

______________________________________________________________


1. Disadur Alfu Qishah wa Qishah karangan Hani al Haaj, halaman : 8 & 9, Maktabah at Taufiqiyyah
[Disalin dari majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Vol.6 No.5 Edisi 37 - 1429H]


 

Berkelana Menggapai Cita-Cita

Berkelana Menggapai Cita-Cita1
Tidak ada tempat bersantai bagi orang-orang yang berakal dan beradab
Oleh karena itu, tinggalkan negeri dan merantaulah
Bepergianlah, niscaya engkau akan mendapatkan ganti dari apa yang engkau tinggalkan
Dan berpayah-payahlah, sesungguhnya lezatnya kehidupan ini terdapat pada kepayahan
Sesungguhnya aku melihat air yang tidak mengalir akan merusaknya
Jika mengalir air itu akan baik, jika tidak mengalir tidak akan baik
Dan singa, kalau tidak keluar dari sarangnya, ia tidak akan mencari mangsa
Dan anak panah, kalau bukan lantaran terlempar dari busurnya, ia tidak akan mengenai sasaran
Dan matahari itu, kalau berhenti dan tetap pada garis edarnya
Tentulah manusia akan merasa bosan dan jenuh padanya
Dan emas itu adalah seperti tanah biasa di tempatnya (jika belum diolah)
Demikian pula kayu gaharu (yang harum) adalah semacam kayu biasa
Jika yang ini merantau maka tujuannya akan mulia
Dan jika yang itu merantau maka ia akan menjadi mulia seperti emas

______________________________________________________________

1. Disadur dan diterjemahkan dari Diwan al-Imam Syafi’i oleh Abu Hasan Arif
[Disalin dari majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 24 Th.V - Dzulqo'dah 1427H]

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.